Connect with us

Kabar Batu

Fokus Gaji Karyawan dan Operasional Hotel, PHRI Harapkan Bebas Pajak Dari Pemkot Batu

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM – Mulai berjalannya AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) di Kota Batu membuat PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Batu inginkan diberikan pembebasan pajak dari Pemkot Batu.

Pasalnya, cara tersebut dianggap sebagai langkah yang tepat karena bisa kembali memberikan hak karyawan yang sebelumnya dirumahkan akibat dari pandemi Covid-19.

“Keinginan itu sudah kami upayakan dengan mengirim surat yang sudah kita sampaikan ke BKD (Badan Keuangan Daerah), tujuannya supaya ada pembebasan hingga akhir tahun atau bulan Desember,” ujar Sujud Hariadi Ketua PHRI Kota Batu, Minggu (26/07/2020).

“Kan selama ini kita tak pernah rewel bayar pajak. Ini semua adalah langkah kongkrit PHRI agar karyawan bisa kerja dulu dan menerima gaji, kami rasa itu yang paling penting,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan, hingga saat ini bahkan masih banyak karyawan yang masih belum mendapatkan gaji setelah mulai bekerja.

Tak hanya sampai disitu saja, tercatat dari 78 hotel di Kota Batu, 50 diantaranya telah mulai beroperasi. Hal ini dikarenakan hotel yang masih memiliki fasilitas bintang tiga kebawah masih belum bisa beroperasi karena cost operasional hotel yang dikeluarkan tidak sepadan jika dipaksakan untuk dibuka.

Sementara itu, Kepala BKD (Badan Keuangan Daerah) Kota Batu Chori mengatakan pajak resto dan hotel menjadi penyumbang PAD terbesar. Dengan dibuka kembali sektor hotel dan pariwisata setelah mendapat rekom dari Satgas Covid-19 Kota Batu akhir bulan Juni lalu. Pemkot Batu tak ingin serta merta menarik pajak hotel dan pariwisata secara penuh.

“Kami masih memfokuskan itu, bagaimana kebijakan bisa mensuport dunia usaha di Kota Batu agar pulih perlahan. Salah satunya dengan menarik pajak maksimal 50 persen dengan beberapa ketentuan. Sudah diketahui mulai bulan Maret, Pemkot Batu tidak ada masukan,” jelasnya.

Menurut Chori, banyak pajak dan retribusi yang dibebaskan karena hotel dan wisata tutup. Khusus untuk pajak hotel, pihaknya bakal melakukan evaluasi dahulu dan dilakukan bertahap. Apakah akan ditarik full atau separuh, masih melakukan pembahasan.

Terpisah, Wakil Walikota Batu Punjul Santoso memaparkan bahwa kebijakan PPH (Pajak Penghasilan) merupakan kebijakan dari pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah tidak bisa mengambil keputusan dengan hal tersebut.

Sedangkan untuk pajak hiburan yang merupakan ranah dari pemerintah daerah, masih ada kemungkinan untuk dibicarakan dengan pihak PHRI.

“Soalnya kami juga mendapat data seperti kasus jatim park group contohnya. Yang masuk 900 orang namun yang pesan terkadang hanya 350 orang saja sehingga ini bisa jadi pertimbangan,” tegas Punjul.

Ia juga menerangkan, nantinya terdapat kewenangan-kewenangan yang bisa dilakukan oleh Pemkot Batu yang akan disampaikan melalui Timgar (Tim Penganggaran) bersama dengan Banggar (Badan Penganggaran) untuk mengakomodir keinginan PHRI.

“Nanti kita bicarakan, tapi harus ada surat resmi, apalagi masing-masing tempat berbeda,” tuturnya.

Punjul juga menilai bahwa permintaan keringanan dan promosi wisata merupakan hal yang wajar dalam situasi dan kondisi sekarang yang belum menentu. Sehingga Pemkot Batu harus terus melakukan berbagai terobosan demi menggairahkan perekonomian pelaku usaha wisata dan masyarakat. (arl/fir)

Kabar Batu

PPKM Mikro Tahap 1, Kota Batu Alami Lonjakan Pasien Konfirm

Diterbitkan

,

Wali Kota Batu, Hj. Dewanti Rumpoko di Ruang Rapat Utama Balaikota Among Tani (Foto: Kominfo Kota Batu)

 

KABARMALANG.COM – Selama dua minggu terakhir, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

PPKM Mikro tersebut berdasarkan Intruksi mendagri Nomor 3 Tahun 2021.

Jawa Timur termasuk dalam daerah yang mendapatkan instruksi untuk pelaksanaan PPKM mikro dengan daerah prioritas Malang Raya, Surabaya Raya, dan Madiun Raya.

Pemberlakuan PPKM mikro telah dilaksanakan pada 9-22 Februari 2021.

Setelah pemberlakuaan PPKM Mikro tahap 1, Pemprov Jatim menggelar rapat evaluasi secara virtual bersama Kepala Daerah dan Forkopimda Jawa Timur.

Evaluasi ini turut diikuti Wali Kota Batu, Hj. Dewanti Rumpoko di Ruang Rapat Utama Balaikota Among Tani, Selasa (23/02) siang.

Wali Kota Batu melaporkan bahwa selama dua pekan penerapan PPKM Mikro di Kota Batu, angka pasien terkonfirmasi positif meningkat.

Data sebaran Covid-19 Kota Batu per 22 Februari 2021 baik 10+ kasus. Sepanjang bulan Februari hampir setiap hari ada 1 hingga 2 pasien positif Covid-19 dilaporkan meninggal, dengan rentang usia diatas 50 tahun.

“Hari terakhir PPKM Mikro, angka konfirm positif Covid-19 di Kota Batu mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang bekerja ke luar kota dan menggelar hajatan,” kata Wali Kota Batu.

Pihak Pemerintah Kota Batu juga telah mengantisipasi, bagi masyarakat yang menggelar hajatan untuk meminimalkan jumlah undangan dan kerumunan.

Namun, peningkatan kasus tetap terjadi karena banyak keluarga yang bersangkutan datang dari luar kota.

Terkait Dana Desa (DD), Wali Kota mengatakan bahwa sebagian sudah dicairkan dan sebagian lagi masih terkendala beberapa hal, seperti adanya Desa yang belum masuk KPKN dan adanya kepala desa yang meninggal.

Sementara itu, Kasdam V Brawijaya, Suharyanto mengatakan bahwa penambahan kasus konfirm yang tejadi di Kota Batu harus menjadi evaluasi bersama agar tidak terjadi lonjakan lagi.

“Penambahan ini perlu diwaspadai bersama. Salah satu tujuan kegiatan PPKM Mikro adalah mengurangi mobilitas. Hal ini menjadi evaluasi dan perhatian bersama, agar tidak memunculkan cluster baru,” pungkasnya. (carep-03/fir)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Wali Kota Batu Intensifkan Posko dan Kampung Tangguh Tekan Kasus Covid-19

Diterbitkan

,

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (Foto: Kominfo Kota Batu)

 

KABARMALANG.COM – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro (PPKM Mikro) dinilai cukup efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Hal ini terungkap saat digelarnya Rapat Virtual Evaluasi PPKM Mikro” yang dipimpin Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) V Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan, bersama Sekda Pemprov Jatim, WaKapolda Jatim, dan Kepala Daerah se-Jawa Timur, Kamis (18/2).

Sementara di Kota Batu kegiatan ini diikuti Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Sekda Kota Batu, Zadim Efisiensi serta Kepala OPD di Pemkot Batu.

Terkait PPKM Mikro, Wali Kota Batu telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Batu Nomor 440 Tahun 2021 Tentang Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan.

Dalam SE itu disebutkan bahwa pengkategorian zona didasarkan pada beberapa indikator. Zona hijau jika tidak ada kasus Covid-19. Zona kuning jika ada satu sampai lima rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT.

Kemudian, Zona oranye jika ada enam sampai sepuluh rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT dan zona merah jika ada lebih dari sepuluh rumah dengan konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir.

Khusus daerah zona merah, skenario pengendaliannya dengan pemberlakuan PPKM tingkat RT.

Meskipun tak masuk kriteria PPKM Mikro karena tidak ada lingkungan yang masuk zona orange maupun merah, Pemkot Batu bersama TNI/Polri tetap mengintensifkan peran posko dan kampung tangguh yang tersebar di setiap desa dan kelurahan.

Langkah ini diperlukan untuk menekan kasus Covid-19.

“Antara zonasi hijau, kuning, orange, merah itu pergerakannya sangat cepat sekali ketika kita tidak membuat aturan, rambu-rambu, syarat-syarat yang ketat,” ujar Wali Kota Batu.

Jadi walaupun itu tidak ada yang orange atau merah, lanjut Dewanti, tetapi tetap protokol itu harus dilakukan sehingga kita bisa menjaga zonasi itu.

Walaupun kasus penyebaran Covid-19 di Kota Batu mulai bisa ditekan, Wali Kota tetap mengingatkan bahwa kasus kematian akibat Covid-19 masih cukup tinggi.

Yakni mencapai 106 pasien dari 1.253 kasus, dengan 19 aktif dan 1.128 sembuh.

Hal ini karena masih banyak warga takut datang ke rumah sakit, hingga membuat kondisi kesehatannya semakin parah karena tidak tertangani dengan baik. (carep-03/fir)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Jadwal Bioskop Di Malang : 19 Februari Premier Stand By Me Doraemon 2

Diterbitkan

,

Jadwal Bioskop Di Malang : 19 Februari Premier Stand By Me Doraemon 2
Poster film Stand By Me Doraemon 2, premier di bioskop Malang Raya 19 Februari 2021.

 

KABARMALANG.COM – Jadwal bioskop di Malang Raya kembali normal. Film-film baru pun pre sale. Satu di antaranya tokoh manga favorit generasi 90-an.

Yakni, Doraemon yang adaptasi menjadi film animasi 3D. Judul film robot kucing ini : Stand By Me Doraemon 2.

Tix.id, penyedia jasa tiket online, sudah membuka pre sale. Stand By Me Doraemon 2, akan tayang pada 19 Februari 2021.

Dalam tix.id, hanya Cineapolis yang pre sale. Ada tiga jadwal bioskop di Cinepolis Malang pada hari itu. Yakni jam 13.30, 15.45 dan 18.00.

Harga tiketnya adalah Rp 30 ribu. Lalu, untuk weekend, jadwal tayangnya juga sama. Tetapi, harga tiket menjadi Rp 35 ribu.

Sementara, bioskop di Batu juga sudah membuka pre sale. Yaitu Lippo Plaza Batu Cinepolis.

Jam tayang film Doraemon yaitu pukul 14.15, 16.30 dan 18.45. Harga tiketnya untuk 19 Februari adalah Rp 35 ribu. Sedangkan, harga weekend di Cinepolis Batu Rp 40 ribu.

Direktur Lippo Plaza Batu, Suwanto membenarkan. “Kita terus update film terbaru. Termasuk Doraemon yang berkesan bagi generasi 90. Premier 19 Februari 2021,” ujar Suwanto kepada Kabarmalang.com, Selasa (16/2).

Synopsis

Doraemon, robot kucing abad 22, datang ke masa sekarang. Dia datang untuk menyelamatkan Nobita dari kesialan.

Dalam film, Nobita menemukan boneka beruang di kamarnya. Ternyata, ini adalah boneka peninggalan dari seorang nenek.

Baca Juga : Hari Ini Bioskop Malang Kota Sudah Kantongi Izin Satpol PP.

Saat TK, Nobita mendapatkan boneka dari Si nenek. Nobita pun menangis mengingat kebaikan Si nenek.

Sehingga, dia meminta Doraemon membawanya ke masa lalu. Dengan cara, menaiki mesin waktu di meja belajarnya.

Doraemon keberatan. Walaupun, akhirnya dia mengalah dengan rengekan Nobita.

Tetapi, Doraemon memberi syarat. Nobita tidak boleh bertemu langsung dengan masa lalunya. Karena, Nobita masa lalu masih umur 3 tahun.

Nobita masa kini pun menemui Si nenek. Secara mengejutkan, Si nenek bisa menerima kehadiran Nobita masa kini.

Dia juga ingin melihat istri Nobita. Sehingga, Doraemon membawa Nobita ke masa depan.

Nobita masa depan pun sama lemahnya dengan masa kini. Karena, dia kabur ke masa lalu, di hari pernikahannya dengan Shizuka.

Di sinilah plot Stand By Me Doraemon 2 terjadi. Bagi yang ingin tahu kelanjutannya, sebaiknya nonton saat premier.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com