Connect with us

Pemerintahan

Dinkes Kota Malang Gaet 27 Kampus, Luncurkan Program

Diterbitkan

,

IMG 20250819 115704
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang resmi meluncurkan program ‘Kabar Penting’ (istimewa)

KABARMALANG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang resmi meluncurkan program ‘Kabar Penting’ atau Kampus Bergerak Peduli Stunting di Balai Kota Malang.

Program ini merupakan terobosan kolaboratif yang melibatkan 27 perguruan tinggi berbasis kesehatan untuk menekan angka stunting di Kota Malang.

​Acara peluncuran ini di lakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, yang mewakili Wali Kota Malang.

Sekda Erik menegaskan bahwa Kabar Penting adalah wujud nyata kerja sama antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam memperkuat intervensi.

Melalui edukasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat.

​”Kami berharap kampus dapat hadir di tengah masyarakat,”

“Dan program ini menjadi langkah awal yang tepat untuk memulai aksi nyata dalam penanganan stunting,” kata Erik.

​Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Mulai dari perangkat daerah, puskesmas, kader posyandu.

Hingga mitra strategis dari dunia pendidikan.

Erik berharap kolaborasi ini dapat menjadi komitmen bersama untuk memastikan setiap anak di Kota Malang tumbuh sehat dan cerdas sebagai fondasi masa depan bangsa.

​Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa program ini di luncurkan sebagai respons atas kenaikan angka stunting.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Prevalensi stunting di Kota Malang mencapai 22,4%, naik dari 17% pada tahun sebelumnya.

​”Lonjakan angka ini menjadi bahan evaluasi penting untuk melibatkan pihak-pihak yang sebelumnya belum terlibat,”

“Perangkat daerah lintas sektor sudah bergerak, tapi perguruan tinggi belum terpikirkan,” ungkap Husnul.

​Melalui program Kabar Penting, 27 perguruan tinggi akan membina dan memantau 57 kelurahan.

Setiap perguruan tinggi akan bertanggung jawab atas dua hingga tiga kelurahan, bekerja sama dengan organisasi profesi.

Seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

​Husnul menambahkan bahwa kolaborasi ini akan berfokus pada pola asuhan keperawatan dan kebidanan.

Serta penanganan balita stunting.

​”Target kami, pada survei gizi akhir 2025, angka stunting bisa turun mendekati target nasional di kisaran 14–17%,” tambahnya. (*)

Advertisement

Terpopuler