Connect with us

Pemerintahan

Sambut Bupati, Warga Wonokerto Serentak Pasang Galon Cuci Tangan

Diterbitkan

||

Galon cuci tangan yang disediakan warga Wonokerto, Kecamatan Bantur.

KABARMALANG.COM – Ada yang menarik ketika Bupati Malang HM Sanusi berkunjung ke Kampung Tangguh, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kamis (25/6/2020).

Masyarakat setempat rela membeli air minum galon untuk cuci tangan dan diletakkan depan rumah masing-masing.

Pemandangan semacam itu serentak dilakukan oleh warga setempat. Tampak pada galon itu tertempel stiker bertuliskan ‘Tempat Cuci Tangan’.

Suprianto, salah satu warga mengaku, jika air galon yang diletakkan di depan rumahnya sengaja dibeli untuk menunjukkan kepada Bupati Malang bahwa di depan rumahnya tersedia tempat cuci tangan.

“Iya, mas, tadi beli karena infonya dadakan. Maka warga di sini rela membeli untum menyediakan air cuci tangan di depan rumah,” terang Supriyanto saat ditemui wartawan.

Sementara pada hari-hari biasa, diakui Sugiono tidak ada tempat air untuk cuci tangan.”Kalau hari-hari biasa tidak ada, haha,” pungkasnya sembari tertawa.

Pantauan di lapangan usai kunjungan Bupati Malang, galon-galon air serentak dimasukkan kembali ke dalam rumah oleh warga. (fir/rjs)

Advertisement

Pemerintahan

Korban Longsor Ketemu, Kapolresta Tutup Posko Bencana Sulfat

Diterbitkan

||

Kapolresta Malang Kota saat memimpin apel pembubaran tim SAR gabungan di Posko Terpadu. (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata mengapresiasi tim SAR. Kerja keras SAR gabungan mendapat jawaban baik dari Tuhan.

Korban longsor, Roland Sumarna, 40 akhirnya ketemu. Mayatnya ketemu di Bendungan Sengguruh Kepanjen, Rabu (20/1) pagi.

Jenazah korban sudah visum di KM RSSA. Pemakaman untuknya juga telah terhelat di TPU Kasin.

“Saya mengucapkan terima kasih. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada panjenengan (SAR gabungan, red). Semua telah bekerja keras tanpa mengenal lelah dan waktu,” ujar Leo, di Posko Terpadu, Rabu (20/1).

Baca Juga : Satu Rumah Longsor di Griya Sulfat Inside, Izin Pengembang Dikorek.

Tim SAR telah mencurahkan energinya untuk menjalankan tugas. Sehingga usaha mereka mendapat jawaban. Akhirnya, korban ketemu pada hari ini.

“Semoga amal kebaikan panjenengan menjadi ibadah. Semoga Allah SWT melindungi keluarga kita juga,” ungkapnya.

Leo tetap berpesan kepada seluruh tim SAR gabungan. Mereka harus tetap menjaga kesehatan. Pun, mencegah persebaran Covid-19.

“Upayakan baju-baju semuanya masuk dalam plastic. Cuci tersendiri. Pisahkan dari pakaian keluarga,” terangnya.

“Begitu pulang jangan langsung sentuh keluarga di rumah. Mandi dulu, bersihkan dulu,” imbaunya.

“Sampaikan salam hormat kami semua. Hari ini, kami menutup operasional posko penanggulangan bencana Sulfat,” ujarnya.

Sebelumnya,  tanah longsor terjadi Kelurahan Bunulrejo, Senin (18/1) sore. Satu orang pun hilang. Korban bernama Roland Sumarna, 40, warga Griya Sulfat Inside.

Tanah longsor terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Sementara, korban sedang membersihkan drainase tersumbat di depan rumahnya.

Korban jatuh terseret material longsor ke Sungai Bango. Setelah pencarian, tidak ada respon dan tanda-tanda korban.

Bagian rumah korban yang mengalami longsor, hanya halaman depan. Sementara, posisi rumah korban menghadap ke arah sungai. Jarak rumah hanya lima meter dari bibir Sungai Bango.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Wali Kota Malang Salati Jenazah Korban Longsor Bunulrejo

Diterbitkan

||

Wali Kota Malang,  Sutiaji (peci hitam) berdoa usai menshalati jenazah almarhum Roland Sumarna (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Roland Sumarna, 40, tiba di rumah duka Jalan Sadang. Rabu siang (20/1), ambulans membawa jenazahnya kepada keluarga.

Dialah korban longsor Perumahan Sulfat Inside. Setelah identifikasi di RSSA, jenazahnya pulang untuk pemakaman.

Wali Kota Malang, Sutiaji juga hadir bersama jajarannya. Dia juga menyalati jenazah Roland.

Sebelum penguburan Roland, Sutiaji sempat memberi sambutan. Baca Juga : Keluarga Pastikan Mayat di Sengguruh Adalah Roland Korban Longsor.

“Saya bersama Pemkot Malang turut berbela sungkawa. Mudah-mudahan Allah SWT menerima amal kebaikannya. Dan, mengampuni dosa-dosanya,” ujar Sutiaji, Rabu (20/1).

Sutaji mendengar bahwa Roland adalah warga yang peduli sesama. Dia mendoakan agar amal perbuatan Roland diterima Allah SWT.

Sutiaji juga mendoakan keluarga Roland mendapat kesabaran dan ketabahan. Menurut Sutiaji ini bagian takdir Tuhan.

“Bahwa ini adalah yang terbaik. Bisa jadi menurut kita tidak baik. Tetapi, Allah SWT punya catatan bahwa ini yang terbaik. Kita ikhlaskan almarhum ini. Mudah-mudahan Allah menerima amal kebajikannya,” jelasnya.

Menurutnya, kematian menjadi pelajaran berharga bagi seluruh umat. Baca Juga : Warga Bunulrejo Terseret Longsor, Basarnas Turun Tangan.

“Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan. Cukup bagi kita tidak usah ceramah ke mana-mana. Cukup dengan kematian. Itu sudah menjadi pembelajaran,” imbuhnya

Sutiaji berpesan bahwa semua manusia akan mati. Sehingga, jangan berlaku sombong di muka bumi. Gunakanlah kehidupan ini untuk kebaikan umat.

“Maka ayo kita gunakan sekarang masa Covid-19. Apa yang diinstruksikanan oleh negara, kita taati dan ikuti. Insyallah itu adalah perbuatan baik,” ungkapnya.

Dia juga ingat pesan istri Roland saat peninjauan longsor. Istri korban meminta suaminya bisa segera ketemu.

“Alhamdulillah sudah cepat ketemu. Bagi yang tidak bisa mengantar ke pemakaman, mohon doanya. Agar almarhum di terima di sisi-Nya,” tutupnya.

Setelah itu, jenazah korban menuju makam di TPU Kasin.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkot Bongkar Penghalang Drainase Jembatan Bandulan

Diterbitkan

||

Proses pembongkaran penghalang saluran air di Jembatan Bandulan (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Cuaca ekstrem melanda Kota Malang sejak Senin (18/1). Imbasnya, sejumlah titik tergenang, misalnya Jembatan Bandulan.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso membenarkan. Penyebab banjir tersebut karena banyaknya drainase tertutup beton.

“Banjir bandulan itu air dari Pandanlandung ya. Ada banyak saluran air kami tertutup beton,” kata Soni, sapaannya, kepada wartawan, Rabu (20/1).

Soni mengatakan, curah hujan tinggi juga merobohkan dinding saluran. Akibatnya, air mengalir dari Jalan Jupri ke arah Barat.

Baca Juga : Wali Kota Sutiaji Sidak Jembatan Bandulan Ambrol.

“Itu karena dinding saluran pengairan Jalan Kelapa Sawit roboh. Akibatnya airnya tersumbat. Kemudian masuk ke Jalan Kelapa Sawit. Lalu, turun ke jalan Jupri ini,” terangnya.

DPUPRPKP sudah melakukan antisipasi banjir. Yakni, membuat avur di sejumlah titik. Pembersihan sedimen. Juga, membongkar dinding penghalang drainase.

“Antisipasi warga yang cor drainase. Nanti akan bongkar itu. Ganti ram besi semua,” jelasnya.

DPUPRPKP sendiri kerap sosialisasi kepada masyarakat. Jangan menutup drainase dengan beton.

“Sosialisasi kami di daerah Bandulan sudah sering. Tanya saja Bu Lurah. Wilayah Bandulan, Gajayana, dan Galunggung,” terangnya.

Baca Juga : Jalan Gajayana Ambles, DPUPRPKP Target 2 Minggu Tuntas.

Wali Kota Malang, Sutiaji sepakat. Dia mengimbau DPUPRPKP membuat avur-avur sebanyak mungkin. Yaitu mulai dari Bandulan atas sampai jembatan.

“Untuk itu kawasan ini perlu normalisasi. Informasinya banyak penutupan-penutupan saluran di sekitar sini. Nantinya akan ada pembongkaran sedimen. Juga, cor-coran yang menghalangi saluran air,” jelas Sutiaji.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement HUT PDIP ke 48

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com