Connect with us

Pemerintahan

Pemkot Malang Siap Dukung Program Sekolah Rakyat

Diterbitkan

,

IMG 20250619 174007
Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Mohammad Zainal Fatah (memakai topi dan berkacamata) di dampingi saat mengecek gedung eks Poltekom (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menunjukkan komitmen penuhnya dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat yang di gagas pemerintah pusat.

Terpilih sebagai salah satu daerah gelombang pertama, Kota Malang telah menyiapkan fasilitas dan sumber daya yang memadai, khususnya untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, optimis dengan kesiapan ini.

Ia mengungkapkan bahwa 100 siswa SMP telah siap mengikuti program dan akan menempuh pendidikan di gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom).

“Alhamdulillah, insyaAllah bisa. Kita masuk dalam gelombang pertama,”

“Ini juga dari Kementerian PUPR sudah tinggal finishing aja perbaikannya,” ujar Wahyu pada Selasa (17/6).

Gedung Poltekom sendiri telah rampung di perbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pemkot Malang tengah menantikan kunjungan dari Kantor Staf Presiden (KSP) pada Jumat (20/6) mendatang.

Kunjungan ini merupakan bagian dari proses evaluasi kesiapan program.

“Hari Jumat besok kita akan di tinjau langsung oleh KSP,” tambah Wahyu.

Namun, tidak semua jenjang pendidikan berjalan mulus.

Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Wahyu menjelaskan bahwa jumlah siswa belum mencukupi untuk membentuk satu rombongan belajar (rombel).

“Kalau SD ini ada beberapa, tapi tidak satu rombel. Mungkin akan di laporkan dulu apakah di teruskan atau tidak,” katanya.

Sementara itu, untuk jenjang SMA, Pemkot Malang menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah provinsi, mengingat kewenangan pengelolaannya berada di tingkat provinsi.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, mengakui adanya kendala dalam menjaring siswa SD.

Jumlahnya belum mencapai target 50 siswa yang di butuhkan untuk Sekolah Rakyat.

“Memang kesulitannya pada anak-anak yang akan sekolah SD,”

“Karena memang dari usianya masih kecil, dia baru selesai TK kemudian SD kan biasanya umur-umur 6-7 tahun, sehingga memang kita yang kesulitan itu,” ungkap Donny. (adv/*)

 

Advertisement

Terpopuler