Hukrim
Nyambi Jual Sabu, Seorang Tukang di Malang Ditangkap Polisi

KABARMALANG.COM – Polisi mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Seorang pria berinisial WB (36), warga Desa Talok, Kecamatan Turen di tangkap polisi dengan barang bukti berupa satu paket sabu siap edar.
Kapolsek Dampit, Iptu Ahmad Taufik, saat di konfirmasi pada Kamis (12/9/2024) mengungkapkan.
WB di tangkap di pinggir Jalan Raya Larangan, Kecamatan Dampit, pada Rabu malam (11/9).
“Kami berhasil mengamankan satu orang pria yang di duga kuat sebagai pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Dampit, tepatnya pada Rabu tengah malam,” kata Taufik, Kamis (12/9).
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti satu paket sabu dengan berat total 1,23 gram.
Selain itu, aparat juga menyita sebuah ponsel yang di gunakan WB untuk bertransaksi narkoba.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan sejumlah peralatan untuk mengkonsumsi sabu, seperti pipet kaca, sedotan, dan tutup botol yang sudah di modifikasi.
“Hasil pemeriksaan ponsel tersangka, kami menemukan percakapan yang mengarah pada transaksi narkotika,” ujar Taufik.
Lebih lanjut, Kapolsek menerangkan penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan maraknya peredaran narkoba di wilayah Dampit.
Berdasarkan informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap tersangka.
Berdasarkan pemeriksaan awal, WB yang bekerja sebagai pengrajin aluminium, mengakui telah mengedarkan sabu di wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya.
Saat ini, penyidik kepolisian masih melakukan pengembangan lebih lanjut.
“Tersangka WB kini telah di tetapkan sebagai tersangka dan di tahan di Rutan Polsek Dampit,” ujarnya.
Ia di jerat Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” jelasnya.
Terpisah Kasihumas Polres Malang, AKP Ponsen Dadang Martianto, mengatakan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2024.
Yang berlangsung selama 12 hari, mulai 11 hingga 22 September.
Operasi ini bertujuan untuk memberantas peredaran narkoba di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
“Kami menyasar semua elemen dalam rantai peredaran narkoba, mulai dari bandar, pengecer, kurir, hingga pengguna,” ujarnya.
“Operasi ini juga berfokus pada daerah rawan peredaran narkoba,” sambung Dadang.
Selain penindakan, pihak kepolisian juga menekankan pentingnya pendekatan preventif dan edukatif untuk memberantas narkoba.
Ia mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan segala aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba.
Operasi ini di harapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran narkoba di Kabupaten Malang. (tik/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan































