Connect with us

Olahraga

Exco PSSI Malang Rochman Hadi Bungkam Terkait Protes Biaya Piala Soeratin 2026 Rp3,25 Juta

Published

on

IMG 20260713 113312
Gelombang protes seputar mahalnya biaya pendaftaran Piala Soeratin U-13 dan U-15 tahun 2026 yang digelar Askot PSSI Kota Malang (istimewa)

KABARMALANG.COM – Gelombang protes seputar mahalnya biaya pendaftaran Piala Soeratin U-13 dan U-15 tahun 2026 yang digelar Askot PSSI Kota Malang memasuki babak baru setelah pihak otoritas kompetisi memilih bungkam.

Rochman Hadi, yang menjabat sebagai Exco Bidang Kompetisi Askot PSSI Kota Malang periode kepengurusan 2022-2026, diketahui belum mengangkat telepon maupun memberikan respons resmi saat dihubungi awak media pada Senin (13/7/2026) siang.

Sikap menutup diri ini kian memicu ketidakpastian di kalangan pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB) lokal yang saat ini tengah meradang dan keberatan atas tarif registrasi senilai Rp3.250.000 per tim yang dinilai sepihak pasca-penutupan pendaftaran semalam.

Upaya Konfirmasi ke Pihak Exco Kompetisi Askot PSSI Malang

​Guna berimbangan berita (cover both sides), awak media telah mencoba menghubungi Rochman Hadi selaku penanggung jawab regulasi kompetisi usia dini di Malang.

Namun, hingga tenggat waktu pembaruan berita ini, saluran komunikasi sang pejabat masih belum memberikan jawaban:

​Panggilan Telepon Ditolak/Diabaikan: Upaya panggilan telepon langsung ke nomor seluler Rochman Hadi berulang kali berdering namun belum diangkat.

​Pesan Konfirmasi Belum Dibalas: Pesan singkat mengenai desakan transparansi anggaran dari para peserta Piala Soeratin terpantau belum mendapatkan respons.

​Dampak di Lapangan: Sikap diam dari jajaran Exco Kompetisi ini membuat manajemen klub berspekulasi bahwa pihak panitia tetap akan memaksakan nominal Rp3,25 juta tersebut pada agenda Match Coordination Meeting (MCM) mendatang.

Akar Masalah: Alokasi 17 Tim yang Mencekik SSB Mandiri

​Polemik finansial ini mencuat setelah panitia mengumumkan bahwa jumlah pendaftar sementara hanya menyentuh 17 tim peserta (di bawah estimasi anggaran awal).

Untuk menyiasati defisit pembiayaan perangkat pertandingan dan sewa lapangan, panitia merevisi anggaran dengan membebankan biaya tinggi kepada klub yang tersisa.

​”Kami butuh kejelasan dari Pak Rochman Hadi selaku Exco Kompetisi. Pembinaan usia muda U-13 dan U-15 ini tidak boleh mati hanya karena salah kalkulasi anggaran operasional dari pihak Askot,” tegas salah satu pengurus SSB yang turut melayangkan keberatan.

Rangkuman Update Polemik Piala Soeratin Kota Malang

Unsur Berita

Detail Perkembangan Terkini

Status / Dampak

Pejabat Bertanggung Jawab

Rochman Hadi (Exco Bidang Kompetisi 2022-2026)

Belum Mengangkat Telepon / Bungkam

Pemicu Protes

Biaya Pendaftaran Sebesar Rp3.250.000 per Tim

Dianggap Terlalu Mencekik Wali Murid

Kondisi Kuota

Baru Terkumpul Hitungan Sementara 17 Tim

Panitia Mengubah Estimasi Anggaran

Tuntutan Klub

Transparansi & Dialog Terbuka Sebelum MCM

Terancam Boikot Massal

Klub-klub lokal independen kini berharap jajaran kepengurusan Askot PSSI Kota Malang periode 2022-2026 segera membuka ruang dialog terbuka demi menyelamatkan nasib ratusan pesepak bola muda di Malang Raya sebelum jadwal pembagian grup (drawing) resmi digulirkan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Advertisement

Terpopuler