Connect with us

Pemerintahan

Teknik Injeksi Diharapkan Jadi Solusi Redakan Api Di TPA Supiturang

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Walikota Malang, Sutiaji beserta Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto dan Kepala Perangkat Daerah meninjau langsung lokasi kebakaran di TPA Supiturang. Beberapa titik kebakaran masih nampak mengepulkan asap meski tidak tampak kobaran api.

Walikota Sutiaji langsung mengambil beberapa langkah dan menginstruksikan kepada OPD terkait seperti DLH, Satpol PP, BPBD, DPU, Disperkim, Dinsos, dan Dinkes untuk terus berupaya memadamkan api serta menangani masyarakat yang terkena dampak khususnya dari segi kesehatan.

Ia mengatakan, bahwa dengan melihat cuaca kemarau panjang dan angin yang cenderung kencang berpotensi untuk menyebarkan bara api ke titik lainnya. “Hal ini musibah yang harus kita atasi sesegera mungkin dan ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya, Senin (21/10/2019).

Tiap tahun musibah ini cenderung akan terus terjadi, lanjut Sutiaji, tentu bukan karena kesengajaan namun karena kemarau panjang yang cukup panas sehingga memicu gas metan untuk terbakar.

“Saat ini kami berupaya untuk melakukan injeksi pendinginan ke dalam timbunan sampah agar air bisa masuk sampai ke titik api, hal ini merupakan salah satu inovasi dari Damkar Kota Malang karena memang baru kami yang memilikinya,” katanya.

Hanya saja, tambahnya saat ini kami baru memiliki 2 alat injeksi dan saat ini akan kami tambahkah 5 alat lagi untuk memadamkan bara api yang ada, karena sebetulnya dibutuhkan 7 alat injeksi yang akan di pasang per 200 meter di lokasi kebakaran.

“Nantinya air yang masuk ke alat injeksi akan terus di alirkan tanpa henti sampai bara api yang ada di dalam benar-benar padam, jadi selain penyiraman air dari atas kami juga akan melakukan pemadaman api di dalam tumpukan sampah menggunakan alat injeksi,” tegasnya. (ary/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Walikota Sutiaji Dorong Pemuda Lakukan Urban Farming

Diterbitkan

||

Oleh

Foto: Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji saat membuka pelatihan

 

KABARMALANG.COM – Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji mengatakan bahwa pemuda memiliki peran untuk ketahanan pangan serta mengatasi global warming. Caranya adalah melakukan urban farming atau bercocok tanam di wilayah perkotaan.

Hal ini disampaikan Sutiaji saat membuka Pelatihan Ketrampilan bagi pemuda di Hotel Ijen Suites, Selasa (29/9/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata ini, diikuti oleh 120 peserta. Masing-masing dari kecamatan ada 20 orang, dan 20 peserta dari pramuka.

“Kita tahu bahwa di Kota Malang, global warming sudah mulai. Urban farming jadi cara menjaga ketahanan pangan,” ujar Sutiaji.

Banyak hal bisa dilakukan pemuda dalam mengisi kemerdekaan, kata Sutiaji, kemampuan dalam bidang urban farming merupakan salah satunya.

“Saat ini dikenalkan dengan ketergantungan Indonesia terhadap pangan, kita apa-apa kan impor. Kalau kita itu sudah mengenalkan itu, terlebih di perkotaan. Jadi kecintaan mereka tehadap Indonesia semakin kuat,” sambungnya.

Ia mencontohkan di masa pandemi ini. Kalau kita tergantung dengan impor, sedangkan transmisi barang sedang terjadi. Maka yang namanya kemandirian tidak akan terbangun.

“Harapannya akan terbangun nilai patriotisme dari pemuda Indonesia, yang saat ini sudah diakui negara, bahwa idealisme dan patriotisme mulai terkena degradasi,” tegas Sutiaji. (fat/rjs)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Tekan Angka Covid-19, Walikota Sutiaji Bersama PWI-Malang Raya Bagikan Masker

Diterbitkan

||

Oleh

Walikota Sutiaji, Bersama PWI-Malang Raya Bagikan Masker

 

KABARMALANG.COM – Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan angka Covid-19. Pemkot Malang bersama berbagai lembaga juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari mengenakan masker yang baik dan benar saat beraktivitas, hingga mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun serta melakukan physical distancing. Bahkan, paling baru Pemkot Malang juga menerapkan sanksi administrasi berupa denda.

Namun sayangnya, angka kepatuhan penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat masih belum maksimal. Angka kepatuhan masyarakat masih diangka 65 persen hingga 70 persen. Sehingga, upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat ditargetkan untuk bisa lebih dimaksimalkan.

Data terakhir, tercatat ada 1.770 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dengan rincian, angka kesembuhan mencapai 1.430 orang, 170 orang tengah dirawat, dan 170 orang dinyatakan meninggal dunia.

Itu sebabnya, PWI Malang Raya dengan didukung penuh BPJS-Kesehatan Malang menggelar agenda Sosialisasi Protokol Kesehatan dan Pembagian APD Mengantisipasi Covid-19. Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian juga tanggungjawab PWI Malang bersama BPJS-Kesehatan Kota Malang untuk meningkatkan angka kepatuhan protokol kesehatan.

Sasaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat Kota Malang. kegiatan sosialisasi dipusatkan di kawasan Pasar Bunga dan Pasar Burung Splendid, Selasa (29/09/2020).

Wali Kota Malang, Sutiaji yang hadir dan turut mensosialisasikan gerakan kampanye mengenakan masker mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kota Malang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Terutama mengenakan masker.

“Karena ketika mengenakan masker setiap kita akan mengurangi persebaran Covid-19,” terangnya.

Kota Malang secara pelan tapi pasti menurutnya akan terus melakukan koordinasi dan upaya untuk pencegahan Covid-19. Kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan. Terutama dengan media massa dalam mensosialisasikan dan memberikan berita yang benar kepada masyarakat berkaitan dengan Covid-19.

“Pentahelix sangat penting dalam hal ini. Maka kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan sosialisasi yang digelar kali ini bersama BPJS-Kesehatan dan beberapa unsur lain,” terang Sutiaji.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Dina Diana Permata menambahkan, BPJS-Kesehatan ingin berperan langsung dalam mencegah persebaran Covid-19. Salah satunya dengan mendukung kegiatan sosialisasi kepada masyarakat menengah ke bawah yang memang harus didatangi langsung untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Kami berharap masyarakat akan lebih meningkatkan kedisiplinannya dengan penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda menyampaikan, kegiatan sosialisasi sengaja dilaksanakan di kawasan Pasar Burung dan Pasar Bunga Splendid Kota Malang, lantaran di pasar masih banyak ditemui masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Salah satunya seperti tidak mengenakan masker.

Dengan kegiatan yang dikemas lebih santai itu, diharapkan masyarakat akan lebih terbuka dengan kebiasaan baru yang ada. Sehingga, masyarakat tidak lagi abai dengan protokol kesehatan, dan lebih waspada terhadap kemungkinan persebaran Covid-19. (tik/fir)

 

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Puluhan Peserta SKB CPNS Pemkab Malang Reaktif Corona

Diterbitkan

||

Oleh

Peserta yang diduga reaktif Covid-19 saat mengikuti SKB CPNS Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Sempat terhenti akibat pandemi, tahapan seleksi CPNS Kabupaten Malang dilanjutkan kembali sejak Jum’at (25/09/2020) lalu.

Diketahui tahapan saat ini adalah SKB (Seleksi Kompetisi Bidang). Diketahui, kuota penerimaan CPNS Kabupaten Malang sebanyak 527 orang.

Menariknya, dari sekian CPNS yang mengikuti SKB tersebut. 26 orang diantaranya dinyatakan reaktif Covid-19.

Hanya saja, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang tetap memberi kesempatan untuk peserta yang diduga terpapar Covid-19 tersebut, dan disediakan bilik tersendiri.

“Ya, memang ada yang reaktif, tapi seleksi tetap kami lanjutkan. Hanya saja mereka disediakan bilik sendiri,” tutur Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah.

Memang, berdasarkan pantauan Kabarmalang.com tampak petugas BKPSDM yang menangani peserta yang diduga terpapar Covid-19 menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap.

Lebih lanjut, pelaksanaan tahapan seleksi CPNS tersebut merupakan lanjutan dari tahapan pada tahun 2019 lalu.

“Tapi karena pandemi Covid-19 akhirnya ditunda sampai sekarang. Kalau seandainya tidak ada pendemi Covid-19 seharusnya SKB ini dilaksanakan pada bulan Mei lalu,” tuturnya.

Tidak hanya Kabupaten Malang, pelaksanaan SKB tersebut juga diikuti oleh 4 Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan.

“Total peserta yang ikut sebanyak 4800 orang. Namun hari ini, Senin (28/09/2020) gilirannya Kabupaten Malang,” tutupnya. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com