Hukrim
Oknum Guru Cabuli 18 Pelajar Juga Palsukan Ijazah

KABARMALANG.COM- Satu per satu kejahatan Choirul Huda (38), oknum guru cabuli 18 pelajar terbongkar. Dia juga terbukti telah memalsukan ijazah saat melamar sebagai guru honorer.
“Selain mencabuli 18 pelajar, tersangka juga memalsukan ijazah saat melamar sebagai guru pada 2015 lalu,” ungkap Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Minggu (8/12)
Ujung memaparkan, pada awalnya tersangka mendapatkan informasi bahwa sekolah tempat korban mencabuli 18 pelajar, membutuhkan tenaga guru honorer.
“Mengetahui informasi itu, tersangka kemudian melamar sebagai guru honorer dengan menggunakan foto kopi ijazah S1 fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Progam studi Bimbingan dan Konseling. Tetapi, ketika dilakukan pengecekan ternyata ijazah tersebut palsu,” tegas Ujung.
Ditambahkan, bahwa ijazah yang dipalsukan adalah milik teman tersangka, yang sebelumnya melamar sebagai guru IPS. Namun, tidak diterima karena tenaga guru IPS sudah penuh.
“Ijazah kemudian dipinjam foto dan nama diganti sesuai dengan foto dan nama tersangka dengan cara ditempel, baru kemudian di foto kopi,” ungkap Ujung.
Ujung melanjutkan, lamaran tersangka akhirnya diterima oleh pihak sekolah setelah melalui proses seleksi. Itu terjadi pada Desember 2015.
“Awalnya tersangka dipekerjakan sebagai
pembantu staf. Kemudian pada bulan Juli 2016 tersangka diangkat menjadi guru
honorer bidang BK (Bimbingan konseling) dan pada sekira tahun 2018 tersangka juga
menerima SK (surat keputusan) dari Kepala Sekolah sebagai guru honorer mata pelajaran PPKn sampai 2019,” sambung Ujung.
Kasus pencabulan sendiri awal kali dilakukan tersangka pada bulan Agustus tahun 2017 terhadap salah satu korban yang duduk di bangku kelas VII dan berlanjut sampai Oktober 2019.
“Pencabulan terjadi mulai Agustus 2017 sampai Oktober 2019. Setidaknya ada 18 pelajar yang menjadi korbannya,” tutup Ujung.
Karena perbuatannya, Choirul Huda terancam hukuman 20 tahun penjara. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 82 jounto Pasal 76 Huruf e Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (rjs/fir)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi1 minggu agoRupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Intip Rincian Kurs BCA dan Mandiri

































