Kabar Batu
Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Kota Batu Manfaatkan Lahan Pekarangan Rumah

KABARBATU.COM – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu melaksanakan program untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
Hal ini di lakukan untuk mendukung tingkat ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.
“Kegiatan ini intensifikasi pekarangan organik (IPO), pekarangan pangan lestari (P2L),” ujar Kepala Dinas Pertanian Pemkot Batu, Sugeng Pramono.
“Pekarangan ini di gunakan sebagai sarana pemantapan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga,” sambungnya.
Kemudian, lanjut Sugeng, di kelola dengan tujuan memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga secara lestari, meningkatkan kemampuan keluarga dalam budidaya.
Sugeng melanjutkan lagi, dan di versifikasi pangan, serta mengembangkan sumber bibit untuk keberlanjutan pemanfaatan lahan pekarangan.
“Kegiatan intensifikasi pekarangan organik (IPO) di laksanakan pada tahun 2021 dengan sasaran 24 KWT se Kota Batu,” ucapnya.
Kegiatan berupa penyuluhan dan pelatihan budidaya sayuran organik. Pemberian kegiatan pelatihan aplikasi penggunaan pupuk organik cair, pestisida nabati.
“Dan teknis budidaya sayuran organik di lahan pekarangan milik pengurus KWT,” katanya.
Bantuan saprodi yang di berikan kepada 24 Kelompok Wanita Tani (KWT)/Gapoktan sebagai berikut.
Benih andewi sebanyak 120 sachet, benih bayam hijau sebanyak 120 sachet, benih cabe rawit sebanyak 120 sachet, benih kangkung sebanyak 120 sachet, dan benih sawi manis sebanyak 240 sachet.
Kemudian, benih sawi daging sebanyak 144 sachet, benih terong sebanyak 120 sachet, benih tomat sebanyak 72 sachet, polybag sebanyak 120 kg (1kg = ± 25 sd 27 pcs), dan tanah humus sebanyak 24 Pick up, serta pupuk organik padat sebanyak 18.000 Kg.
Itu, ungkap Sugeng, untuk kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L) di Kota Batu di mulai tahun 2021 dengan sasaran 7 KWT yang tersebar di beberapa desa yakni Desa Tulungrejo, Sumberbrantas, Pandanrejo, Bulukerto, Tlekung, Dadaprejo dan Pesanggrahan.
Pada tahun 2022 ini berlokasi di Kelurahan Sisir, Temas, Desa Tlekung dan Giripurno.
Yang jelas, tambah Sugeng, seperti asrama, pondok pesantren, rusun, rumah ibadah dan lainnya.
Tujuan dan sasaran kegiatan P2L, menurut Sugeng, ada dua.
Pertama untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
“Yang kedua untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar,” terangnya.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Sugeng menyampaikan kegiatan P2L di lakukan melalui pendekatan pengembangan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).
Pemanfaatan sumberdaya lokal (local wisdom), pemberdayaan masyarakat (community engagement), dan berorientasi pemasaran (go to market).
“Adapun bantuan untuk kegiatan ini berupa sarana pembibitan, pengembangan demplot, saprodi budidaya dan penanganan pasca panen,” katanya.
Kegiatan ini di harapkan menjadi solusi jitu yaitu solusi yang sangat tepat untuk menghadapi situasi Pandemi Covid-19.
“Karena mampu menyediakan pangan bagi keluarga untuk ketahanan pangan dan dapat meningkatkan pendapatan untuk kesejahteraan keluarganya. (gus/fir)
Serba Serbi3 minggu yang laluPanduan E-Kinerja BKN 2026: Cara Login, Isi SKP, dan Laporan Progres Harian ASN
Serba Serbi4 minggu yang laluWaspada Penipuan Hadiah Tahun Baru 2026 Atas Nama PLN: Cek Faktanya di Sini!
Serba Serbi4 minggu yang laluJadwal Libur Bursa Efek Indonesia (BEI) Akhir Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026
Serba Serbi4 minggu yang laluUcapan Selamat Tahun Baru 2026: Singkat, Inspiratif, & Bahasa Inggris
Serba Serbi3 minggu yang laluDaftar Promo PLN Januari 2026: Diskon Tambah Daya 50% dan Tarif Tetap!
Serba Serbi3 minggu yang laluTabel Angsuran KUR BRI 2026: Syarat, Bunga, dan Cara Pengajuan
Serba Serbi2 minggu yang laluJadwal Puasa Ramadan 2026: Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
Serba Serbi2 minggu yang laluHarga Emas Antam Hari Ini 9 Januari 2026: Update Terbaru & Harga Buyback




































