Connect with us

Pemerintahan

Kasus Kekerasan Anak di Kota Malang Tembus 200 Laporan, Dinsos Gencarkan Gerakan ‘Berani Speak Up’

Published

on

IMG 20260223 234929
Sekretaris Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Kenprabandari Aprilia

KABARMALANG.COM – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang merilis data mengejutkan terkait angka kekerasan sepanjang tahun 2025.

Tercatat, hampir 200 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dilaporkan terjadi di wilayah Kota Malang.

​Dari total laporan tersebut, mayoritas atau sekitar 60 hingga 80 persen didominasi oleh kasus kekerasan terhadap anak, termasuk di dalamnya perundungan (bullying) dan kekerasan seksual.

Daftar Isi

Darurat Kekerasan Anak di Kota Layak Anak

​Sekretaris Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Kenprabandari Aprilia, mengakui bahwa meskipun Kota Malang telah empat kali meraih predikat Kota Layak Anak, tren kekerasan masih menjadi tantangan besar.

​“Tahun 2025 kemarin memang masih banyak kasus. Harapannya di 2026 ini angka tersebut bisa ditekan melalui gerakan masif yang kami bangun,” ungkap Kenprabandari.

Strategi 2026: Gerakan ‘Berani Speak Up’ dan Forum Anak

​Menghadapi tantangan ini, Pemkot Malang melalui Dinsos P3AP2KB meluncurkan beberapa langkah strategis:

Gerakan Berani Speak Up: Edukasi agar korban tidak takut melapor untuk memutus rantai kekerasan.

Penguatan Forum Anak: Melibatkan penyintas untuk mendampingi korban baru agar mereka merasa mendapatkan dukungan moral.

​Kolaborasi dengan Media: Menggandeng PWI Malang Raya melalui deklarasi Jurnalis Ramah Anak untuk memastikan pemberitaan kasus anak tetap mematuhi kode etik dan bersifat edukatif.

​“Semakin banyak yang berani bersuara, semakin sempit peluang pelaku untuk beraksi. Jurnalis adalah motor penggerak edukasi bagi masyarakat,” tandasnya. (adv)

Advertisement

Terpopuler