Connect with us

Serba Serbi

Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Tembus Rp17.614 per Dolar AS

Published

on

IMG 20260516 171833
Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) ambruk hingga menyentuh level Rp17.614 per Dolar AS (istimewa)

KABARMALANG.COM – Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) ambruk hingga menyentuh level Rp17.614 per Dolar AS pada penutupan perdagangan pasar spot internasional teranyar, Sabtu, 16 Mei 2026.

Kejatuhan ini menandai level terlemah sepanjang sejarah (all-time low) bagi mata uang Garuda, melampaui rekor kelam titik terendah masa krisis moneter 1998 yang kala itu tertahan di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000.

Melempemnya performa mata uang domestik dipicu oleh kombinasi sentimen kenaikan imbal hasil obligasi AS (The Fed) serta beban fiskal dalam negeri.

Sehingga memaksa perbankan nasional seperti Bank BNI memperlebar jarak (spread) kurs jual-beli valas guna mengantisipasi gejolak pasar modal yang kian dinamis.

Detail Kurs Ritel Beberapa Mata Uang Utama (Informasi Valas BNI)

​Bagi para pelaku bisnis ekspor-impor, investor, dan pelaku remitansi, berikut adalah acuan nilai transaksi ritel terbaru di salah satu bank BUMN penunjuk resmi:

3 Faktor Utama Pemicu Kejatuhan Rupiah

​Merosotnya nilai tukar garuda di pertengahan Mei 2026 ini dipengaruhi oleh tiga sentimen krusial:

​Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS: Angka inflasi AS yang melonjak melampaui perkiraan memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan bersikap lebih agresif dengan menaikkan suku bunga acuan.

​Efek Geopolitik Global: Penguatan indeks Dolar (DXY) secara masif terdorong oleh optimisme pasar global menyambut rencana pertemuan bilateral tingkat tinggi antara Pemimpin China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump.

​Defisit Fiskal Domestik: Adanya tekanan beban finansial akibat besarnya realisasi belanja pemerintah di awal tahun yang berdampak pada defisit keseimbangan primer dalam negeri.

Respons Pemerintah & Dampak Sektor Ril

​Meskipun pasar keuangan domestik sedang terguncang, jajaran pemerintahan meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik.

​Tanggapan Presiden RI: Saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa rekor pelemahan nilai tukar ini tidak akan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat pedesaan karena mayoritas rantai pasok ekonomi mikro tidak bertransaksi memakai mata uang asing.

Pemerintah menjamin ketahanan nasional di sektor vital seperti pangan dan energi masih berada dalam batas aman.

Advertisement

Terpopuler