Connect with us

Pemerintahan

Walikota Sutiaji Ngantor di Kelurahan Cemorokandang

Published

on

Fotor 157898092551481

KABARMALANG.COM – Memasuki minggu ke-3 bulan Januari 2020, Walikota Sutiaji mulai mengaktualisasikan berkantor di wilayah. Perdana yang dijadikan sasaran adalah kantor Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang (13/01/2020).

Didampingi Sekkota Wasto, Kadis PUPR Perkim Hadi Santoso, Kabag Humas Widianto, Kabag Pemerintahan Prayit serta Camat Kedungkandang Donny Sandito, Walikota Malang Sutiaji memonitor pelayanan publik di wilayah sekaligus peninjauan infrastruktur wilayah.

Dengan mengendarai sepeda motor, kehadiran Sutiaji secara spontan membuat kaget personil kelurahan Cemorokandang. Beberapa hal yang dikritisi dan dievaluasi, diantaranya masih lemahnya data potensi kelurahan, kebersihan lingkungan, tertib administrasi dan mutu pelayanan publik.

“Kelurahan itu intinya ya pelayanan publik. Karena memang secara teritorial langsung bersentuhan dengan publik. Maka saya tekankan agar minimalisir keluhan masyarakat,” ujar Sutiaji kepada jajaran kelurahan Cemorokandang.

Menurut Sutiaji, front office menjadi representasi awal yang menggambarkan tingkat keramahan dan mutu pelayanan. “Ini saya lihat meja pembatasnya terlalu tinggi dan tidak mengakomodir kelompok disabilitas,” tambahnya.

“Saya minta untuk dilakukan pembenahan, dan tentu ini nanti tidak hanya saya stressing kepada kelurahan Cemorokandang, tapi juga kantor pelayanan publik lainnya,” imbuh Sutiaji.

Hal lain yang disampaikan Walikota saat berkantor dikelurahan Cemorokandang adalah angka perkawinan di bawah umur. Tercatat ada 17 pernikahan di bawah umur, yang rata rata terjadi karena faktor pergaulan.

“Meskipun dari sekitar lebih 100 pencatatan pernikahan, atau dalam hal ini 10 – 17 persennya karena faktor salah pergaulan, tetap saya minta ini jadi perhatian bersama,” ucapnya.

“Artinya pencatatan pelayanan tidak hanya berhenti pada aspek administratif, namun juga harus diikuti dengan tindak lanjut perencanaan program kegiatan. Ini lah pentingnya data potensi wilayah, termasuk didalamnya indikator indikator permasalahan,” urai Walikota Sutiaji.

Selain berfokus pada pelayanan perkantoran, Walikota Sutiaji juga berkesempatan merespon atas infrastruktur jalan yang rusak di wilayah Cemorokandang. Terfokus bentang jalan depan SDN Cemorokandang mengarah ke Timur (hingga wilayah perbatasan kabupaten Malang/daerah Temboro), terpotret rusak karena gerusan air hujan.

“Air dari timur bergerak ke bawah (barat) dan tidak masuk saluran drainase, sehingga otomatis menggerus aspal. Sesungguhnya ini tidak bisa (Pemkot Malang) berdiri sendiri, harus ada kolaborasi dengan Pemkab Malang, karena awal air dari atas,” urai Soni, Kepala DPUPR Perkim biasa disapa.

Untuk langkah awal, sebagaimana diutarakan pria penggemar olah raga sepeda kepada Walikota Malang, kemiringan jalan akan diarahkan ke sisi drainase. “Bertepatan drainasenya hanya ada di satu sisi jalan, dan yang pasti sudah masuk dalam penanganan tahun 2020 ini,” kata Soni.

Dengan kondisi yang ada, Walikota Sutiaji menegaskan akan segera dilakukan sinergitas Malang Raya kembali. Diutarakannya beberapa hal tidak mungkin hanya dilakukan oleh kota Malang, perlu ada keselarasan dengan kabupaten Malang dan kota Batu. (ary/fir)

Advertisement

Terpopuler