Connect with us

Peristiwa

Lapangan Madyopuro Rusak, DPRD Kota Malang: Ada yang Salah Terkait Izinnya 

Published

on

IMG 20250520 193940
Koordinator Lapangan (Korlap) dan pihak panitia penyelenggara (Panpel)

KABARMALANG.COM – Lapangan Madyopuro rusak pasca kegiatan bantengan. DPRD Kota Malang sangat menyayangkan kerusakan lapangan tersebut

Padahal lapangan tersebut mempunyai manfaat untuk kegiatan masyarakat terutama tempat latihan sepakbola bagi warga sekitar yang sekarang menjadi rusak.

Arief Wahyudi, SH, anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB di Komisi C mengatakan sangat menyayangkan kejadian tersebut.

“Saya juga tidak tahu ijin atas pemakaian lapangan tersebut kepada siapa,”

“Ketika saya cek dan konfirmasi kepada kepala dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata ternyata asset tersebut belum menjadi kewenangan Disporapar,” ujar Arief Wahyudi saat di konfirmasi Kabarmalang.com, Selasa (20/5/2025).

Menurut Arief, kalau kondisinya demikian seharusnya ijinnya kepada Pengelola Barang dalam hal ini Sekretariat Daerah.

Namun demikian, kata Arief, untuk tidak saling menyalahkan.

“Saya minta pihak penyelenggara harus bertanggung jawab atas kerusakan tersebut”,

“Dan bisa bekerjasama baik dengan pihak Kelurahan, pemanfaat lain maupun minta bantuan kepada Pemerintah,” terangnya.

“Penanggung jawab utama harus pro aktif adalah penyelenggara kegiatan,” jelas Arief.

Ia berharap pembenahan harus di lakukan secara cepat, memperhatikan kebutuhan atas lapangan tersebut.

“Sangat urgent bagi tempat latihan sepakbola terutama bagi club yang akan mengikuti agenda Piala Soeratin,” kata Arief.

Di sisi lain, rusaknya Lapangan Madyopuro tersebut di luar dari prediksi Koordinator Lapangan (Korlap) atau pihak panitia penyelenggara (Panpel).

Sebelum event Bantengan ini di gelar, panitia telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada pihak terkait termasuk SSB Porma untuk menggunakan Lapangan Madyopuro.

Lapangan Madyopuro di pilih, karena lokasinya yang cukup strategis, karena tak jauh dari pusat keramaian, seperti Pasar Madyopuro dan Velodrome.

“Melalui kegiatan ini sebenarnya kami ingin mewadahi teman-teman Bantengan ini, kami mencari tempat, mengajukan ke lapangan Madyopuro,”

“Karena lapangan itu memungkinkan untuk di lakukannya kegiatan ini,”

“Saat itu, kami belum memikirkan faktor cuaca, ya hanya di sana lokasi yang menurut kami tepat untuk menggelar kegiatan ini,” kata Enik Dandamana, Sekretaris dari Event Bantengan di Madyopuro.

Pihak Korlap sebelumnya juga melakukan diskusi dengan para pengurus SSB Porma.

Mengingat, SSB Porma menjadi salah satu pihak yang kerap menggunakan Lapangan Madyopuro sebagai latihan sepak bola.

“Kami juga telah memberikan surat pemberitahuan kepada SSB Porma, tapi kami gak izin karena lapangan itu bukan milik SSB Porma, jadi kami melakukan koordinasi saja,”

“Dan kami menyadari kegiatan ini berdampak pada aktivitas latihan SSB. Itu di luar prediksi dan di luar kendali panitia,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak panitia telah menyerahkan kompensasi kepada pengurus SSB Porma sebesar 3 juta.

Namun Enik mengakui bahwa jumlahnya tidak sebanding dengan kerusakan yang terjadi.

Untuk itu, pihaknya juga mencarikan solusi alternatif, agar SSB Porma bisa menjalani latihan lagi.

Solusi yang pertama ialah dengan meminta bantuan Perumda Tugu Tirta Kota Malang untuk dapat membantu menyediakan fasilitas latihan alternatif sementara, sampai Lapangan Madyopuro bisa kembali di gunakan.

Solusi yang kedua ialah dengan meminta bantuan Pemerintah Kota Malang agar memperhatikan kondisi Lapangan Madyopuro sebagai fasilitas umum (fasum) bagi warga.

“Karena selama ini tidak ada perhatian dari Pemkot Malang terhadap lapangan Madyopuro ini,”

“Jadi kami berharap melalui kegiatan Bantengan ini ada langkah nyata Pemkot Malang agar lapangan bisa di gunakan secara layak dan maksimal oleh warga,” tandasnya. (*)

Advertisement

Terpopuler