Connect with us

Pemerintahan

Tekan Pengangguran, Wali Kota Malang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Diterbitkan

,

Tekan Pengangguran, Wali Kota Malang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
Wali Kota Sutiaji saat menjadi pembicara dalam kegiatan talkshow di kegiatan Expo Produk Inovasi dan Penguatan Link & Match IDUKA di Graha Polinema (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menyebut pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah bersama perguruan tinggi.

Untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas guna mengentaskan pengangguran terbuka di Kota Malang.

“Kita harus dapat menjawab pengangguran terbuka, maka kami pemerintah daerah menjadi kepanjangan tangan pemerintah pusat,” ujar Wali Kota Sutiaji.

“Harapannya adalah bagaimana memberikan kontribusi dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Sehingga bagaimana vokasi ini bisa memberikan kekuatan yang lebih,” sambungnya.

Hal ini disampaikan Sutiaji saat menjadi pembicara dalam kegiatan talkshow di kegiatan Expo Produk Inovasi dan Penguatan Link & Match IDUKA di Graha Polinema, Senin (23/5/2022).

Selanjutnya, menurut Sutiaji, revolusi paradigma pendidikan menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan tersebut.

BACA : Pengangguran Terbuka Kabupaten Malang Naik 1,79 Persen

“Supaya bonus demografi yang dimiliki Indonesia ke depan menjadi potensi dan tidak menjadi beban, maka sudah saatnya kita revolusi paradigma pendidikan. Dan Alhamdulillah sudah dimulai dari kurikulum merdeka belajar,” ucapnya.

Pemerintah daerah dengan perguruan tinggi, imbuh Sutiaji, harus saling berkolaborasi, bekerja sama dan saling mengisi ruang agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satunya degan menyusun kurikulum yang tepat.

“Maka sesungguhnya ini harus dilakukan bersama-sama; output, input, dan proses terus menerus kami dilibatkan. Dengan cara tadi, kurikulum dibuat bersama-sama. Apalagi saat ini sudah merdeka belajar,” katanya.

Sutiaji berharap kurikulum perguruan tinggi di Kota Malang tidak semata menciptakan lulusan yang siap bekerja, namun lebih jauh lagi; mampu menelurkan generasi yang terampil dan berwawasan ke depan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya, anak-anak begitu lulus, pasar bisa menangkap. Serta sudah saatnya kita munculkan entrepreneur-entrepreneur yang hebat. Terlebih Malang gudangnya anak-anak start up,” terangnya.

Dengan demikian, Sutiaji melanjutkan, perguruan tinggi dapat memberikan akses kepada masyarakat, sehingga tingkat pengangguran terbuka di Kota Malang dapat berkurang. (carep01/fir)

Advertisement

Terpopuler