Connect with us

Pemerintahan

Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Stunting, Wawali Malang: Tetap Jadi Prioritas Utama

Diterbitkan

,

IMG 20251209 184343
Kepala Dinsos P2AP3KB, Donny Sandito (istimewa)

KABARMALANG.COM – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan bahwa pengentasan stunting tetap menjadi prioritas utama Pemkot Malang, meskipun ada isu efisiensi anggaran pada 2026.

Ali Muthohirin juga menekankan, isu efisiensi tidak akan memengaruhi upaya penanganan stunting yang masih memiliki potensi kasus pada lebih dari 2.000 balita.

​Pernyataan tersebut di sampaikan usai Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang di selenggarakan Dinsos P2AP3KB di Mini Block Office Balaikota Malang.

​Ia menyebut, penurunan stunting sejalan dengan RPJMN 2025-2029, khususnya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah di rancang sebagai program nasional.

​”Sebenarnya di Program MBG 10% ada kewajiban untuk (pemenuhuan gizi) ibu hamil,  10% dari kuota tiap dapur itu di arahkan untuk penuntasan stunting,” ungkap Wawali.

Dengan memaksimalkan alokasi ini, ia yakin percepatan penurunan stunting tidak terganggu isu efisiensi anggaran.

​Data e-PGGBM per Oktober 2025 menunjukkan jumlah balita stunting di Kota Malang tersisa 8,51% (setara 2.887 balita).

Untuk mencapai target penurunan, Pemkot menerapkan strategi hulu ke hilir, meliputi:

​Bimbingan perkawinan dan pemeriksaan kesehatan calon pengantin.

​Peningkatan cakupan ASI eksklusif dan pemberian PMT pada ibu hamil/balita kurang gizi.

​Penguatan ketahanan pangan bergizi dan pendampingan keluarga berisiko.

​Kepala Dinsos P2AP3KB, Donny Sandito, menambahkan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi dan mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta merumuskan solusi bersama.

Advertisement

Terpopuler