Connect with us

Pemerintahan

Tanpa Perlakuan Khusus, 12 Pekerja Difabel Pabrik Rokok Mampu Bersaing

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Tanpa ada perlakuan khusus, 12 orang pekerja pabrik rokok Cakra yang merupakan penyandang disabilitas mampu bersaing dengan para pekerja lain. Bahkan, menurut Human Resource Development (HRD), pabrik ini, Rika Lestari, ke 12 pekerja difabel ini memiliki produktifitas yang tinggi.

Rika menyebut, awalnya, pekerja difabel yang bekerja di pabriknya ada sebanyak 25 orang, namun saat ini hanya tinggal 12 orang. Yang mayoritas adalah penyandang tuna rungu dan tuna wicara, dan satu orang penyandang tuna daksa.

“Dari 25 orang pekerja difabel ini yang bertahan tinggal 12 orang. Mayoritas mereka bisu dan tuli. Tapi kinerja mereka sangat baik. Produktifitas mereka ini sangat tinggi. Mungkin karena tidak pakai ngobrol seperti orang normal, sehingga bekerjanya cepat,” ujar Rika, Selasa (04/08/2020) siang.

Ke 12 pekerja difabel ini ditempatkan di bagian Sigaret Kretek Mesin (SKM) bagian pengepakan karton, atau biasa disebut dalam istilah pengebalan. Kata Rika, para Difabel ini harus ada penanganan khusus. Termasuk ruang kerja mereka, harus disesuaikan dengan kondisinya.

“Pokoknya kerja terus, mereka kita tempatkan dibagian pengebalan. Yang membungkus rokok setelah di pak, lalu dikemas dalam karton,” imbuh dia.

Sama seperti pekerja lainnya, ke 12 pekerja difabel ini mendapatkan hak yang sama. Seperti jumlah gaji dan juga asuransi seperti BPJS Ketenagakerjaan.

“BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan seluruhnya mereka dapat. Jam kerja juga sama, per satu sif jam kerja mereka 8 jam. Hak-hak para difabel juga sama seperti orang normal. Termasuk upah mereka juga sesuai UMK Kabupaten Malang,” tegas Rika.

Bupati Malang HM Sanusi berkesempatan menemui langsung 12 orang pekerja Difabel Pabrik Rokok Cakra. Memakai bahasa isyarat, Sanusi coba mengobrol dengan mereka. Sekilas, perawakan buruh Difabel ini tidak berbeda dengan orang normal.

Hanya saja, saat berkomunikasi dengan sesama rekan kerjanya, bahasa isyarat seperti gerakan tangan dan mata, banyak dilakukan untuk memahami situasi sekitar.

“Kami sudah menghimbau perusahaan di Kabupaten Malang, untuk tidak membedakan. Hak-hak para Difabel ini harus sama dengan orang normal. Semua perusahaan harus menerima pekerja Difabel tanpa membedakan kekurangan fisiknya. Pabrik rokok Cakra ini bisa menjadi contoh yang baik bagi perusahaan dimanapun,” pungkas Sanusi. (ris/fir)

COVID-19

Puluhan Peserta SKB CPNS Pemkab Malang Reaktif Corona

Diterbitkan

||

Oleh

Peserta yang diduga reaktif Covid-19 saat mengikuti SKB CPNS Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Sempat terhenti akibat pandemi, tahapan seleksi CPNS Kabupaten Malang dilanjutkan kembali sejak Jum’at (25/09/2020) lalu.

Diketahui tahapan saat ini adalah SKB (Seleksi Kompetisi Bidang). Diketahui, kuota penerimaan CPNS Kabupaten Malang sebanyak 527 orang.

Menariknya, dari sekian CPNS yang mengikuti SKB tersebut. 26 orang diantaranya dinyatakan reaktif Covid-19.

Hanya saja, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang tetap memberi kesempatan untuk peserta yang diduga terpapar Covid-19 tersebut, dan disediakan bilik tersendiri.

“Ya, memang ada yang reaktif, tapi seleksi tetap kami lanjutkan. Hanya saja mereka disediakan bilik sendiri,” tutur Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah.

Memang, berdasarkan pantauan Kabarmalang.com tampak petugas BKPSDM yang menangani peserta yang diduga terpapar Covid-19 menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap.

Lebih lanjut, pelaksanaan tahapan seleksi CPNS tersebut merupakan lanjutan dari tahapan pada tahun 2019 lalu.

“Tapi karena pandemi Covid-19 akhirnya ditunda sampai sekarang. Kalau seandainya tidak ada pendemi Covid-19 seharusnya SKB ini dilaksanakan pada bulan Mei lalu,” tuturnya.

Tidak hanya Kabupaten Malang, pelaksanaan SKB tersebut juga diikuti oleh 4 Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan.

“Total peserta yang ikut sebanyak 4800 orang. Namun hari ini, Senin (28/09/2020) gilirannya Kabupaten Malang,” tutupnya. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Walikota Sutiaji: Lomba Vlog Museum, Agar Makin Mengenal Sejarah

Diterbitkan

||

Oleh

Walikota Sutiaji, bersama para pemenang lomba vlog Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

 

KABARMALANG.COM – Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji menyerahkan hadiah lomba cerdas cermat dan lomba vlog Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (28/09/2020) di halaman depan Balaikota Malang.

Walikota Sutiaji mengatakan bahwa sekarang ini kita sedang di situasi mulai tidak mengenal sejarah bangsa kita. Maka dari itu diadakanlah lomba video blog (vlog) tentang museum.

“Saat ini kita sedang diresahkan, oleh negara kita, bahwa kita sedang mengalami degradasi moral, salah satunya kita tidak kenal dengan sejarah,” ujar Sutiaji, Senin (28/09/2020).

Hal itu diungkapkan Sutiaji dalam agenda apel pagi sekaligus penyerahan hadiah lomba cerdas cermat dan lomba vlog Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Punishment itu penting, reward juga penting, supaya ada persaingan, karena manusia itu punya nafsu dan punya keinginan. Sehingga hadiah itu rangsangan saja,” sambung Sutiaji.

Lomba vlog kali ini membahas seputar Museum Mpu Purwa Kota Malang. Dimenangkan oleh Ni Luh Putu Sekar Ayu Rian Putri, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya sebagai juara 1.

Sutiaji menambahkan bahwa alasan kenapa yang dipilih tentang museum, karena museum bisa membentuk karakter anak.

“Karakter itu banyak dicontohkan oleh kitab-kitab suci agama, bisa didapat melalui mencontoh, sehingga lebih dari dua pertiga, dari isi kitab-kitab suci itu isinya cerita,” terang Sutiaji

Berkaitan dengan lomba vlog tersebut, karena saat ini kita berada di jaman teknologi informasi.

“Rasulullah pernah bersabda, kamu adalah hidup di masamu. Masa saat ini sedang masuk dunia teknologi informasi,” tambahnya.

Bagaimana yang namanya museum itu, lanjut Sutiaji, bisa dikenal banyak orang dan model pengenalannya macam-macam. Sehingga ada yang namanya lomba vlog sebagai media untuk pengenalan. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Hati-Hati! Pemkab Akan Copot ASN Tidak Netral

Diterbitkan

||

Oleh

Pjs Bupati Malang, Saichul Ghulam (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang tampaknya terus memperketat netralitas ASN di Lingkungan Kabupaten Malang. Terbukti, Senin (28/09/2020) mereka menggelar Sosialisasi Netralitas ASN dalam Pilkada Tahun 2020 di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Tampak seluruh ASN hadir dalam acara tersebut, serta dipimpin langsung oleh Pjs Bupati Malang, Saichul Ghulam.

“Nanti kita pantau netralitas ASN Kabupaten Malang,” terang Ghulam -Sapaan akrab Saichul Ghulam saat ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Sanksi bagi ASN yang diketahui tidak netral, Ghulam mengatakan akan memberikan sanksi mulai dari tingkat ringan hingga berat.

“Jika pertama diketahui maka akan kita berikan teguran. Teguran 1, 2, dan 3. Kemudian penundaan pangkat dan golongan. Lalu jika masih terbukti lagi maka akan sanksi terberatnya adalah pencopotan,” tuturnya.

Sementara itu, ditanya terkait teknis pengawasannya, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bakorwil Malang itu mangaku dibantu oleh Bawaslu Kabupaten Malang.

“Bawaslu kan punya tim hingga tingkatan bawah. Nanti mereka yang akan kita akan bekerjasama dengan mereka untuk pemantauan,” sebut Ghulam.

Untuk diketahui, indikator ASN yang tidak netral disebutkan Ghulam diantaranya jika diketahui menyukai atau berkomentar di salah satu postingan media sosial pasangan calon (paslon).

“Hingga saat ini belum ada yang terbukti telah melakukan pelanggaran,” tutupnya. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com