Peristiwa
Anak Bunuh Bapak Di Malang, Depresi Karena Ekonomi, Dicerai Istri

KABARMALANG.COM – Kasus anak kandung bunuh bapak menggegerkan warga di Desa Jambangan Krajan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang.
Hudi Cahyono, 38, membacok bapak kandungnya, Suradi, 65, sampai tewas. Hudi memakai celurit tumpul saat menghabisi nyawa bapaknya di dapur rumah.
Menurut versi warga dan perangkat desa, Hudi yang depresi, mengamuk selama 10 hari terakhir gara-gara rumahnya renovasi.
“Sementara, asal usul dia depresi karena persoalan ekonomi,” ujar Sabar Santoso, Kaur Umum Desa Jambangan Krajan, Dampit, Rabu siang (5/1) kepada wartawan, di KM RSSA Malang.
Kabar Terkait : Pembunuhan Di Dampit Malang, Bacok Bapak Karena Rumah Berisik.
Hudi Cahyono, adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.
Kesehariannya, dia hidup bersama bapak dan kakaknya yang tuna wicara. Satu saudaranya telah berkeluarga dan tidak tinggal di situ.
Sementara, ibu kandungnya, telah lama meninggal.
“Dia 10 tahun terakhir kami ketahui mengalami depresi karena ekonomi,” ujar Sabar.
Namun, sebelum depresi, Hudi Cahyono adalah seorang pria pekerja pada umumnya.
Dia menikah, berkeluarga dan memiliki satu anak.
Dulunya, dia menjadi pegawai leasing sebelum akhirnya kehilangan mata pencaharian.
Saat kehilangan sumber penghidupan inilah, Budi mulai menunjukkan gejala depresi.
“Istrinya juga menggugat cerai,” terang Sabar, diamini oleh para tetangga yang turut mengantarkan jenazah Suradi ke KM RSSA.
Selama kurang lebih satu dekade terakhir, Suradi, korban, yang menjadi tulang punggung keluarga.
“Korban kesehariannya mencari rumput dan berternak sapi. Dia kemudian menjual sapinya untuk renovasi rumah tersebut,” kata Sabar.
Maksud baik merenovasi rumah ini ternyata membuat Hudi yang selama ini diam, menjadi agresif.
Karena terganggu dengan pembangunan rumah, menurut Sabar, Hudi mulai mengamuk.
Hingga akhirnya, tragedi anak bunuh bapak kandung sendiri terjadi di Dampit Kabupaten Malang.
Sebelum ini, Desa Jambangan sudah mau mengobatkan pelaku ke RSJ. Tiap desa memiliki daftar ODGJ yang perlu mendapat penanganan menuju RSJ Lawang.

Kaur Umum Desa Jambangan Krajan, Sabar Santoso. (foto : carep-04)
“Tetapi karena belum ada NIK, masih tertahan, dan obat baru dapat dari Puskesmas. Eh, belum sempat kami bawa ke Lawang, sudah kejadian,” sesal Sabar.(carep-04/yds)
Serba Serbi3 minggu yang laluPanduan E-Kinerja BKN 2026: Cara Login, Isi SKP, dan Laporan Progres Harian ASN
Serba Serbi4 minggu yang laluWaspada Penipuan Hadiah Tahun Baru 2026 Atas Nama PLN: Cek Faktanya di Sini!
Serba Serbi4 minggu yang laluJadwal Libur Bursa Efek Indonesia (BEI) Akhir Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026
Serba Serbi4 minggu yang laluUcapan Selamat Tahun Baru 2026: Singkat, Inspiratif, & Bahasa Inggris
Serba Serbi3 minggu yang laluDaftar Promo PLN Januari 2026: Diskon Tambah Daya 50% dan Tarif Tetap!
Serba Serbi3 minggu yang laluTabel Angsuran KUR BRI 2026: Syarat, Bunga, dan Cara Pengajuan
Serba Serbi2 minggu yang laluJadwal Puasa Ramadan 2026: Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
Serba Serbi2 minggu yang laluHarga Emas Antam Hari Ini 9 Januari 2026: Update Terbaru & Harga Buyback






























