Connect with us

Pemerintahan

Isu Sampah, Diangkat dalam Rakernas Apeksi XV Padang

Diterbitkan

,

Isu Sampah, Diangkat dalam Rakernas Apeksi XV Padang
sampah perkotaan di angkat sebagai isu strategis dalam seminar nasional lingkungan hidup pada Rakernas Apeksi XV Padang. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Problematika sampah perkotaan di angkat sebagai isu strategis dalam seminar nasional lingkungan hidup pada Rakernas Apeksi XV Padang.

“Sampah menjadi PR yang besar sekali,” ujar Ketua Dewan Pengurus Apeksi sekaligus Wali Kota Bogor, Dr. H. Bima Arya Sugiarto dalam sambutan pembukaan seminar.

Kita merasakan betul masalah ini kompleks. Menurut Bima ada tiga hal yang penting, yakni konseptualnya, lalu kolaborasi dan terakhir menjaga konsistensi.

Bima juga menyampaikan urgensi pengelolaan sampah di perkotaan memerlukan fondasi kultur, struktur dan infrastruktur.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji yang di dapuk sebagai salah satu pembicara seminar tersebut mengatakan bahwa pengelolaan sampah harus di lihat sebagai sebuah rangkaian dari hulu hingga hilir.

“Inisiatif-inisiatif ekonomi sirkular, yang mengubah sampah menjadi berkah di Kota Malang sudah banyak di lakukan dan jadi percontohan nasional,” ungkapnya.

“Bank Sampah adalah salah satunya. Demikian halnya produk kriya, fesyen, seni dan karya kreatif lainnya dari bahan daur ulang bisa punya valuasi tinggi,” Sutiaji melanjutkan.

Sejauh ini langkah pengurangan sampah di Kota Malang telah mencapai angka 24,12 persen dari total potensi timbulan sampah 687 Ton perhari.

Hal itu di dukung berbagai fasilitas sepertI TPS 3R, Rumah Pilah Kompos Daur Ulang (PKD), Pusat Daur Ulang (PDU), hingga TPST/ITF yang telah di bangun demi mereduksi sampah yang masuk ke TPA.

Selaras, TPA Supiturang pun telah di modernisasi dan menerapkan sanitary landfill. Namun demikian, Sutiaji menegaskan bahwa kesemuanya arus di landasi kesadaran hidup bersih dan minim sampah.

“Benang merahnya, peran semua pihak krusial. Tidak mungkin pemerintah sendirian. Hexahelix harus jalan,” katanya.

“Maka kami siap menggandeng semua yang ingin berkolaborasi menguatkan ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Malang,” papar Sutiaji.

Seminar yang mengangkat tema peran pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan menghadirkan pembicara Direktur Pengurangan Sampah Kementerian LHK Sinta Saptarino Sumiarno.

Kemudian Public Affairs and Communication Director Coca Cola Indonesia Trijono Prijosoesilo.

Turut hadir pula memberikan pandangannya, General Manager Indonesia Packaging Recovery Organization Zul Martini Indrawati, dan Direktur Eksekutif Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Arisman. (tik/fir)

 

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih