Serba Serbi
Dinsos-P3AP2KB Wujudkan Layanan Kesehatan Inklusif

KABARMALANG.COM – Dinsos-P3AP2KB Kota Malang menggelar kegiatan sertifikasi pelatihan tenaga pendamping untuk posyandu bagi penyandang disabilitas.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito Widoyoko terkait hal tersebut menjelaskan bahwa ini salah satu wujud nyata dan komitmen.
Donny, menegaskan bahwa posyandu adalah pilar vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
“Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Di Kota Malang sendiri, terdapat beragam jenis posyandu, mulai dari posyandu balita, posyandu lanjut usia, hingga posyandu disabilitas.
Menurut Donny, semua posyandu yang tersebar di 57 kelurahan di lima kecamatan di Kota Malang memiliki peranan krusial dalam menyediakan akses kesehatan.
Namun, fokus utama Dinsos-P3AP2KB Kota Malang bersama Yayasan Anak Bangsa dan PLN Peduli saat ini adalah menguatkan peran posyandu disabilitas.
Mantan Camat Kedungkandang ini menjelaskan bahwa posyandu disabilitas sangat penting untuk membantu dan mempermudah penyandang disabilitas mendapatkan akses kesehatan.
“Posyandu disabilitas bukan hanya tentang layanan medis. Harapannya, posyandu ini bisa menjadi ruang edukasi, pemberdayaan,”
“Dan support system agar hidup lebih mandiri dan berdaya dalam kesehariannya,” tegas Donny.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang dan Yayasan Anak Bangsa, dengan dukungan penuh PLN Peduli, memfasilitasi kegiatan sertifikasi pelatihan tenaga pendamping.
Donny berharap, para tenaga pendamping ini nantinya dapat menjadi mediator yang menjembatani komunikasi inklusif antara fasilitas kesehatan dengan komunitas disabilitas.
Menurut Donny, pola komunikasi yang terjalin baik akan memperkuat sinergi antara perangkat daerah, komunitas, kelompok masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum.
Tujuannya jelas, mewujudkan Kota Malang sebagai kota yang benar-benar inklusif dan ramah bagi para penyandang disabilitas.
“Kegiatan ini sangat penting, karena kesetaraan terkait kesehatan, khususnya bagi disabilitas, sangat mendukung Kota Malang sebagai kota inklusi,”
“Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus berkembang,”
“Sehingga Kota Malang sebagai kota inklusif bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar terlaksana,” pungkas Donny. (adv)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari































