Connect with us

Serba Serbi

Kredit Pintar Catat Penyaluran Pinjaman Tembus Rp 5,7 Triliun,

Diterbitkan

,

IMG 20240902 163846
Sepanjang Januari hingga Agustus 2024 telah membukukan penyaluran pinjaman hingga menyentuh angka Rp 5,7 triliun (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Platform fintech lending Kredit Pintar, yang berlisensi, terdaftar, dan di awasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sepanjang Januari hingga Agustus 2024 telah membukukan penyaluran pinjaman hingga menyentuh angka Rp 5,7 triliun.

Seiring dengan bertambahnya angka tersebut, Kredit Pintar tak hanya berfokus pada peningkatan penyaluran pinjaman.

Namun juga senantiasa berupaya untuk merangkul para pelaku UMKM melalui kegiatan literasi keuangan.

Hal itu di lakukan agar UMKM dapat meningkatkan level usahanya dan mendapatkan pengetahuan lebih dalam mengenai keuangan.

Termasuk pada kesempatan kali ini, Kredit Pintar menyelenggarakan kelas literasi keuangan yang menyasar UMKM di Malang, Jawa Timur.

Puji Sukaryadi, Brand Manager Kredit Pintar, kala menyapa para wirausaha muda dalam kegiatan literasi keuangan Kelar Pintar Bersama, di Malang, Jawa Timur.

“Kami sangat menyadari pentingnya literasi keuangan yang perlu di sosialisasikan,” ujarnya.

Seperti Kelas Pintar Bersama, sebuah inisiasi Kredit Pintar, di mana melalui program ini kita dapat pintar bersama-sama.

Pintar dalam mengelola keuangan, pintar dalam melihat mana pinjaman yang betul-betul bermanfaat untuk usaha dan mana pinjaman ilegal.

“Sehingga dapat lebih memahami tingkat risiko dan manfaat fintech lending serta tidak mudah terjebak dalam penipuan,” papar Puji.

OJK baru-baru ini merilis Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK yang di lakukan untuk mengukur indeks literasi dan inklusi keuangan penduduk Indonesia.

SNLIK tahun 2024 menggunakan parameter literasi keuangan yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku.

Sementara R. Ary Mulyono, Head of Risk Policy & Procedure Kredit Pintar, turut menambahkan, “Sejalan dengan misi OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan,” ujarnya.

Maka Kredit Pintar senantiasa berkomitmen memberikan dukungan melalui Kelas Pintar Bersama yang hingga saat ini telah di selenggarakan baik secara online maupun offline selama 2022-2024.

“Telah menjangkau lebih dari 1850 peserta di 28 kota yang terdiri dari mahasiswa, blogger, UMKM hingga masyarakat umum,” sambungnya.

Kelas Pintar Bersama yang pada kesempatan kali ini di selenggarakan di Lakon Rakyat Kitchen & Coffee, berlokasi di Jalan Guntur No. 23, Kota Malang, Jawa Timur.

Di kesempatan yang sama Sumhaji, Praktisi Ekspor Fasil PPEI sebagai pembicara untuk berbagi ilmu kepada UMKM Malang, mengenai kiat yang berkaitan dengan bisnis ekspor.

Sumhaji mengungkapkan, “Seperti apa produk yang layak ekspor? Yang harus di penuhi adalah spesifikasi produk, nama produknya apa, kapasitas pasokan,” ucapnya.

“Kemudian kualitas produk (grade, bahan baku), kemasan, jangka waktu penyerahan, HS CODE, keunggulan dan kualitas produk, hingga harga yang dapat bersaing,” Sumhaji menambahkan.

Para partisipan yang mengikut Kelas Pintar Bersama tampak begitu antusias. Selain mendapatkan edukasi dan literasi keuangan.

Mereka juga mendapatkan edukasi lebih yang berkaitan dengan bisnis ekspor yang di paparkan secara gamblang oleh narasumber kompeten dan telah bersertifikat.

“Kami berharap dengan di selenggarakannya Kelas Pintar Bersama, peserta dapat menerima banyak manfaat,” katanya.

“Serta bertumbuhnya iklim yang sehat bagi industri fintech lending di Indonesia,” pungkas Puji. (*)

 

Advertisement

Terpopuler