Connect with us

Serba Serbi

Tagar #KaburAjaDulu Menggema, Anak Muda Resah dengan Kondisi Ekonomi dan Pendidikan

Diterbitkan

,

IMG 20250216 073519
Jagat media sosial kembali di hebohkan dengan munculnya tagar #KaburAjaDulu (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Jagat media sosial kembali di hebohkan dengan munculnya tagar #KaburAjaDulu, yang mencerminkan gelombang kekecewaan generasi muda terhadap kondisi sosial ekonomi di Indonesia.

Di platform X, tagar ini telah di gunakan lebih dari 70 ribu kali dan menjadi wadah ekspresi keresahan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap menyulitkan.

Gelombang protes ini semakin kuat setelah pemerintah mengumumkan kebijakan efisiensi anggaran di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pemangkasan anggaran yang di lakukan di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan subsidi energi, menambah tekanan bagi masyarakat.

Salah satu isu yang ramai di bahas adalah kelangkaan gas elpiji 3 kg, yang berdampak pada masyarakat kecil.

Terbaru, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menjadi salah satu lembaga yang terkena dampak besar dari kebijakan ini.

Pemerintah memangkas anggaran kementerian tersebut sebesar Rp14,3 triliun dari total pagu anggaran Rp56,6 triliun.

Akibatnya, beberapa program beasiswa, seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik), terancam mengalami pengurangan atau bahkan di hentikan.

Minimnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi juga menjadi pemicu utama munculnya tren #KaburAjaDulu.

Banyak anak muda mulai mempertimbangkan untuk mencari peluang kerja dan pendidikan di luar negeri.

Bahkan, tagar ini kini di gunakan untuk berbagi informasi seputar beasiswa internasional, lowongan pekerjaan di luar negeri, serta tips untuk memulai hidup di negara lain.

Tren ini menunjukkan adanya ketidakpuasan yang mendalam terhadap kondisi dalam negeri, khususnya di kalangan generasi muda.

Mereka merasa semakin sulit mendapatkan kesempatan ekonomi dan pendidikan yang layak.

Pemerintah pun di harapkan dapat merespons dengan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Agar para talenta muda tidak memilih pergi ke luar negeri. (kis/fir)

 

Advertisement

Terpopuler