Connect with us

Peristiwa

IHSG Tembus Level 8.100: Harapan Baru dari Pertemuan BEI & MSCI

Diterbitkan

,

IHSG Hari Ini 25 Maret 2026: Menguat Tajam 1,12% ke Level 7.186 Usai Libur Lebaran
Pasar modal Indonesia sedang berada dalam sorotan positif. Dibuka pada level 8.027,21 (istimewa)

KABARMALANG.COM – Pasar modal Indonesia sedang berada dalam sorotan positif. Dibuka pada level 8.027,21, IHSG langsung tancap gas menguji batas atas di 8.140,86.

Momentum ini menjadi angin segar setelah pasar sempat mengalami volatilitas yang menguras energi investor di awal tahun.

Sentimen Strategis: Metodologi Free Float & MSCI

​Pertemuan hari ini antara BEI dan MSCI adalah kunci utama pergerakan indeks.

Target: Penyelarasan metodologi free float bertujuan agar bobot saham Indonesia dalam indeks global (MSCI Emerging Markets) tetap kompetitif.

​Dampak: Jika kesepakatan tercapai, diprediksi akan ada aliran dana asing (foreign inflow) besar-besaran yang kembali masuk ke bursa kita, mengakhiri tren jual bersih (net sell) asing belakangan ini.

Analisis Teknikal: Menuju Resisten 8.215

​Secara teknikal, IHSG sedang membentuk pola bullish continuation yang kuat.

​Support: 8.011 (Level pertahanan kunci).

Resistance: 8.200 – 8.215. Jika penutupan sesi sore nanti berhasil bertahan di atas 8.130, maka peluang untuk menuju rekor tertinggi baru di level 8.200-an pada akhir pekan ini terbuka sangat lebar.

Saham Pilihan untuk “Watchlist” Sesi II

​Investor asing mulai terpantau kembali masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar (Big Caps):

Kode Saham

Emiten

Analisis Singkat

BBCA

Bank Central Asia

Penopang utama indeks, target harga jangka menengah Rp11.200.

BMRI

Bank Mandiri

Menarik untuk dikoleksi seiring dengan rilis kinerja tahunan yang solid.

ASII

Astra International

Mengalami technical rebound setelah jenuh jual di pekan lalu.

TLKM

Telkom Indonesia

Mulai menunjukkan akumulasi halus di area harga bawah.

Pengaruh Global & Regional

​Meskipun Wall Street (Dow Jones & S&P 500) mengalami koreksi tipis, dampaknya ke IHSG cenderung terbatas.

Hal ini disebabkan karena investor lebih fokus pada sentimen domestik (MSCI) yang dianggap lebih fundamental bagi pasar Indonesia saat ini.

Namun, waspadai potensi profit taking (ambil untung) di akhir sesi jika bursa regional Asia lainnya melemah.

Iklan

Terpopuler