Edukasi
BP2D Gandeng KPK RI Untuk Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

KABARMALANG.COM – Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, Pemerintah Kota Malang melalui Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) menggelar Sosialisasi Lanjutan Pelaksanaan Program Pajak Online (E-BPHTB) dan Penjelasan tentang Kegiatan Supervisi Peningkatan Pendapatan oleh Tim KORSUPGAH KPK-RI wilayah VI.
Kegiatan tersebut digelar, Rabu (9/10/2019) di Ballroom Hotel Balava Malang. Walikota Malang, Sutiaji dengan didampingi Kepala BP2D Malang, Ade Herawanto berkesempatan hadir dan membuka secara resmi kegiatan itu.
Dengan menghadirkan 200 Wajib Pajak (WP) dari Hotel, Restoran, Parkir, Hiburan dan WP lainnya yang ada di Kota Malang, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi diantara para wajib pajak untuk melakukan kewajibannya dalam hal perpajakan melalui sistem online, agar nantinya mampu mencegah tindak korupsi.
Kegiatan itu didasari arahan serta hasil evaluasi dari tim Korsupgah KPK RI wilayah VI. Dengan menggandeng Tim Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan (Korsupgah)Â Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK), BP2D Kota Malang mengundang Asep Rahmat Suwanda selaku Koordinator Wilayah V KPK Jatim serta Arif Nurcahyo selaku Satgas Pencegahan Korwil VI sebagai narasumber.
Walikota Sutiaji menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan PAD kita yang selama ini dinilai kurang maksimal oleh tim Korsupgah KPK RI.
“Selain itu, goalnya bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan namun juga pada prosesnya yang transparan diharapkan bisa mencegah tindak korupsi di Kota Malang khususnya di bidang perpajakan,” ujar Sutiaji.
Seperti kita ketahui bersama, lanjut Walikota Sutiaji, APBN kita masih sangat tergantung pada sektor pajak, pajak menjadi nyawa bagi negara kita, melalui pajak pula pembangunan dapat kita selenggarakan dengan baik.
Sementara itu, Asep Rahmat Suwanda mengatakan bahwa di tahun 2019 ini ada 2 fokus utama kinerja tim Korsupgah KPK RI yaitu optimalisasi pendapatan daerah dan penertiban aset daerah. “Khusus untuk pendapatan daerah di Kota Malang kami telah memberikan rekomendasi untuk melakukan perbaikan regulasi dan perbaikan database guna peningkatan PAD nya,” ujar Asep.
“Hari ini kita sampaikan pada WP untuk memasang alat monitor agar setiap transaksi yang terjadi langsung tercatat di BP2D, nanti juga akan dibantu oleh Bank Jatim dalam pelaksanaannya, hal itu kami lakukan karena kami menilai bahwa Kota Malang memiliki potensi yang besar terhadap peningkatan pendapatan daerah,” tambahnya.
“Masih banyak objek pajak lainnya yang belum digali dan memiliki potensi besar bagi peningkatan pendapatan daerah di Kota Malang,” tandasnya. (ary/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari





































