Serba Serbi
Pertengahan Ramadan ini Dusun Brau Kekurangan Pasokan Susu Sapi

KABARMALANG.COM – Pertengahan ramadan tahun ini Dusun Brau kekurangan pasokan susu sapi. Hal tersebut terjadi sejak PMK tahun lalu yang menyerang sapi perah.
Sebelumnya, bisa memasok susu segar ke pihak produsen atau perusahaan pengolahan susu.
Tahun lalu saja untuk pasokan susu segar hingga mencapai 10 ribu liter perhari, sampai masa pemulihan hari ini menjadi berkurang hingga 50 persen.
Sedangkan sampai hari ini pun populasi sapi perah yang di rawat warga setempat sekitar 1.200 ekor, mulai dari usia anak-anak sampai yang sudah mampu produksi susu.
Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir mengakui meskipun pada dasarnya harga perliter susu segar yang di setorkan ke pabrik pengolahan susu masih tetap.
Harga tidak ada kenaikan maupun penurunan tetapi kebutuhan sebenarnya meningkat apalagi di bulan Ramadan ini.
“Memang di sini kekurangan bahan baku susu segar yang di kirimkan ke pabrik pengolahan susu,” terangnya, saat berada di kandang sapinya, di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji Batu, Rabu (27/3/2024).
“Selama ini, perhari 5 ribu liter. Nah, dari 1.200 ekor populasi sapi sekitar 350 sampai 400 ekor sapi yang memproduksi susu,” sambung Munir.
Kalau standar minimal yang di butuhkan perusahaan pengolahan susu, menurutnya sebenarnya masih kurang.
Artinya berpeluang besar untuk penambahannya. Seperti, di awal sebelum terjadinya PMK bisa mencapai 10 ribu perhari perliter.
“Yang jelas perusahaan peluangnya semakin lebar apalagi bulan Ramadan ini. Karena permintaan konsumen meningkat. Kalau kita 10 ribu perliter dalam sehari semakin bagus,” ujarnya.
Di soal kondisi sapi, di jelaskan juga secara keseluruhan wilayah di Kota Batu sebenarnya sangat bagus, baik sapinya maupun hasil produksi susunya.
Munir mengungkapkan keberadaan sapi perah di dusunnya menjadi penopang kehidupan warga sehari-hari.
Jika di lihat kebutuhan sapi dari rumput untuk makanannya tidak pernah membeli. Hanya konsentrat untuk vitamin sapi yang membeli.
Di mana, kualitas lemak susu yang di hasilkan sapi perah hingga saat ini total solid (TS) masih di atas 12 persen.
Lalu, protein di atas 2,9 persen. Artinya ini juga bisa di lihat hasil produksi susu itu rendemen keju masih banyak.
“Yang jelas kami optimis bisa mengejar kebutuhan pabrik pengolahan susu meski hingga selesai bulan Ramadan,” ungkapnya.
Makanya sekarang, populasi sapi di dusun kami di kembangkan supaya produksi meningkat untuk menjadi pionir.
“Meski masih kebayang-bayang PMK beberapa waktu lalu. Karena susu menjadi sumber perekonomian utama masyarakat dusun sini,” pungkas Munir. (tut/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluGaji Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Aturan, dan Info Kenaikan
Serba Serbi4 minggu yang laluHitung Mundur Tahun Baru 2026: Berapa Hari Lagi?
Peristiwa4 minggu yang laluJadwal Puasa Rajab 2025: Niat, Tanggal Penting, dan Keutamaannya
Serba Serbi4 minggu yang laluCara Cek PIP 2025 Lewat HP: Mudah, Cepat, dan Akurat
Serba Serbi4 minggu yang laluUcapan Selamat Natal 2025 Terupdate: Penuh Doa, Makna, dan Menyentuh Hati
Peristiwa4 minggu yang laluNiat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan: Hukum, Tata Cara, dan Bacaannya
Serba Serbi3 minggu yang laluUcapan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026: Penuh Makna & Estetik
Serba Serbi3 minggu yang laluWaspada Penipuan Hadiah Tahun Baru 2026 Atas Nama PLN: Cek Faktanya di Sini!






























