Connect with us

Kabar Batu

Masa AKB, Omzet Pedagang Tanaman Hias Meningkat 100 Persen

Published

on

IMG 20200807 115728

KABARMALANG.COM – Menjalankan bisnis tanaman hias menjadi salah satu usaha yang menjanjikan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), akibat pandemi Covid-19 secara tak langsung membuat usaha ini tumbuh secara signifikan.

Dimasa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), nyatanya malah banyak orang mencari kesibukan di rumah dengan memelihara tanaman hias.

Hampir semua tanaman laku keras, baik secara online atau penjualan langsung di stan-stan. Diantaranya jenis tanaman gantung, krisan, bibit mawar, alokasia, anthurium, sansiviera, syngonium, philodendron, varian sirih, puring, palem, dan lainnya.

Tapi dari semua jenis yang paling digemari golongan philodendron, terutama monstera. Tanaman itu tergolong mudah perawatannya, bisa diletakkan di dalam ruangan (indoor) atau luar ruangan (outdoor) dan juga harganya lumayan terjangkau, antara Rp 75 – 360 ribu untuk ukuran sedang.

Rata-rata pedagang, mematok harga dengan menghitung jumlah daun serta corak warna varigata yang berpadu dengan warna hijau. Daya tarik lainnya, bentuk daun unik pecah-pecah menjadi nilai eksotis tersendiri.

“Semua tanaman laku, bahkan harganya naik hingga beberapa kali lipat. Salah satunya jenis syngonium. Dulu hanya Rp 10 ribuan sekarang bisa sampai Rp 250 ribu tergantung jenis,” ujar Nanang Mukhlis di stannya, Jalan Cemara Kipas Desa Sidomulyo Kecamatan Batu, Jumat (07/08/2020).

“Kalau monstera varigata malah semakin mahal, perdaun bisa sampai Rp 1 juta. Itu pun hanya potongan batang, kalau yang varigatanya mewah dan daun berjumlah banyak bisa sampai puluhan juta,” sambungnya.

Nanang juga mengutarakan, kenaikan harga tanaman ini akibat banyaknya orang yang menyibukkan diri di rumah. Karena permintaan banyak itulah harga menjadi naik. Untuk kendala saat pandemi, dia menerangkan tidak terlalu berimbas. Hanya saat PSBB berlangsung, sebab tidak ada pembeli luar kota yang datang.

“Tapi sekarang sudah kembali normal. Perputaran transaksi juga sudah lancar bahkan meningkat melebihi sebelum Covid-19,” ungkap dia.

Sebelum adanya Covid-19, Nanang mengaku omzet perhari Rp 1 juta, sekarang malah naik Rp 2-3 juta perhari setelah PSBB berakhir. Dia pun membenarkan jika bisnis tanaman hias sangat menguntungkan, sebab jika dirawat dengan baik, tanaman pasti akan tumbuh lebih besar sehingga harga juga naik, belum lagi kalau beranak dan banyak, pasti memiliki nilai ekonomi berlipat-lipat.

Apalagi sekarang pasar dunia terbuka lebar, banyak tanaman asli Indonesia yang dikirim ke luar negeri. Terutama philodendron dari segala jenis. Permintaan dari Amerika, Eropa, dan Asia terus berdatangan hingga ketersediaan barang semakin minim, otomatis harga sekarang semakin tak karuan.

“Perputaran transaksi meningkat karena pasar dunia sudah terbuka. Permintaan eksportir tanaman dari Bogor, Jakarta dan lainya untuk meladeni pesanan orang luar membuat perputaran pasar lokal juga meningkat,” pungkasnya. (arl/fir)

Advertisement

Terpopuler