Connect with us

Serba Serbi

Arema Perlu Kerja Keras di Piala Gubernur Jatim 2020

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Pelatih Arema FC Mario Gomez mengatakan, timnya butuh kerja keras di turnamen Piala Gubernur Jawa Timur 2020. Agar bisa maksimal berlaga di Liga 1 mendatang.

Gomez menyebut, kemampuan fisik anak asuhnya terus digenjot. Dia menghitung, ketahanan fisik Hendro Siswanto dkk telah mencapai 60 persen. Dirinya yakin, saat kompetisi Liga 1 2020 digelar. Fisik pemain Arema telah memuncak dan siap menjuarai liga bergensi sepakbola di Indonesia itu.

“Tahun lalu, Arema juarai Piala Presiden. Tetapi tidak seperti di Liga 1 yang berhenti di urutan 9. Dalam kompetisi Liga 1 harus konsisten, pemain butuh kerja keras dan Piala Gubernur ini sangat penting untuk mengasahnya,” kata Mario Gomez kepada wartawan di kantor Arema FC, kemarin sore.

Dikatakan, dua hari lalu tim Arema berlatih selama dua jam lamannya, pada hari ini kembali berlatih selama 1,5 jam. Intensitas berlatih ini, lanjut Mario, akan terus berjalan sampai menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 pada 2 Maret 2020 mendatang.

“Latihan fisik dua hari lalu selama 2 jam, hari ini 1,5 jam. Ini tidak akan berhenti, dan Arema akan terus bekerja keras. Karena hal terpenting adalah 2 Maret dimana kompetisi Liga 1 dimulai,” ujar pelatih asal Argentina ini.

Terkait dengan pertandingan menghadapi Sabah FC di turnamen Piala Gubernur 2020. Gomez menuturkan, anak asuhnya sangat termotivasi untuk memenangkan pertandingan. Jika ada kesalahan di lapangan saat pertandingan berjalan, dia menilai itu merupakan hal wajar. Karena pertandingan sore nanti merupakan laga pra musim.

“Pemain sangat termotivasi untuk menang, jika ada niat crossing justry terjadi umpan pendek, misalnya itu adalah hal wajar karena ini pra musim,” ungkap mantan pelatih Persib Bandung ini. Gomez kembali memastikan secara prosentase kondisi fisik anak asuhnya telah di titik 60 persen. Sementara kemampuan taktik tim baru mencapai 40 persen.

Agar semua maksimal tim diminta olehnya untuk bekerja keras di pra musim. Dia melihat anak asuhnya juga membutuhkan waktu untuk adaptasi. “Masih perlu adaptasi, karena ada pemain baru, teman baru, pelatih baru. Agar semua bisa maksimal di Liga 1. Karena itu butuh waktu untuk adaptasi,” pungkasnya.

Arema FC tergabung dalam grup B bakal menghadapi Sabah FA di turnamen Piala Gubernur Jawa Timur 2020 yang dihelat di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (11/2/2020), sore nanti. (fir/rjs)

Serba Serbi

Jelang Arema FC Jamu Borneo, Polres Malang Siapkan Laga Tanpa Penonton

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Kompetisi Shopee Liga 1 2020 yang dihentikan di pekan ke-3 pada Maret 2020 silam akan dihelat kembali mulai 1 Oktobee nanti.

Tim kebanggaan warga Malang Raya, Arema FC akan berlaga pada 13 Oktober nanti melawan Borneo FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Pada saat laga itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan sudah membuat beberapa persiapan untuk mengantisipasi antusiasme supporter Aremania. Sebab dalam laga itu, sebagaimana ketetapan dari manajemen liga 1.

“Kan pada setiap laga tidak boleh ada satu pun penonton. Tapi untuk antisipasi adanya antusiasme supporter nanti kita akan membuat antisipasi untuk memastikan tidak ada penonton,” terang saat dikonfirmasi, Sabtu (26/09/2020) sore.

Antisipasi yang akan dilakukan oleh jajaran Polres Malang menurut Hendri yakni berupa sterilisasi dan sosialisai, serta koordinasi dengan pihak panpel (panitia pelaksana).

“Untuk sterilisasi nanti kita akan berjaga di area Stadion Kanjuruhan. Tiga jam sebelum pertandingan nanti tidak boleh ada yang masuk lagi ke dalam Stadion,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu juga mengatakan akan melakukan sosialisasi di setiap kecamatan bersama Muspika, serta akan menyediakan layar agar supporter dapat menonton bareng (nobar) di kecamatan masing-masing.

“Nanti akan kita koordinasikan di setiap kecamatan. Supaya suporter tidak perlu hadir di Stadion untuk menonton klub kesayangannya (Arema, red),” tutup Hendri. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Di Bululawang Ada Pameran Bonsai Terbesar Pertama Kali Di Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Salah satu jenis bonsai yang didisplay dalam pameran bonsai di Kecamatan Bululawang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Bagi masyarakat yang hoby koleksi tanaman unik, di Malang kini ada pameran bonsai. Tepatnya di Rest Area Kecamatan Bululawang. Ada sekitar 270 bonsai yang mengikuti pameran regional yang digelar oleh PBB (Paguyuban Bonsai Bululawang) itu.

Setiap bonsai yang ikut dalam pameran bertajuk ‘Kabupaten Malang Bersemi’ itu nantinya akan dinilai oleh panitia. Salah satu panitia penyelenggara, Puguh Beni Wahyudi mengatakan pameran yang digelarnya itu merupakan yang pameran terbesar pertama kalinya di Kabupaten Malang.

Bahkan, tidak hanya dari Malang Raya, pameran bonsai diikuti hingga Kalimantan, Sumatera dan Bali.

“Ada dari Malang Raya, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatera, Bali. Itu yang datang bonsainya saja, dikirim lewat paket, orangnya tidak ikut,” kata Puguh, Jumat (25/09/2020).

“Penilaiannya meliputi bentuk, umur, keserasian dengan pot. Lebih tua, bonsai itu lebih bagus. Ini bukan berdasarkan ukuran. Pohon apa saja bebas. Cuma satu kelas, regional,” terangnya.

Puguh pun menyebutkan, pada umumnya ada empat kelas pameran bonsai. Prospek, regional, madya dan utama.

“Prospek ini yang masih bahan saja. Regional setengah jadi. Madya itu yang baik sekali bisa dapat sertifikat untuk ikut utama,” ucapnya.

Pada pagelaran pameran bonsai itu, penyelenggara tidak lupa menerapkan protokol kesehatan. Pengunjung pameran dibatasi maksimal 20 orang.

“Demi kesehatan dan keamanan. Biar gak berjubel di dalam, juga demi keamanan bonsai itu sendiri,” tukas Puguh. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Pembuatan Batik, Sandhya Nusantara Berdayakan Masyarakat Sekitar

Diterbitkan

||

Oleh

Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun dalam proses pembuatan batik

 

KABARMALANG.COM – Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun, Kota Malang pada Jumat (25/09/2020). Ini dilakukan Sandhya Nusantara dalam proses pembuatan batik.

Selain sebagai galeri dan toko menjual batik, tempat tersebut juga sebagai rumah. Galeri Sandhya Nusantara ini dikelola oleh Nena Bachtiar.

“Jadi awalnya itu, saya sendiri adalah penyuka batik. Suka dengan budaya-budaya Indonesia,” ujarnya, kepada Kabarmalang.com.

Kemudian, lanjut Nena, ikut pelatihan mandiri karena pada waktu itu pelatihan dari instansi masih belum ada. Ketika, ada pelatihan dari instansi akhirnya ia diundang setelah itu Nena memberdayakan masyarakat sekita.

Nena mengatakan, bentuk pemberdayaan yang diberikan kepada masyarakat dengan mengadakan pelatihan membatik bagi ibu-ibu di RW 03 diantaranya nyanting dan pewarnaan.

“Kalau ada pesanan, kita mengajak ibu-ibu. Ada yang nyanting dan pewarnaan. Sandhya Nusantara beranggotakan 15 orang dari RW 03,” katanya.

Untuk pemesanan dari luar Kota Malang juga ada, seperti dari Surabaya dan Nusa Tenggara Barat. Terakhir, ada mahasiswa dari Malaysia, datang melalui akses dari Universitas Brawijaya.

“Sebelum ada pandemi kita ada pesanan baik itu custom, seragam, dan lainnya. Saat pandemi kita terimbas, alhamdulillah pesanan custom tetap ada, walaupun gak sekencang sebelumnya,” lanjutnya.

Nena berharap, pemberdayaan untuk ibu rumah tangga ini bisa meningkatkan perekonomian mereka sendiri maupun untuk masyarakat. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com