Connect with us

Kabar Batu

Tak lama lagi, Kecamatan Bumiaji Bakal Miliki Dua Puskesmas

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Meningkatnya jumlah penduduk di Kota Batu terutama di daerah Kecamatan Bumiaji membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berwacana mendirikan puskesmas kedua dikawasan tersebut.

Wakil Walikota Batu Punjul Santoso menegaskan, bahwa puskesmas kedua ini rencananya akan dibangun di kawasan Desa Tulungrejo saat dikonfirmasi KABARMALANG.COM, Senin (20/07/2020).

“Lahan yang dibutuhkan ini antara 2000 m2 sampai 3000 m2, nah ini kami sudah survey lokasinya di Desa Tulungrejo karena puskesmas satunya ada di kawasan Desa Pandanrejo,” kata orang nomor dua di Kota Batu tersebut.

Ia juga menambahkan, dalam pembangunan fasilitas kesehatan untuk masyarakat umum tersebut, nantinya Pemkot Batu akan menggunakan pembiayaan dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau).

Ketika disinggung terkait dengan anggaran, Punjul masih belum bisa mengatakan besaran dana yang akan digunakan untuk membangun gedung tersebut.

Hal ini dikarenakan proses pembangunan puskesmas saat ini masih dalam proses DED (Detailed Engineering Design).

Terpisah, Kepala Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Batu drg Kartika Trisulandari mengatakan penambahan puskesmas itu dirasa cukup penting demi pelayanan masyarakat yang maksimal mengingat jumlah penduduk di Bumiaji juga cukup banyak hingga akan diadakan pemecahan Desa di kawasan Desa Tulungrejo.

“Yang penting kalau saat ini tanahnya sudah selesai secara administrasi, ada penetapan tanah dari pemkot batu dipergunakan untuk puskesmas,” tandasnya. (arl/fir)

 

Kabar Batu

TKD Tak Boleh Dihibahkan, Pembangunan Puskesmas Bumiaji 2 Terancam Mundur

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana rapat wacana pembangunan Puskesmas Bumiaji 2

 

KABARMALANG.COM – Wacana Pemkot Batu yang akan membangun Puskesmas Bumiaji 2 terancam mundur dari target karena terbentur dengan aturan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) nomor 1 tahun 2016 tentang pelarangan pengelolaan TKD (Tanah Khas Desa).

Oleh sebab itu pembangunan yang ditargetkan akan rampung pada tahun 2021 akan mundur 2022 sampai pemkot menemukan solusinya.

“Tidak mungkin memaksakan kehendak, malah nanti bisa melanggar aturan. Solusinya yaitu membeli lahan di sekitaran Desa Tulungrejo,” ungkap Ketua Komisi C Khamim Tohari pada Senin siang (28/09/2020).

Khamim juga menambahkan, Bapelitbangda (Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan Daerah) tidak memiliki opsi memindah bangunan puskesmas Bumiaji 2 dari desa Tulungrejo karena di desa tersebut memiliki aset tanah seluas 2000 meter persegi.

Terpisah, Kepala Bapelitbangda Kota Batu Susetya Herawan menerangkan bahwa pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu, mengingat prosesnya butuh waktu panjang mulai dari studi kelayakan dan disampaikan ke Pemprov.

Setelah itu akan ada kegiatan inventarisasi dan identifikasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah, penilaian, musyawarah, dan pemberian ganti kerugian.

“Baru setelah dikaji paling tidak akan bisa dianggarkan dalam P-APBD 2021. Jika saat ini telah memasuki pembahasan R-APBD 2021, maka anggaran pengadaan tanah untuk Puskesmas Bumiaji II tidak mungkin serta merta bisa dimasukkan,” tukasnya. (arl/fir)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Karantina Santri Al Izzah Batu Dibagi 3 Ruangan

Diterbitkan

||

Oleh

Foto : Konferensi pers melalui media sosial youtube oleh Ponpes Al Izzah

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 31 santri Ponpes Al Izzah Internasional Boarding School dinyatakan positif Covid-19. Mereka pun harus menjalani karantina selama 14 hari. Ponpes mengatur menjadi tiga ruangan berbeda.

Model karantina itu disampaikan langsung oleh Ponpes Al Izzah melalui Youtube. Dalam keterangannya, Koordinator Satgas Covid-19 Al Izzah,Azis Effendy mereview kesehatan para santri. Seluruhnya disampaikan dalam kondisi normal.

“Sudah melakukan fase karantina selama 14 hari dan alhamdulillah dari proses karantina ananda semua kondisinya dalam batas normal, terkondisikan, dan sangat kita kendalikan,” ungkapnya.

Azis menerangkan dalam masa karantina pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan tim konsultan dr. Mulyadi Subarjo.

Sementara dr. Mulyadi Subarjo membeberkan bahwa saat ini Al Izzah telah memberikan kategori tempat karantina untuk santri, yakni kategori abu-abu, hijau, dan merah.

Untuk kategori hijau, ditempati oleh santri yang memiliki kontak erat dengan santri yang dinyatakan positif covid-19,namun hasil swabnya negatif.

“Lalu untuk zona merah ditempati oleh santri yang terkonfirmasi Covid-19 dan kita pantau secara erat, bagaimana yang awalnya tidak bergejala dipantau supaya tidak sampai timbul gejala, dan untuk gejala ringan agar tidak sampai masuk dalam gejala yang berat,” beber dr Mulyadi.

Sedangkan untuk zona abu-abu ditempati oleh santri yang sekiranya dicurigai mengalami keluhan atau gejala yang mengarah ke Covid-19.

Dan selanjutnya akan dilakukan tes swab untuk memastikan apakah terpapar virus Covid-19 atau tidak.

Hingga berita ini diturunkan, Satgas Covid-19 Kota Batu belum dapat dikonfirmasi soal perkembangan terkini penanganan Covid-19 di Ponpes Al Izzah. (arl/rjs)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Meski Pandemi, Retribusi Parkir di Kota Batu Stabil

Diterbitkan

||

Oleh

Titik Parkir di Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Meski pandemi Covid-19 menghantam sistem perekonomian di seluruh daerah dan tak terkecuali di Kota Batu, pendapatan retribusi parkir nyatanya masih stabil sampai saat ini.

Hal ini disampaikan Kabid Perparkiran dan Dalops Dishub Kota Batu Nurbianto ketika dikonfirmasi di Balaikota Among Tani pada Senin siang (28/09/2020).

“Target kami pada tahun ini adalah Rp. 375 juta. Kalau sekarang sudah mencapai 60 persen jika dibandingkan dengan September tahun 2019 lalu,” terang Antok sapaan akrabnya.

Antok juga menerangkan adanya kestabilan bahkan peningkatan retribusi parkir ini dikarenakan adanya ledakan wisatawan pasca pemberlakuan masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tiga bulan lalu.

Antok menuturkan pada masa PSBB, bahwa pihaknya sempat merasakan tidak mendapatkan setoran sama sekali selama tiga bulan. Namun ketika masa PSBB dibuka mulai muncul titik-titik parkir baru dari tempat usaha.

“Contohnya di Ketan Susu yang ada dikawasan Jalan Diponegoro dan Ruko WOW. Disana parkirnya meningkat drastis,” tuturnya. Antok bahkan mengaku Dishub bisa menerima setoran rata-rata dalam kisaran Rp. 100 ribu sampai Rp. 150 ribu per Minggu.

Selanjutnya, Antok juga mengatakan pihak Dishub hingga saat ini masih melakukan penarikan retribusi parkir dengan memakai acuan Perda nomor 10 tahub 2010 tentang parkir di tepi jalan dengan tarif yang lama. Alasan Dishub tidak menerapkan Perda nomor 3 tahun 2020 dikarenakan masih belum efektif jika dilakukan sebelum adanya perwali dan tindakan nyata dari pemulihan ekonomi.

“Karena diperda yang baru ini tarifnya meningkat semua sebanyak 100 persen dan bahkan bisa meningkat sampai 200 persen saat weekend dan high season yang otomatis setoran jukir akan meningkat. Sedangkan ditempat usaha baru, ada jukir yang menyetor Rp. 50 ribu perminggu karena masih sepi,” ujarnya.

Oleh sebab itu tarif parkir yang masih diterapkan yakni Rp. 1000 ribu untuk kendaraan roda dua, Rp. 2000 ribu untuk kendaraan roda empat, dan Rp. 5000 ribu – Rp. 10.000 ribu untuk Bus dan kendaraan berat. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com