Connect with us

Edukasi

Tarif Iuran BPJS Belum Naik, Angka Tunggakan JKN Kota Batu Tinggi

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM – Kurang lebih Rp 7.766.182.524 miliar, jumlah penunggak iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Batu. Angka tersebut dari hasil akumulasi 17.401 Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) menunggak iuran sebesar Rp 7.906.160.395. Sedangkan Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) ada 17 dengan tunggakan sekitar Rp 60.022.183.

Kepala BPJS Cabang Malang, Hendry Wahyuni mengatakan bahwa perlu adanya peranan pemerintah daerah (Pemda) untuk mengatasinya. Pasalnya, data tersebut berbanding terbalik dengan iuran yang diterima hanya berkisar di angka Rp 33.116.294.096 miliar. Sehingga, hal itu yang menyebabkan terjadinya defisit di BPJS Cabang Malang. Apalagi, ditambah adanya tunggakan yang mencapai Rp 7 miliar.

“Setidaknya Pemda harus mampu menjamin warganya agar bisa terdaftar sebagai peserta JKN. Karena, itu wajib dan menjadi tanggungan Pemda setempat. Masyarakat miskin itu dapat jaminan oleh pemerintah daerah, Perpres 82 tahun 2015 sudah mengatur itu,” jelas dia.

Diketahui, selama ini defisit yang terjadi tidak sesuai dengan fakta yang ada. Artinya, iuran peserta JKN mulai dari Kelas I sampai dengan Kelas III tidak sesuai. Sedangkan biaya pelayanan kesehatan dari tahun ke tahun naik.

“Masyarakat Kota Batu seharusnya terdaftar menjadi peserta JKN. Utamanya, masyarakat yang kurang mampu. Dalam UU sudah jelas, Masyarakat yang tidak mampu dan tidak menjadi peserta JKN wajib di daftarakan oleh Pemda,” imbuhnya.

Menyikapi perihal tersebut, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Eddy Murtono mengatakan saat ini pihaknya sudah merencanakan semua itu. Anggaran Rp 9,5 miliar sudah disiapkan untuk layanan kesehatan ke masyarakat kurang mampu Kota Batu. Optimisme ia tunjukkan, bahkan dirinya meyakini semua warga Kota Batu bisa terlayani kesehatannya.

“Kita akan tangani itu, bisa kita ambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu dalam perubahan tahun ini. Masyarakat miskin di sini sekitar 30.000 lebih. Dan itu sudah ditanggung oleh Pemerintah,” tutupnya. (doi/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Ramah Mahasiswa Asing, Bappenas Tunjuk UB Sebagai Fasilitator

Diterbitkan

,

Ramah Mahasiswa Asing, Bappenas Tunjuk UB Sebagai Fasilitator
Dialog Bappenas, UB dan mahasiswa asing di Pelataran Bromo. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendapuk Universitas Brawijaya (UB) sebagai fasilitator mahasiswa asing.

Bappenas memastikan ini saat berkegiatan UB bersama mahasiswa asing di Pelataran Bromo, Jumat (16/4).

Staff Ahli WR IV Bidang Kerjasama Luar Negeri Karuniawan Puji Wicaksono membenarkan. Menteri Bappenas dan 13 mahasiswa asing UB sudah berdiskusi.

Semua mahasiswa asing memberikan respon positif terhadap pelayanan UB.

“Menurut mereka pelayanan UB sangat bagus. Sampai kami bingung dan minta kritikan apa yang kurang dari UB, tapi mereka tetap menjawab yang terbaik,” katanya.

Dia berharap respon positif ini membuat mahasiswa asing menjadi duta Indonesia. dan UB khususnya. Terutama ketika mereka kembali ke negaranya masing-masing.

Sementara itu, Koordinator Kerja Sama Pembangunan Global, KemPPN/Bappenas Priyanto Rohmattullah mengamini.

Bappenas memilih UB karena menjadi leading perguruan tinggi lain dengan sejumlah inovasi beasiswanya.

“UB juga menjadi kampus yang aktif memberikan beasiswa. UB punya sejumlah inovasi dalam pemberian beasiswa selain Kemdikbud dan ristekdikti,” jelansya.

“Kampus lain umumnya mengelola beasiswa ristekdikti dan darmasiswa. Sehingga UB menjadi leading di situ,” bebernya.

UB sendiri sudah mampu mengelola pemberian beasiswa kepada mahasiswa asing. Beasiswa bisa berasal dari dana UB sendiri atau bekerjasama dengan alumni seperti Munir Foundation.

Melalui kegiatan itu, Priyo berharap para pelajar asing dari negara berkembang tidak hanya belajar.

Tetapi mereka juga bisa meningkatkan people to people contact. Salah satunya dengan mempromosikan Indonesia ke negaranya.

“Jika promosi Indonesia Government to Government, maka saya rasa kurang efektif. Sehingga perlu optimalisasi upaya promosi melalu getok tular dalam bidang perdagangan dan investasi Indonesia,” jelasnya.

Dialog bersama Kementerian Bappenas dan UB merupakan rangkaian kunjungan kerja ke Jawa Timur.

Salah satu arah kebijakan Kementrian Bappenas dalam RPJMN 2020-2024 adalah memperkuat kerjasama pembangunan internasional (KPI).

Dengan salah satunya strateginya adalah penguatan Kerjasama Selatan-selatan dan Triangular (KSST) untuk mendukung perdagangan dan investasi.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Pembelajaran Tatap Muka Kota Malang 19 April 2021, Begini Prokesnya

Diterbitkan

,

Pembelajaran Tatap Muka Kota Malang 19 April 2021, Begini Prokesnya
Pemkot Malang saat simulasi sekolah tatap muka pada bulan Agustus tahun 2020 lalu (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Sutiaji mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 15 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Dalam SE tersebut, sekolah tatap muka terbatas di Kota Malang bakal terlaksana pada 19 April nanti.

SE itu muncul berdasarkan SE Mendikbud RI Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

SE juga menindaklanjuti SKB Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri pada 2020. Yakni tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana membenarkan. SE Wali Kota Malang  tersebut berlaku untuk PAUD, SD dan SMP di Kota Malang.

“PTMT kami laksanakan serentak pada tanggal 19 April 2021, sesuai dengan Surat Edaran Walikota Malang Nomor 15 Tahun 2021,” ujar Suwarjana kepada Kabarmalang.com, Kamis (15/4).

Berikut ini protokol kesehatan selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Kota Malang.

1.Jumlah siswa yang melakukan pembelajaran tatap muka terbatas maksimal 50% dari jumlah murid. Jaga jarak minimal 1,5 meter, sedangkan 50 persen sisanya melakukan pembelajaran jarak jauh.

2.Kemudian, jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan beląjar (Shift) dari satuan pendidikan. Tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

3.Selanjutnya, orang tua atau wali murid dapat memilih bagi putra-putrinya untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

4.Perlakuan wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan memperhatikan :

a.Menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai atau masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu.

b.Setelah itu, menyiapkan ketersediaan sarana untuk cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer. Penempatannya di depan pintu masuk sekolah dan di depan kelas.

c.Lalu, menyiapkan alat pengukur suhu tubuh yang penggunaannya untuk pengukuran suhu kepada siswa, tenaga pendidik dan kependidikan serta tamu yang datang ke sekolah.

d.Membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah dengan menyemprot disinfektan secara rutin.

e.Tidak melakukan kontak fisik misalnya seperfi bersalaman dan cium tangan.

f.Menerapkan etika batuk atau bersin yang benar.

g.Kemudian, kantin tidak boleh beroperasi, warga satuan pendidikan lebih baik membawa makanan atau minuman dengan menu gizi seimbang.

h.Kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler juga tidak boleh berlangsung di sekolah.

i.Tidak boleh ada kegiatan selain pembelajaran seperti orang tua menunggu siswa di sekolah istirahat di luar kelas, pertemuan orang tua, dan sebagainya.

j. Terakhir, sekolah membuat SOP pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dengan memenuhi seluruh protokol kesehatan.

Kabar Lainnya : Rektor UT Minta Maaf Server Ujian Down.

Aturan ini sesuai Keputusan Bersama Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri pada tahun 2020.

Yaitu tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

RSUB Gandeng RSSA Gelar Baksos Pain Center

Diterbitkan

,

Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) bekerjasama dengan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) dan Djarum Foundaton mengadakan Bakti Sosial pengobatan nyeri

 

KABARMALANG.COM – Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) bekerjasama dengan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) dan Djarum Foundaton mengadakan Bakti Sosial (Baksos) pengobatan nyeri, Sabtu (3/4/2021).

Baksos ini dilakukan kepada 12 pasien penderita nyeri dari beberapa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Malang.

Acara yang dilakukan di Pain Center RSUB Gedung A lantai 2 ini meliputi kegiatan penyuluhan, konsultasi, dan terapi farmakologis dan non-farmakologis oleh para dokter spesialis anestesi.

Kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan salah satu aspek dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat.

Oleh karena itu, Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) RSUB melibatkan berbagai bidang medis yang dapat memberikan layanan pada pasien secara holistik dan komprehensif.

Selain bertujuan untuk memperkenalkan Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) pada masyarakat, acara yang akan diselenggarakan 12 kali dalam setahun ini juga untuk mempererat hubungan antara RSUB, RSSA, dan Puskesmas yang ada di Malang Raya.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk akuntabilitas sosial profesi dokter anestesi dalam bidang pengelolaan nyeri yang banyak diderita oleh masyarakat baik nyeri akut, nyeri kronik dan nyeri kanker melalui fasilitas Pain center yang ada di RSUB,” jelas Tim Ahli Pain Center RSUB dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp. An, KMN, FIPP.

Sebelumnya, RSUB telah melaksanakan Soft Launching Pain Center pada 13 Maret 2021, sekaligus Webinar bagi dokter dan perawat dengan tema “Three in One Pain Management Method” yang disampaikan oleh Dosen Luar Biasa UB Willy Halim, MD, Ph. D, FIPP.

Beberapa Tim Ahli di bidang nyeri yang tergabung dalam Pain Center RSUB antara lain, dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp. An, KMN, FIPP, Willy Halim, MD, Ph. D, FIPP, Dr. dr. Aswoco Andyk Asmoro, Sp. An, FIPM, dr. Buyung Hartiyo Laksono, Sp. An, KNA, dan dr. Taufiq Agus Siswagama, Sp. An, KMN.

Para tim ahli tersebut telah memiliki kompetensi khusus untuk melakukan tindakan manajemen nyeri. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat teredukasi dan mengetahui waktu yang tepat apabila membutuhkan terapi nyeri. (carep-04/fir).

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com