Connect with us

Serba Serbi

Memulai dan Mengakhiri Tahun Hijriah dengan Doa

Diterbitkan

,

IMG 20250626 095801
Ketika Dzulhijjah akan berakhir dan 1 Muharram 1447 H tiba, umat Islam di seluruh dunia memiliki tradisi yang kuat, memanjatkan doa khusus (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Ketika Dzulhijjah akan berakhir dan 1 Muharram 1447 H tiba, umat Islam di seluruh dunia memiliki tradisi yang kuat, memanjatkan doa khusus.

Ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari refleksi spiritual yang di wariskan turun-temurun oleh para ulama, termasuk di Indonesia.

Di berbagai masjid, pesantren, dan rumah-rumah, umat Islam biasanya membaca dua doa penting: doa akhir tahun Hijriah dan doa awal tahun Hijriah.

Doa akhir tahun umumnya di baca pada sore hari tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah menjelang Magrib.

Sedangkan doa awal tahun di baca setelah Magrib pada tanggal 1 Muharram.

Doa-doa ini, yang di ajarkan dalam berbagai kitab, di kutip khusus dari NU Online, memiliki tujuan mulia:

* Menutup tahun dengan taubat dan permohonan ampunan.

* Menyambut tahun baru dengan niat baik dan perlindungan dari keburukan.

* Menghadirkan kesadaran spiritual di tengah pergantian tahun.

Amalan ini bersandar pada semangat muhasabah (introspeksi diri) dan bertujuan memperkuat spiritualitas umat Islam menjelang tahun baru.

Meskipun tidak bersifat wajib. Doa ini di kenal dalam kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, Mufti Batavia pada masa Hindia Belanda.

Doa Akhir Tahun Hijriah

Waktu membaca: Sebelum Magrib pada 29 atau 30 Dzulhijjah. Di anjurkan di baca tiga kali sebagai bentuk penutupan tahun dengan taubat dan permohonan ampunan.

Lafal Arab:
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ، وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ، وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلِمْتَ عَنِّي بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَائَتِي عَلَيْكَ، اللَّهُمَّ فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تُرْضَاهُ، وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ، يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Latin:
Allâhumma mâ ‘amiltu fî hâdzihis-sanati mimmâ nahaitanî ‘anhu wa lam atub minhu, wa lam tardhahu, wa nasîtuhu wa lam tansahu, wa halimta ‘annî ba’da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da’autanî ilat-taubati ba’da jarâ’atî ‘alayka. Allâhumma fa innî astaghfiruka minhu faghfir lî. Wa mâ ‘amiltu min ‘amalin tardhâhu wa wa’adtanî ‘alayhi ats-tsawâba, fa as’aluka Allâhumma yâ Karîmu yâ dzal-jalâli wal-ikrâmi an tataqabbalahu minnî wa lâ taqtha’ rajâ’î minka yâ akrama-l-akramîn. Wa shallallâhu ‘alâ Sayyidinâ Muḥammadin wa ‘alâ âlihi wa shaḥbihi wa sallam.

Artinya:
“Ya Allah, segala amalan yang kulakukan pada tahun ini yang Engkau larang, namun aku belum bertobat darinya, padahal Engkau tidak meridhainya, bahkan aku lupa, tapi Engkau tidak lupa. Engkau bersabar terhadapku padahal Engkau mampu menyiksaku, Engkau mengajakku untuk bertobat setelah aku lancang melakukan dosa kepada-Mu. Maka, ya Allah, aku mohon ampunan-Mu, ampunilah aku. Dan apa pun yang aku lakukan dari amalan yang Engkau ridhai dan yang Engkau janjikan pahala untuk itu, aku memohon kepada-Mu ya Allah, wahai Tuhan Yang Maha Mulia, agar Engkau menerimanya dariku dan jangan putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Doa Awal Tahun Hijriah

Waktu membaca: Setelah Magrib pada tanggal 1 Muharram. Doa ini juga di baca tiga kali sebagai ungkapan harapan dan perlindungan untuk menjalani tahun baru.

Lafal Arab:
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُودِكَ الْمَعْوَلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Latin:
Allâhumma antal-abadiyyul qadîmul awwal, wa ‘alâ faḍlika al-‘aẓîmi wa juûdika al-mu’awwal, wa hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbala. As’aluka al-‘iṣmata fîhi mina-sy-syayṭâni wa auliyâ’ihi, wal-‘awna ‘alâ hâdzihin-nafsil ammârati bis-sû’i, wal-isytighâla bimâ yuqarribunî ilayka zulfa, yâ dzal-jalâli wal-ikrâm, yâ arḥamar-râḥimîn. Wa shallallâhu ‘alâ Sayyidinâ Muḥammadin wa ‘alâ âlihi wa shaḥbihi wa sallam.

Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhan Yang Maha Kekal, Maha Awal, tempat kami berharap karena anugerah dan kemurahan-Mu yang agung. Kini tahun baru telah datang, aku mohon perlindungan-Mu di tahun ini dari godaan setan dan para pengikutnya, mohon pertolongan untuk mengendalikan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan, dan mohon kesungguhan dalam menyibukkan diri dengan hal-hal yang mendekatkan diriku kepada-Mu. Wahai Tuhan Yang Maha Mulia, Maha Pengasih, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.”

Kedua doa ini bisa di baca secara individu di rumah atau bersama keluarga. Tak jarang pula banyak yang membacanya secara berjamaah di masjid atau musala, terutama dalam lingkungan pesantren atau majelis taklim.

Tidak ada ketentuan khusus mengenai tempat dan cara pembacaannya, namun di anjurkan untuk di lakukan dengan penuh kekhusyukan, kesadaran, dan niat yang sungguh-sungguh.

Momen pergantian tahun Hijriah menjadi sarana muhasabah untuk mengevaluasi diri atas apa yang telah berlalu dan memantapkan langkah untuk tahun yang akan datang.

Meskipun bukan ibadah wajib, membaca doa-doa ini merupakan bagian dari tradisi keislaman yang penuh hikmah dan bernilai spiritual tinggi.

Di tengah pesatnya perkembangan dunia, tradisi ini hadir sebagai jeda spiritual yang mengajarkan kita arti berserah diri, bersyukur, dan berharap hanya kepada Allah SWT. (*)

 

Advertisement

Terpopuler