Connect with us

Serba Serbi

Beresiko Stunting, Pernikahan Dini Salah Satu Penyebabnya

Diterbitkan

,

IMG 20230529 213952
Pola asuh terhadap kesehatan bayi yang di pengaruhi oleh usia ibu merupakan salah satu penyebab bayi berisiko stunting (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, Kota Malang memiliki prevalensi stunting sebesar 18% pada anak di bawah usia lima tahun.

Dari tahun sebelumnya yang mencapai 21%, angka ini menurun.

Menurut hasil audit yang di publikasikan oleh Dinsos P3AP2KB, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Malang.

Pola asuh terhadap kesehatan bayi yang di pengaruhi oleh usia ibu merupakan salah satu penyebab bayi berisiko stunting orang yang sangat muda.

Tren pernikahan dini berada di kisaran 10-15%, menurut data Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Malang.

Orang tua yang hamil sebelum usia 19 tahun dapat mempengaruhi kesehatan sang anak.

Mereka tidak siap dan rentan dalam hal kesehatan dan psikologi mereka.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito menjelaskan, dari sisi itu, kami juga bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama untuk menekan angka pernikahan dini.

Donny melanjutkan, pihaknya juga meminta informasi masyarakat yang pernah melakukan hubungan pranikah agar bisa memberikan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan ibu dan anak.

Untuk pembinaan pranikah bagi calon pengantin non muslim, kami juga bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), imbuhnya.

“Ketika kami mengunjungi non-Muslim, saat ini mengalami masalah. Mereka melakukan pemberkatan di tempat ibadah dan memang banyak. Kalau muslim kan cuma di KUA,” kata Donny.

Menurutnya, Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang menggandeng FKUB untuk mendapatkan akses agar selama masa perikatan Dinas Sosial, BKKBN, dan Dinas Kesehatan bisa memberikan dukungan.

“Kami akan terus berusaha meski ada beberapa tantangan,” pungkas Donny. (*)

 

Advertisement

Terpopuler