Connect with us

Kabar Batu

Terus Menunggu, Wisata Alam Kota Batu Terombang-ambing Nasibnya

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Memaasuki era new normal life pasca masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) nasib hotel, tempat penginapan dan tempat wisata buatan di Kota Batu mulai dibuka satu persatu.

Namun hal ini berbeda dengan wisata alam yang hingga saat ini masih belum dibuka, karena masih menunggu tim survey satgas pencegahan Covid-19 Kota Batu untuk meninjau lokasi atau memberikan rekomendasi.

“Segala persiapan dan persyaratan yang ditentukan Pemerintah Kota batu untuk membuka jalur pendakian sudah kami lakukan. Penyediaan alat cuci tangan, alat cek suhu tubuh, hingga bilik desinfektan sudah kami siapkan,” Hengki Hermawan Kepala Perhutani KPH Malang, Minggu (12/07/2020).

Ia bahkan juga mengaku, bahwa pihaknya telah memberikan pengajuan pada 2 Minggu lalu. Lebih lanjut, kawasan yang telah dilakukan izin dibukanya antara lain jalur pendakian Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Arjuno.

Tak hanya itu saja, pengajuan pembukaan wisata Coban Rais, Coban Talun, dan Coban Rondo juga masih belum tersentuh oleh tim survey satgas pencegahan Covid-19.

Terpisah, Maulana, Seketariat Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batu membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat pengajuan izin membuka dari Perhutani. Ia menambahkan bahwa surat pengajuan tersebut telah diberikan langsung kepada Walikota Batu Dewanti Rumpoko.

“Pengajuan jalur pendakian datanya sudah kami terima, dan tinggal menunggu survei dari Tim Satgas Covid-19 Kota Batu untuk mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pariwisata,” papar Maulana.

Sementara itu, ia juga menekankan bahwa saat ini Tim Satgas Covid-19 tengah melakukan survei ke sejumlah tempat wisata dan perhotelan di kota Batu.

Berdasarkan data, sebanyak 45 hotel, 15 villa, 11 tempat wisata, 3 tempat oleh-oleh, dan 5 tempat ibadah di kota Batu sudah mendapatkan rekomendasi Dinas Pariwisata dan kini sudah dibuka. (arl/fir)

 

Kabar Batu

KADIN Kota Batu Bakal Launching Koperasi Untuk Masyarakat

Diterbitkan

||

Oleh

Ilustrasi UMKM Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Kota Batu akan membangun Koperasi Mikawa untuk membangun kemajuan perekonomian masyarakat di Kota Batu.

Endro Wahyu Wijoyono, Ketua Kadin Kota Batu mengatakan bahwa koperasi ini nantinya bisa membantu mengatasi permodalan bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

“Kami pastikan bunganya rendah, dan ini juga khusus untuk masyarakat Batu,” terangnya kepada Kabarmalang.com pada Jumat (25/09/2020).

Selain itu, pembetukan koperasi ini juga merupakan salah satu progres refleksi Kadin Kota Batu selama satu tahun dan sekaligus untuk peringatan Kadin Indonesia yang ke 52 tahun.

Sementara itu Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kota Batu, Suryo Widodo yang mengatakan bahwa pemetaan potensi ini dilakukan sebagai dasar penguatan ekonomi. Sehingga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi terlebih saat ini masa pandemi Covid-19.

“Kami akan membangun ekonomi Kota Batu dengan mulai memetakan dasar potensi ekonomi yang ada di setiap desa/kelurahan. Serta, kualifikasi pelaku-pelaku usaha yang ada di seluruh Batu. Targetnya sekecil apapun potensi dan unggulan ekonomi bakal kita bantu baik dari segi permodalan, pemasaran, dan pengembangan,” tuturnya.

Menurut Suryo Widodo, dengan mengetahui potensi yang ada maka Kadin bisa membantu memfasilitasi untuk pengembangannya. Termasuk juga menciptakan pelaku usaha baru yang belum ada namun berpotensi besar di wilayah tersebut.

Kadin tentu menargetkan ekonomi Kota Batu bisa segera bangkit dan terus tumbuh sehingga dampak jangka panjangnya bisa dirasakan dan mensejahterakan masyarakat. Baik dari pertanian, peluang wisata dan lainnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Kasus Covid-19 Al Izzah, Masyarakat Sumberejo Butuh Keterbukaan Informasi

Diterbitkan

||

Oleh

Ponpes Al Izzah Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Merebaknya isu tentang ratusan santri ponpes Al Izzah Internasional Boarding School membuat keresahan tersendiri bagi warga Desa Sumberejo.

Menurut Kepala Desa Sumberejo, Riyanto mengungkapkan bahwa keresahan tersebut sebetulnya hal yang sangat manusiawi karena kurangnya informasi dari pihak Dinkes Kota Batu maupun dari pihak ponpes.

“Masyarakat memang membutuhkan keterbukaan informasi, tujuannya untuk berjaga-jaga dan mawas diri,” terangnya kepada Kabarmalang.com pada Jumat siang (25/09/2020).

Riyanto juga menerangkan bahwa tidak ada maksud untuk mengasingkan atau apapun namun lebih menuju tindakan preventif yang harus dilakukan oleh warga sekitar.

Lebih jauh, Riyanto menjelaskan pihak pemerintah desa hanya mendapatkan informasi adanya 31 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Al Izzah. Informasi tersebut diakui hanya sebatas itu karena banyak munculnya pemberitaan dari beberapa media.

Tak sampai disitu saja, kepala desa tersebut juga mengakui sebelum terjadinya kasus positif Covid-19 di ponpes, terdapat 38 pekerja dari Jawa Tengah datang ke Al Izzah.

Mereka adalah para pekerja yang mengerjakan pembangunan di pondok pria. 38 orang ini laki-laki semua dan sempat menginap di Balaidesa semalam. Namun Riyanto tidak dapat memastikan apakah ada kaitannya atau tidak antara kasus Covid-19 dengan para pekerja.

“Rencananya akan kami lakukan tes cepat. Belum tahu jumlahnya karena sampai saat ini tengah kami hitung,” tukasnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Dugaan Mark Up Lahan SMAN 3 Kota Batu, Akhir September Ditarget Naik Penyidikan

Diterbitkan

||

Oleh

SMAN 3 Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Cukup lama berkutatnya Kejaksaan Negeri Kota Batu dengan kasus dugaan mark up lahan SMAN 3 Kota Batu ditargetkan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu Supriyanto untuk bisa naik ke penyidikan pada akhir September.

Kepada kabarmalang.com, ia menekankan bahwa hingga saat ini sudah ada sekitar 45 saksi yang telah terpanggil.

“Bulan ini kami targetkan agar bisa menghasilkan kesimpulan. Kami harao bahkan bisa naik ke penyidikan,” tuturnya, Jumat (25/9/2020).

Supriyanto menambahkan pada aktifitas terakhir, Kejari Kota Batu telah berkoordinasi dengan MAPPI (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia) untuk memastikan apakah ada unsur pidananya.

Menurutnya, jangka waktu penyelidikan maksimal 14 hari. Namun jangka waktu itu bisa dipersingkat atau pun diperpanjang dengan mempertimbangkan kompleksitas perkara yang ditangani.

“Progres kedepannya akan berkoordinasi dengan BPKP (Badan Pengawas Keuangan Provinsi) dan BPN (Badan Pertanahan Nasional),” terangnya.

Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak mau terlewat satupun bukti yang dikumpulkan dan bertindak dengan kehati-hatian penuh. (arl/rjs)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com