Connect with us

Serba Serbi

Dampak Konsumsi Mangga: Kaya Nutrisi, tapi Perlu Perhatian

Diterbitkan

,

IMG 20250221 104159
Mangga merupakan salah satu buah tropis yang sangat di gemari karena rasanya yang manis dan segar (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Mangga merupakan salah satu buah tropis yang sangat di gemari karena rasanya yang manis dan segar.

Selain di konsumsi langsung, mangga juga sering di olah menjadi jus, salad.

Hingga berbagai hidangan penutup.

Kandungan nutrisi yang melimpah dalam buah ini menjadikannya pilihan yang baik untuk kesehatan tubuh.

Namun, meskipun kaya manfaat, konsumsi mangga juga perlu di perhatikan.

Beberapa orang mungkin mengalami efek samping akibat kandungan gula dan senyawa tertentu dalam buah ini.

Terutama jika di konsumsi dalam jumlah berlebihan.

Kandungan Gizi dalam Mangga

Menurut ahli nutrisi Kathy W. Warwick, RDN, mangga (Mangifera indica) mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Dalam 165 gram mangga segar, terdapat:

– Kalori: 99
– Protein: 1.4 gram
– Karbohidrat: 24.7 gram
– Lemak: 0.6 gram
– Serat: 2.6 gram
– Gula: 22.5 gram
– Vitamin C: 67% dari kebutuhan harian
– Folat: 18% dari kebutuhan harian
– Vitamin B6: 12% dari kebutuhan harian
– Vitamin A: 10% dari kebutuhan harian
– Vitamin E: 10% dari kebutuhan harian
– Vitamin K: 6% dari kebutuhan harian
– Kalium: 6% dari kebutuhan harian
– Magnesium: 4% dari kebutuhan harian

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa nutrisi dalam mangga bermanfaat bagi kesehatan.

Termasuk meningkatkan sistem imun, memperbaiki pencernaan.

Dan mengurangi risiko penyakit tertentu.

Manfaat Konsumsi Mangga

1. Baik untuk Ibu Hamil

Mangga kaya akan folat dan tembaga, yang penting bagi perkembangan janin.

Selain itu, vitamin C dalam mangga membantu penyerapan zat besi, yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh.

2. Membantu Menjaga Berat Badan

Mangga memiliki kepadatan kalori yang rendah.

Konsumsi mangga sebelum makan dapat membantu mengontrol nafsu makan.

Sehingga mengurangi risiko konsumsi makanan berlebihan.

3. Bisa Dikonsumsi Penderita Diabetes dalam Batas Wajar

Meskipun mengandung gula alami, mangga tidak secara langsung menyebabkan diabetes.

Serat dan antioksidan dalam buah ini membantu menyeimbangkan kadar gula darah.

Namun, bagi penderita diabetes, konsumsi mangga tetap harus di batasi agar tidak menyebabkan lonjakan gula darah.

4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Mangga mengandung vitamin A dan C yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

Vitamin C membantu produksi sel darah putih yang melawan infeksi.

Sedangkan vitamin A penting untuk fungsi kekebalan tubuh secara keseluruhan.

Kondisi yang Membutuhkan Perhatian saat Mengonsumsi Mangga

1. Obesitas

Mangga mengandung karbohidrat tinggi yang dapat memengaruhi berat badan.

Konsumsi dalam jumlah berlebihan, terutama jika di kombinasikan dengan makanan tinggi gula atau susu, bisa berkontribusi pada peningkatan berat badan.

2. Diabetes

Penderita diabetes perlu mengatur konsumsi mangga agar tidak meningkatkan kadar gula darah secara signifikan.

Mengonsumsi dalam jumlah sedang dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi tanpa memicu lonjakan gula darah.

3. Alergi

Beberapa orang dapat mengalami reaksi alergi terhadap kulit mangga, yang mengandung urushiol.

Zat yang juga di temukan pada tanaman poison ivy.

Reaksi ini bisa menyebabkan iritasi atau gatal di sekitar mulut.

Untuk menghindarinya, pastikan mangga di kupas dan di cuci bersih sebelum di konsumsi.

4. Diare

Mangga mengandung serat yang cukup tinggi, yang dapat merangsang pergerakan usus.

Jika di konsumsi dalam jumlah besar, terutama oleh penderita gangguan pencernaan, bisa memperburuk gejala diare.

5. Penyakit Ginjal

Kandungan kalium dalam mangga cukup tinggi, sehingga pengidap penyakit ginjal harus berhati-hati.

Jika ginjal tidak dapat mengeluarkan kelebihan kalium dengan baik, kadar mineral ini bisa meningkat dalam darah.

Dan menyebabkan gangguan kesehatan.

Mangga adalah buah yang kaya manfaat, tetapi perlu di konsumsi dalam jumlah yang wajar.

Terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Jika ragu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Atau ahli gizi untuk menentukan porsi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. (kis/fir)

 

Iklan

Terpopuler