Connect with us

Pemerintahan

Biaya Tes Corona Untuk PDP dan ODP Ditanggung Pemkab Malang

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang akan memfasilitasi tes Covid-19 bagi warganya yang berstatus Pasien Dalam Pantauan (PDP) dan Orang Dalam Pantauan (ODP). Sebagian dari mereka merupakan kerabat dari pasien positif Covid-19 yang meninggal di RS dr Saiful Anwar (RSSA) pada 14 Maret 2020.

“Karena biayanya mahal, kami memfasilitasi bagi warga dalam kategori dalam pantauan, ODP dan orang-orang diduga memiliki riwayat keterkaitan. Semuanya kami biayai,” ujar Sanusi kepada wartawan,Kamis (19/3/2020).

Sanusi tak menutup ruang bagi warga lainnya yang ingin memeriksakan kondisi kesehatannya pasca merebaknya wabah Corona. Masyarakat bisa datang langsung ke Posko Kedaruratan Bencana Non Alam Covid-19 yang didirikan Pemkab Malang.

“Atau mendatangi RSUD Kanjuruhan. Jika ingin lebih dekat, maka bisa memeriksakan diri di puskesmas setempat,” beber Sanusi.

Menurut Sanusi, sudah menjadi kewajiban bagi Pemkab Malang untuk melindungi dan menyelamatkan nyawa warga Kabupaten Malang ditengah ancaman penyebaran virus Corona.

“Ini sudah menjadi kewajiban, karena ini menyangkut nyawa warga Kabupaten Malang. Berapapun akan kita biayai, sementara ini kita siapkan Rp 6 miliar. Jika nanti kurang akan kita tambah,” tutur Sanusi.

Sanusi mengaku, hasil telekonference bersama seluruh camat dan Muspika di wilayah Kabupaten Malang belum menemukan adanya penyebaran Covid-19. Namun, ada satu wilayah yakni Dau yang diduga salah satu warganya positif terinfeksi Covid-19.

“Untuk wilayah Kabupaten Malang sampai hari ini belum terdeteksi adanya penyebaran Covid-19. Namun, ada diduga positif di Dau. Kami sudah melakukan tracking dan mengidentifikasi orang-orang yang melakukan kontak langsung,” akunya.

Untuk kasus di Dau itu, lanjut Sanusi, ada lima orang yang terindentifikasi berkaitan atau memiliki kontak langsung dengan pasien tersebut. Pihaknya belum dapat menentukan langkah lebih jauh bagi kelima orang tersebut.

“Apa keputusannya kita menunggu hasil rakor bersama Ibu Gubernur sore ini. Karena ini merupakan kewenangan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan penanganan terhadap lima orang tersebut. Sore ini juga, Ketua Satgas bersama Kadinkes akan berkoordinasi dengan RSSA,” urainya.

Terpisah, Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Bambang Istiawan menambahkan, jika kelima orang tersebut masuk dalam kategori orang dalam pantauan (ODP).

Mereka merupakan anggota keluarga dari salah satu warga Dau yang diduga terindikasi positif Covid-19. “Lima orang itu adalah kakek, nenek, dan anak-anak dari pasien yang diduga positif itu,” imbuh Bambang. (rjs/fir)

Pemerintahan

Walikota Sutiaji: Perilaku Bersih adalah Kebutuhan, bukan Kewajiban

Diterbitkan

||

Oleh

Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji

 

KABARMALANG.COM – Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji dalam kehadirannya pada Kegiatan World Cleanup Day di Kelurahan Sukun RW 03, mengungkapkan bahwa perilaku menjaga kebersihan bukan hanya menjadi kewajiban, tetapi kebutuhan.

“Bahwa ternyata kebersihan menjadi kunci dari sebuah kesehatan, dan kesehatan jadi kunci keberhasilan-keberhasilan selanjutnya. Saya kira itu yang perlu kita tanamkan pada peringatan kali ini,” ujar Sutiaji, Rabu (23/09/2020).

Sutiaji sangat mengapresiasi masyarakat dan segenap perangkat RW 3 Kelurahan Sukun, karena sudah mampu melestarikan kebersihan sejak tahun 2012.

“Saya mengapresiasi, karena ini sudah menjadi perilaku masyarakat dan gak dibuat-buat, susah kalau kita bisa berjalan sekian tahun, tanpa adanya kebiasaan,” sambung Sutiaji.

Dalam agenda ini juga ada proses pemilahan sampah dari masyarakat. Terkait hal itu, menurut Sutiaji, apa yang diciptakan Tuhan tidak ada yang tidak berguna, di saat manusia itu mempunyai inovasi dan kreasi.

Di saat yang bersamaan juga diadakan webinar dengan kampung-kampung lain untuk membahas tentang gerakan perilaku bersih.

“Saya kira ini bisa diviralkan , sehingga menjadi kebiasaan dan tabiat warga Kota Malang,” tutup Sutiaji. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Buka Lowongan Kerja Di Tengah Pandemi Covid-19

Diterbitkan

||

Oleh

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo

 

KABARMALANG.COM – Sudah menjadi rahasia umum, bahwa mencari pekerjaan di tengah pandemi Covid-19 saat ini cukup sulit. Alih-alih lowongan pekerjaan, perusahaan justru banyak yang merumahkan karyawannya.

Namun berbeda dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Pihaknya justru membukan lowongan pekerjaan honorer alisa Non PNS di tengah pandemi untuk 115 Calon Tenaga Kerja Kesehatan.

Ada 15 formasi yang dibutuhkan oleh Dinkes Kabupaten Malang. Rinciannya Dokter umum sebanyak 65 orang, dan 13 Dokter Gigi, serta 39 tenaga administrasi.

“Sebenarnya kekurangan tenaga kerja ini sudah sejak sebelum masa pendemi Covid-19. Tapi di tengah pandemi ini jutru semakin membutuhkan,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo.

Ditanya apakah nanti calon tenaga kerja itu nantinya juga akan bekerja sebagai petugas Covid-19, Arbani membenarkan.

“Iya termasuk untuk itu (Covid-19). Makanya untuk dokter umum dan dokter gigi kita membutuhkan yang mumpuni sekaligus mampu berkomitas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mantan Direktur RSUD Lawang itu mengatakan bahwa mayoritas calon tenaga dokter nantinya akan ditempatkan di UPT Puskemas di seluruh Kabupaten Malang.

“Idealnya satu dokter menangani 5000 pasien. Termasuk nanti calon tenaga kerja dokter yang diterima di sini. Jadi harus bisa menangani minimal 5000 pasien,” tutupnya. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Walikota Sutiaji Menerima Tim Penilai Lomba Terminal Sehat

Diterbitkan

||

Oleh

Walikota Sutiaji Menerima Tim Penilai Lomba Terminal Sehat

 

KABARMALANG.COM – Walikota Malang H. Sutiaji menerima tim penilai lomba terminal sehat pada hari Selasa (22/09/2020) di Terminal Madyopuro Kota Malang.

Walikota Sutiaji didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan, Handi Priyanto, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Sri Winarni dan Kabag Humas Kota Malang, Nurwidianto menerima tim penilai yang dipimpin oleh Mulia Utama dari BPTD wilayah XI Jawa Timur.

“Dengan lahan yang luas dan terbilang cukup asri, terminal ini juga berpotensi untuk dapat dikembangkan lebih lanjut,” ujar Mulia.

Kota Malang, lanjut Mulia, adalah satu-satunya kota di Jawa Timur yang masih memiliki terminal tipe C dan masih sangat produktif.

“Saya berharap terminal madyopuro dapat mewakili Jawa Timur di ajang perlombaan selanjutnya,” tambah Mulia.

Sementara itu, Walikota Sutiaji menyampaikan rasa syukurnya karena pada pagi hari ini Kota Malang menerima Tim Penilai Terminal Sehat. “Kita berharap nanti akan ada evaluasi sehingga terminal madyopuro dapat semakin berkembang, karena kita ingin menjadi yang terbaik,” tegasnya.

Sutiaji juga menambahkan bahwa kedepan terminal madyopuro akan dijadikan terminal wisata dan rest area bagi apra pengunjung yang akan masuk ke Kota Malang serta ingin berwisata ke kawasan Bromo Tengger Semeru.

“Lahan yang ada akan terus kita perbaiki, fasilitasnya pun akan ditambah, dengan demikian terminal madyopuro akan semakin ramai,” tandasnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com