Connect with us

Edukasi

Masalah Sampah, Sabers Pungli Gelar Sabers Camp Nusantara #100

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM – Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli) Kota Batu menggelar acara “Sabers Camp Nusantara #100”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posko BPBD Kota Batu di Jalan Raya Selecta, Sabtu (12/10/19) malam.

Hadir dalam acara itu Sekretaris BPBD Jawa Timur, Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Kementrian Lingkungan Hidup, Direktur Perum Jasa Tirta Malang, dan Komunitas Local Guide Indonesia.

Tema diusung tahun ini adalah
Connect 2 Connect – Merajut Tali Silaturahmi Peduli Ekologi. Acara tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Sabers Pungli yang ke-2.

Menurut Achmad Rifa’i atau cak Mat Berlin sapaan akrabnya, selaku penggiat Sabers Pungli, bahwasanya kegiatan ini membahas tentang ekologi, permasalahan sampah, sungai dan pengelolaan sungai secara sistematis dengan narasumber yang di hadirkan.

“Selain itu, dalam acara ini juga membuat volentir pelajar dan komunitas sebagai agen saber untuk merancang kegiatan sabers ke depan,” katanya kepada KABARMALANG.COM

Cak Mat menjelaskan, pada acara tersebut juga ada pemutaran film “Air Bicara” dari SMK 3 Kota Batu yang menjuarai festival film tentang Sabers Pungli.

“Ya, pada acara ini ada nominator film pendek Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kota Batu dan Sabers Pungli, yang sekaligus juga merayakan Hari Ulang Tahun ke-2 Sabers Pungli,” terang dia.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama saat menghadiri giat tersebut menyampaikan, bahwasanya dirinya siap jika sewaktu-waktu diajak untuk terjun langsung bersama tim Sabers Pungli.

“Saya bersyukur pada malam hari ini bisa ikut andil dalam acara ini, sebagai warga baru Kota Batu, izinkan saya untuk memperkenalkan diri untuk bergabung menjadi warga Kota Batu, dan mohon kiranya saya bisa diterima dengan tangan terbuka. Saya siap jika sewaktu-waktu diajak untuk terjun langsung ke lapangan,” kata Harvi sapaan akrabnya.

Mantan Kasubdit Regident Dirlantas Polda Jatim ini mengaku bangga, karena Kota Batu memiliki sahabat Sabers Pungli yang turut perduli akan kebersihan lingkungan.

“Saya dengan sangat senang hati akan ikut nyemplung dengan rekan-rekan sekalian. Saber Pungli sudah luar biasa menginisiasi menjadi motivator untuk peduli lingkungan terhadap sungai yang bersih. Tentunya itu merupakan suatu yang luar biasa. Kesadaran diri sendiri mau terlibat langsung itu salah satu wujud dari cinta tanah air. Saya siap kapanpun diminta untuk bersama-sama dengan tim Saber Pungli,” ujarnya.

Orang nomor satu di jajaran Polres Batu ini berharap, ke depan tentunya selalu memberikan support dan ikut bersama-sama dengan tim Sabers Pungli untuk secara langsung turun ke sungai.

Sementara itu, Rio Hendra yang juga sebagai pelaku penggiat Sabers Pungli menambahkan, pada September tahun 2019 ini gerakan Sabers Pungli akan memasuki dua tahun perjalanannya.

“Pada 12-13 Oktober 2018 gerakan Sabers Pungli akan melakukan refleksi perjalanan dua tahun pertamanya dengan mengadakan Silaturahmi Budaya dalam bentuk Sabers Camp Nusantara yang diadakan di lokasi Camping Ground BPBD Batu,” ungkapnya.

Rio yang juga jurnalis ini memaparkan, dalam setiap kegiatan Sabers Pungli bersinergi dengan BPBD Kota Batu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Batu Local Guides dan PHRI Kota Batu untuk menemukan solusi dari persoalan-persoalan ekologi khususnya sampah sungai yang selama ini ditemui dalam kegiatan Sabers Pungli setiap minggunya.

“Selain mengadakan Sabers Camp yang mengundang volunteer, BPBD 14 Kota/Kabupaten yang dialiri sungai Brantas, Sabers Pungli juga bakal menggelar syukuran 2 tahun gerakan kesadaran moral, kesadaran terlibat dan edisi ke 100 Sabers Pungli yang menampilkan budaya lokal yang akan dikemas secara menarik,” pungkasnya. (jho/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Ramah Mahasiswa Asing, Bappenas Tunjuk UB Sebagai Fasilitator

Diterbitkan

,

Ramah Mahasiswa Asing, Bappenas Tunjuk UB Sebagai Fasilitator
Dialog Bappenas, UB dan mahasiswa asing di Pelataran Bromo. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendapuk Universitas Brawijaya (UB) sebagai fasilitator mahasiswa asing.

Bappenas memastikan ini saat berkegiatan UB bersama mahasiswa asing di Pelataran Bromo, Jumat (16/4).

Staff Ahli WR IV Bidang Kerjasama Luar Negeri Karuniawan Puji Wicaksono membenarkan. Menteri Bappenas dan 13 mahasiswa asing UB sudah berdiskusi.

Semua mahasiswa asing memberikan respon positif terhadap pelayanan UB.

“Menurut mereka pelayanan UB sangat bagus. Sampai kami bingung dan minta kritikan apa yang kurang dari UB, tapi mereka tetap menjawab yang terbaik,” katanya.

Dia berharap respon positif ini membuat mahasiswa asing menjadi duta Indonesia. dan UB khususnya. Terutama ketika mereka kembali ke negaranya masing-masing.

Sementara itu, Koordinator Kerja Sama Pembangunan Global, KemPPN/Bappenas Priyanto Rohmattullah mengamini.

Bappenas memilih UB karena menjadi leading perguruan tinggi lain dengan sejumlah inovasi beasiswanya.

“UB juga menjadi kampus yang aktif memberikan beasiswa. UB punya sejumlah inovasi dalam pemberian beasiswa selain Kemdikbud dan ristekdikti,” jelansya.

“Kampus lain umumnya mengelola beasiswa ristekdikti dan darmasiswa. Sehingga UB menjadi leading di situ,” bebernya.

UB sendiri sudah mampu mengelola pemberian beasiswa kepada mahasiswa asing. Beasiswa bisa berasal dari dana UB sendiri atau bekerjasama dengan alumni seperti Munir Foundation.

Melalui kegiatan itu, Priyo berharap para pelajar asing dari negara berkembang tidak hanya belajar.

Tetapi mereka juga bisa meningkatkan people to people contact. Salah satunya dengan mempromosikan Indonesia ke negaranya.

“Jika promosi Indonesia Government to Government, maka saya rasa kurang efektif. Sehingga perlu optimalisasi upaya promosi melalu getok tular dalam bidang perdagangan dan investasi Indonesia,” jelasnya.

Dialog bersama Kementerian Bappenas dan UB merupakan rangkaian kunjungan kerja ke Jawa Timur.

Salah satu arah kebijakan Kementrian Bappenas dalam RPJMN 2020-2024 adalah memperkuat kerjasama pembangunan internasional (KPI).

Dengan salah satunya strateginya adalah penguatan Kerjasama Selatan-selatan dan Triangular (KSST) untuk mendukung perdagangan dan investasi.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Pembelajaran Tatap Muka Kota Malang 19 April 2021, Begini Prokesnya

Diterbitkan

,

Pembelajaran Tatap Muka Kota Malang 19 April 2021, Begini Prokesnya
Pemkot Malang saat simulasi sekolah tatap muka pada bulan Agustus tahun 2020 lalu (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Sutiaji mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 15 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Dalam SE tersebut, sekolah tatap muka terbatas di Kota Malang bakal terlaksana pada 19 April nanti.

SE itu muncul berdasarkan SE Mendikbud RI Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

SE juga menindaklanjuti SKB Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri pada 2020. Yakni tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana membenarkan. SE Wali Kota Malang  tersebut berlaku untuk PAUD, SD dan SMP di Kota Malang.

“PTMT kami laksanakan serentak pada tanggal 19 April 2021, sesuai dengan Surat Edaran Walikota Malang Nomor 15 Tahun 2021,” ujar Suwarjana kepada Kabarmalang.com, Kamis (15/4).

Berikut ini protokol kesehatan selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Kota Malang.

1.Jumlah siswa yang melakukan pembelajaran tatap muka terbatas maksimal 50% dari jumlah murid. Jaga jarak minimal 1,5 meter, sedangkan 50 persen sisanya melakukan pembelajaran jarak jauh.

2.Kemudian, jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan beląjar (Shift) dari satuan pendidikan. Tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

3.Selanjutnya, orang tua atau wali murid dapat memilih bagi putra-putrinya untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

4.Perlakuan wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan memperhatikan :

a.Menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai atau masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu.

b.Setelah itu, menyiapkan ketersediaan sarana untuk cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer. Penempatannya di depan pintu masuk sekolah dan di depan kelas.

c.Lalu, menyiapkan alat pengukur suhu tubuh yang penggunaannya untuk pengukuran suhu kepada siswa, tenaga pendidik dan kependidikan serta tamu yang datang ke sekolah.

d.Membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah dengan menyemprot disinfektan secara rutin.

e.Tidak melakukan kontak fisik misalnya seperfi bersalaman dan cium tangan.

f.Menerapkan etika batuk atau bersin yang benar.

g.Kemudian, kantin tidak boleh beroperasi, warga satuan pendidikan lebih baik membawa makanan atau minuman dengan menu gizi seimbang.

h.Kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler juga tidak boleh berlangsung di sekolah.

i.Tidak boleh ada kegiatan selain pembelajaran seperti orang tua menunggu siswa di sekolah istirahat di luar kelas, pertemuan orang tua, dan sebagainya.

j. Terakhir, sekolah membuat SOP pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dengan memenuhi seluruh protokol kesehatan.

Kabar Lainnya : Rektor UT Minta Maaf Server Ujian Down.

Aturan ini sesuai Keputusan Bersama Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri pada tahun 2020.

Yaitu tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

RSUB Gandeng RSSA Gelar Baksos Pain Center

Diterbitkan

,

Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) bekerjasama dengan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) dan Djarum Foundaton mengadakan Bakti Sosial pengobatan nyeri

 

KABARMALANG.COM – Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) bekerjasama dengan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) dan Djarum Foundaton mengadakan Bakti Sosial (Baksos) pengobatan nyeri, Sabtu (3/4/2021).

Baksos ini dilakukan kepada 12 pasien penderita nyeri dari beberapa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Malang.

Acara yang dilakukan di Pain Center RSUB Gedung A lantai 2 ini meliputi kegiatan penyuluhan, konsultasi, dan terapi farmakologis dan non-farmakologis oleh para dokter spesialis anestesi.

Kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan salah satu aspek dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat.

Oleh karena itu, Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) RSUB melibatkan berbagai bidang medis yang dapat memberikan layanan pada pasien secara holistik dan komprehensif.

Selain bertujuan untuk memperkenalkan Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) pada masyarakat, acara yang akan diselenggarakan 12 kali dalam setahun ini juga untuk mempererat hubungan antara RSUB, RSSA, dan Puskesmas yang ada di Malang Raya.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk akuntabilitas sosial profesi dokter anestesi dalam bidang pengelolaan nyeri yang banyak diderita oleh masyarakat baik nyeri akut, nyeri kronik dan nyeri kanker melalui fasilitas Pain center yang ada di RSUB,” jelas Tim Ahli Pain Center RSUB dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp. An, KMN, FIPP.

Sebelumnya, RSUB telah melaksanakan Soft Launching Pain Center pada 13 Maret 2021, sekaligus Webinar bagi dokter dan perawat dengan tema “Three in One Pain Management Method” yang disampaikan oleh Dosen Luar Biasa UB Willy Halim, MD, Ph. D, FIPP.

Beberapa Tim Ahli di bidang nyeri yang tergabung dalam Pain Center RSUB antara lain, dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp. An, KMN, FIPP, Willy Halim, MD, Ph. D, FIPP, Dr. dr. Aswoco Andyk Asmoro, Sp. An, FIPM, dr. Buyung Hartiyo Laksono, Sp. An, KNA, dan dr. Taufiq Agus Siswagama, Sp. An, KMN.

Para tim ahli tersebut telah memiliki kompetensi khusus untuk melakukan tindakan manajemen nyeri. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat teredukasi dan mengetahui waktu yang tepat apabila membutuhkan terapi nyeri. (carep-04/fir).

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com