Connect with us

Pemerintahan

Wabah PMK, Pemkot Malang Lakukan Penguatan Literasi Penyembelihan Hewan Kurban

Diterbitkan

,

Wabah PMK, Pemkot Malang Lakukan Penguatan Literasi Penyembelihan Hewan Kurban
Wali Kota Malang Sutiaji melakukan menguatkan literasi kepada masyarakat terkait penyembelihan hewan kurban.

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan menguatkan literasi kepada masyarakat terkait penyembelihan hewan kurban.

Penguatan literasi ini dilakukan terkait situasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah dihadapi.

Terkait penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban menjelang Iduladha, 9 Juli 2022 nanti.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, bahwa penguatan sosialisasi dan edukasi berbasis informasi yang tepat dari para ahli di bidangnya kepada masyarakat terkait PMK akan terus dikuatkan.

Sehingga tidak terjadi disinformasi atau distorsi yang menimbulkan keraguan, kegamangan atau keresahan di tengah masyarakat.

“Nanti akan ada surat edaran dari Dewan Masjid Indonesia (DMI), kalau fatwa MUI sudah jelas bagaimana hewan-hewan yang boleh disembelih dan seterusnya,” ujar Wali Kota Sutiaji, saat rapat koordinasi penyembelihan hewan kurban di ruang sidang Balai Kota Malang, Senin (20/6/2022).

“PMK ini tidak ada korelasi dengan penyakit pada manusia. Hasil rakor kali ini adalah satu, tetap ada mitigasi terkait hewan yang masuk dari luar ke daerah. Harus ada surat bahwa hewan tersebut sehat,” sambungnya.

Kedua, terkait dengan kemungkinan adanya kekhawatiran pembeli akan kematian hewan kurban yang telah diserahkan ke takmir, Sutiaji mengungkapkan, Pemkot Malang akan terus melakukan pengecekan dan pemantauan ke masing-masing hewan.

Selain itu, juga dapat dilakukan penitipan di rumah potong hewan (RPH) Kota Malang yang akan dikontrol secara massal.

“Dalam imbauan salah satu di antaranya, tidak ada masjid yang tidak menerima hewan kurban,” jelasnya.

Kita juga akan kuatkan literasi kepada masyarakat bahwa daging sapi yang seandainya terkena PMK tidak berefek pada kesehatan manusia.

Pemkot Malang terus melakukan pemantauan dan penanganan cepat terkait PMK.

“Perkembangannya, tingkat kesembuhan di Kota Malang cukup tinggi, saat ini tinggal 64 ekor sapi yang masih dalam pengobatan dari 296 ekor sapi yang terindikasi PMK saat,” ucap Sutiaji.

Terkait kekhawatiran yang berlebihan di masyarakat, MUI telah menerbitkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 32 Tahun 2022 tentang hukum dan panduan pelaksanaan ibadah kurban saat kondisi wabah PMK.

Dalam fatwa tersebut, telah dijelaskan kriteria hewan kurban mana yang boleh dan tidak boleh disembelih.

Sehingga ia mengimbau kepada masyarakat untuk waspada, namun bijak dan tenang dalam menyikapi wabah PMK yang terjadi jelang Iduladha.

“Mitigasi hewan-hewan kurban yang akan dijual akan dikuatkan, akan dipantau ini dari mana kesiapan seperti apa,” katanya.

Sehingga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dispangtan Kota Malang juga terus berkeliling untuk memastikan bahwa hewan-hewan kurban sehat.

“Sebelumnya juga sudah dibentuk satgas yang juga terdiri dari polisi dan TNI. Tidak hanya yang kena PMK tapi juga bagaimana agar peternak mendapat literasi. Terus berkeliling sehingga sapi yang ada di peternak Kota Malang sehat,” pungkas Sutiaji. (tik/fir)

 

Kabar Batu

Kearifan Lokal, Kelurahan Sisir Gelar Gebyak Budoyo Nyawiji

Diterbitkan

,

Kearifan Lokal, Kelurahan Sisir Gelar Gebyak Budoyo Nyawiji
Wakil Wali Kota Batu, H. Punjul Santoso, hadir secara langsung dengan mengenakan baju Sakera. (foto istimewa)

 

KABARBATU.COM – Ribuan masyarakat memadati Jalan Diran, Kelurahan Sisir, Kota Batu.

Mereka berdatangan untuk menyaksikan acara Gebyak Budoyo Sisir Nyawiji, Sabtu (26/6/2022) malam.

Wakil Wali Kota Batu, H. Punjul Santoso, hadir secara langsung dengan mengenakan baju Sakera.

Gebyak Budoyo Sisir Nyawiji merupakan gerakan untuk menunjukkan jati diri warga Sisir dengan mengangkat kearifan lokal.

Lurah Sisir, Viara Aria Pranaka mengatakan, kegiatan ini adalah bukti bahwa warga Sisir bisa nyawiji (bersatu).

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial tapi harus menjadi kegiatan yang berkelanjutan,” ujarnya.

“Dengan menunjukkan berbagai kesenian dan potensi yang merupakan jati diri masyarakat sisir,” sambung Lurah Sisir.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, H. Punjul Santoso, yang merupakan salah satu warga asli Kelurahan Sisir merasa bangga.

Gebyak Budoyo Sisir Nyawiji ini telah mengangkat dan menunjukkan nilai-nilai tradisi di Kelurahan Sisir.

“Saya sebagai masyarakat asli Dukuh Meduran Kelurahan Sisir merasa bangga dengan nilai-nilai tradisi yang ada,” ujarnya.

“Semoga kedepan kita bisa terus melestarikan kebudayaan ini,” lanjut Wawali Kota Batu.

Kegiatan ini menampilkan berbagai kesenian, mulai dari Bang Mi’un, bantengan, jaranan, karawitan, pencak silat, reog, sanduk.

Dan dimeriahkan dengan berbagai pameran dan bazar UMKM. (tik/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkot Malang Identifikasi Penataan Reklame Tematik di Kayutangan

Diterbitkan

,

Pemkot Malang Identifikasi Penataan Reklame Tematik di Kayutangan
Pemkot Malang melakukan proses identifikasi penataan reklame tematik kawasan Kayutangan Heritage.

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan proses identifikasi sebagai langkah awal penataan reklame tematik kawasan Kayutangan Heritage.

Penataan reklame ini yang selaras secara visual merupakan bagian strategi, untuk meningkatkan nilai kawasan.

Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT. saat mengoordinasikan tim lintas perangkat daerah menyusuri seluruh zona sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Jumat (24/6/2022).

“Hari ini tahap awal ya. Titik reklame kita petakan. Bentuk desain nantinya disiapkan dan bisa disewa sesuai ketentuan,” ujar Diah.

“Pemikiran pak wali kalau reklame selaras, kualitas visual membaik, nilai kawasan dan ekonomi pun meningkat,” sambungnya.

Melalui proses identifikasi awal tim telah memetakan lebih dari 25 titik yang perlu ditata.

Sejumlah aspek seperti gaya desain, tinggi media reklame dan jarak akan menjadi faktor-faktor yang dipertimbangkan.

Selain memetakan titik reklame tematik, tim juga telah melakukan identifikasi terhadap reklame yang belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), memiliki tunggakan sewa maupun pajak.

Atas hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang Heru Mulyono, S.IP., MT yang turut hadir dalam kegiatan itu.

Dia mengatakan bahwa proses penegakan akan dilakukan secara koordinatif, berpedoman pada Peraturan Daerah (Perda) tentang Reklame, data, dan prosedur yang berlaku.

“Tentu kita koordinasi dengan BKAD, Bapenda dan Perizinan (Disnaker PMPTSP),” tegas Heru.

Terpisah, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memastikan bahwa komunikasi dengan para pemilik usaha di sepanjang koridor menjadi bagian tindak lanjut ke depan.

Sehingga diharapkan ada kesepahaman, dan kolaborasi agar penataan kondusif.

“Tim hari ini sifatnya masih awal dan proses masih panjang,” ujarnya.

Ini kita mulai sejak dini, kata Sutiaji, agar kita punya ruang gerak waktu yang cukup untuk bertukar pikiran, antara Pemkot Malang dan pemilik usaha.

“Izin yang masih berlaku pun tetap kita hormati. Prinsip kita kedepankan komunikasi humanis,” pungkas Sutiaji. (tik/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Wawali Sofyan Edi Kenalkan Tiga Shelter Kota Malang ke Wabup Trenggalek

Diterbitkan

,

Wawali Sofyan Edi Kenalkan Tiga Shelter Kota Malang ke Wabup Trenggalek
Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko, menyambut baik kunjungan kerja dari Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko, menyambut baik kunjungan kerja dari Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara.

Jumat (26/6/2022) Bertempat di Gazebo Balai Kota Malang. Kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek ini studi tentang shelter atau rumah singgah untuk kesejahteraan sosial.

“Sugeng rawuh di Kota Malang Pak Wakil Bupati beserta rombongan,” ucap Wawali Sofyan Edi.

Kami sangat senang, lanjut Wawali Kota Malang, kegiatan studi tiru semacam ini untuk bisa saling memberi dan menerima informasi kaitan agenda-agenda yang dilaksanakan di masing-masih daerah.

Bung Edi, sapaan akrab Wawali Kota Malang, menyebut bahwa upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat telah menjadi konsen visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang saat ini.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan sarana dan prasarana berupa shelter atau rumah singgah bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Bung Edi, juga mengenalkan kepada Wabup Syah tiga shelter yang dikelola oleh Dinas Sosial-P3AP2KB Pemkot Malang.

Diantaranya, Pondok Lansia, Shelter Tuna Wisma Karya Sukun, serta Lingkungan Pondok Sosial Champ Asessment.

“Yang terakhir ini menjadi kawasan untuk menampung dan mendata para tuna wisma, pengemis, orang dengan gangguan jiwa, anak jalanan dan lansia terlantar,” ujarnya.

“Ada pelatihan-pelatihannya juga. Itu nanti monggo rombongan Pak Wabup bisa lihat secara langsung,” urai Bung Edi.

Keberadaan shelter ini juga merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lansia serta sebagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini upaya pemerintah untuk hadir di tengah-tengah masyarakat kita. Menjadi komitmen dalam menghadapi sedemikian permasalahan dan hal-hal sosial yang kami hadapi,” paparnya.

Sementara itu, kepada Bung Edi, Wabup Syah menyampaikan apresiasi atas sambutan baik dari Pemerintah Kota Malang.

“Kami atas nama rombongan Pemerintah Kabupaten Trenggalek berterima-kasih kepada Pemkot Malang dan masyarakat Kota Malang yang sudah bersedia menerima kami dan bersedia untuk kami ambil ilmunya,” ujarnya.

“Semoga ini bisa memberi manfaat khususnya bagi Kabupaten Trenggalek. Sehingga apa yang menjadi cita-cita kita bersama di Kabupaten Trenggalek dan Kota Malang ini bisa tercapai,” pungkasnya. (tik/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com