Connect with us

Peristiwa

Banjir Bandang Malang Raya, Korban Jiwa 2 Orang Di Batu, 6 Hilang

Diterbitkan

,

Banjir Bandang Malang Raya, Korban Jiwa 2 Orang Di Batu, 6 Hilang
Pencarian korban banjir bandang di Bulukerto Kota Batu. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Banjir bandang Malang Raya, terutama di wilayah Kota Batu, benar-benar tragis.

Dua orang terkonfirmasi meninggal di Dusun Sambong, Bulukerto, Bumiaji Kota Batu.

Pertama, seorang wanita bernama Wiji, 55, dan satu laki-laki yang masih dalam proses identifikasi, usia sekitar 60 tahun.

Sampai pagi ini, Jumat (5/11), masih ada 6 orang dalam pencarian petugas. Sedangkan, 7 orang yang kabarnya hilang, sudah ketemu dan dalam kondisi selamat.

Kemudian, data kerugian materiil antara lain 4 mobil hanyut ke DAS Brantas, 17 unit rumah rusak berat, serta 12 motor tertelan arus banjir bandang.

Kemudian, jumlah pengungsi sebanyak 142 jiwa.

Gabungan dari TNI Polri, BNPB dan tim SAR gabungan sudah turun ke lokasi sejak Kamis malam sampai hari ini untuk melakukan pencarian.

Posko siaga bencana terpusat di Koramil 0818/33 Bumiaji Kecamatan Bumiaji.

Setelah itu, tempat pengungsian utama bagi warga terdampak yaitu gedung kesenian Dusun Gintung.

Penyiapan logistik dan dapur umum bakal terpusat di Balai Desa Bulukerto.

Kabarnya, hari ini, Kodam V/Brw juga menyiapkan penanganan setelah rakor penanggulangan bencana banjir bandang.

pengerahan alat berat untuk membongkar puing-puing rumah yang ambruk karena banjir bandang di Kota Batu. (foto : ist)

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Kota Batu semalam.

Khofifah menegaskan bencana hidrometrologi yang melahirkan banjir bandang di Malang Raya ini masih berpotensi terjadi lagi sampai Februari 2022.

Karena, BMKG sudah memprediksi sejak November sampai Februari tahun depan, akan terjadi peningkatan intensitas curah hujan sampai 70 persen.

Pasalnya, ada fenomena badai La Nina yang mempengaruhi cuaca di dunia, termasuk di asia pasifik.

“Saat ini kita masuk dalam tanggap darurat. Kami dirikan posko dapur umum, pos pengungsian, karena prediksi masih ada hujan susulan. Seluruh hunian di bantaran sungai harus evakuasi, sesuai dengan siklusnya ada proses rehabilitasi dan kontruksi,” kata Khofifah.

Kabar Terkait : Banjir Bandang di Batu Malang, Ada Orang Hilang Tertimbun Material.

Direktur Perum Jasa Tirta 1, Raymond Valian Ruritan mengungkapan, banjir ini terjadi pada saluran alami, yang tergabung dalam aliran Sungai Brantas.

Kejadian tersebut berawal dari hujan lebat dengan intensitas tinggi dengan curah hujan di atas Kota Batu sekitar 80 mm. Sedangkan di bagian hulu sampai 100 mm selama dua jam, secara kumulatif.

Sementara Kepala BBWS Brantas Muhammad Rizal, menambahkan rata rata hujan di Jawa Timur mencapai 2000 mm, curah hujan tinggi tanpa ditunjang dengan tangkapan airnya.(carep-04/yds)

Advertisement Gempur Rokok Ilegal Bea Cukai Malang
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih