Hukrim
Gus Idris Malang Akhirnya Menjadi Tahanan Kejaksaan

KABARMALANG.COM – Kasus YouTuber Idris Al Marbawy, alias Gus Idris, asal Ngajum Kabupaten Malang akhirnya bergulir di Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.
Hari ini, Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang memastikan Gus Idris menjadi terdakwa sekaligus tahanan atas kasus hoax video penembakan terhadap ulama.
Selain Gus Idris, Kejaksaan juga menahan Yan Firdaus, asistennya. Kedua orang ini, terjerat karena menjadi inisiator pembuat konten YouTube yang meresahkan masyarakat.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang Edi Suhandoyo melalui Kasubsie Eksekusi dan Eksaminasi, Anjar Rudi, Senin (25/10) petang, mengabarkan penahanan ini di ruang kerjanya.
Menurut Anjar, tanggal 21 Oktober 2021 kemarin, Kejari Kabupaten Malang memperoleh pelimpahan berkas kedua barang bukti dan tersangka dari penyidik Satreskrim Polres Malang.
Sebagai Jaksa Penuntut, Kejari menahan Gus Idris selama 20 hari.
“Penahanan terhadap dua tersangka yakni Gus Idris dan Yan Firdaus. Sekarang sudah masuk hari kelima penahanan. Keduanya kami tempatkan di Lapas Lowokwaru, Kota Malang,” ungkap Anjar Rudi.
Anjar menegaskan, penahanan Gus Idris dan Yan Firdaus ini memakai dasar pasal 20 KUHAP. Yakni pehananan untuk kepentingan penuntutan.
“Jadi kami menahan untuk 20 hari, mulai tanggal 21 Oktober sampai dengan tanggal 9 November 2021 nanti. Keduanya kami tahan atas kasus yang sama,” katanya.
Gus Idris dan Yan Firdaus terjerat pasal 14 ayat 2 UU nomer 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana junto pasal 55 ayat 1 KUHP.
Inti dari pasal tersebut yaitu dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.
“Intinya membuat keonaran di kalangan rakyat soal pembuatan konten video hoaks penembakan,” tambahnya.
Anjar menambahkan, proses selanjutnya yaitu Kejaksaan akan melimpahkan berkas kasus Gus Idris dan Yan Firdaus ke Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang.
Begitu pelimpahan tuntas, PN Kepanjen akan menentukan jadwal hari persidangan.
“Di situ nanti kita dengarkan keterangan saksi, keterangan terdakwa kemudian penuntutan dan putusan dari majelis hakim,” akhirnya.(carep-04/yds)
Peristiwa22 jam agoPolres Malang Gandeng Komunitas Ojol Jadi Mitra Operasi Patuh Semeru 2026
Peristiwa20 jam agoPolres Malang Kembalikan Barang Bukti Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Kepada Korban
Peristiwa17 jam agoPolres Malang Tangkap Pemburu Satwa Dilindungi Landak Jawa di Sumbermanjing Wetan
Pemerintahan15 jam agoWali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Terwujudnya Pesantren Ramah Santri
Olahraga11 jam agoBorneo FC Merangsek Naik Peringkat Klasemen Pekan ke 7 Super League 2026
Serba Serbi1 jam agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Rabu 28 Oktober 2026 Cerah Berawan Hingga Hujan Petir
Serba Serbi24 jam agoIndeks Harga Saham Gabungan IHSG Ditutup Melemah Tajam ke Level 5.266























