Connect with us

Peristiwa

Petani Di Poncokusumo Malang Meninggal Terseret Banjir Bandang

Published

on

Petani Di Poncokusumo Malang Meninggal Terseret Banjir Bandang
Warga Wringinanom saat mengevakuasi jenazah korban dari sungai Amprong, dan membawanya ke rumah duka. Inset foto korban semasa hidup. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Seorang petani bernama Satari, 50, warga Dusun Besuki, Desa Wringinanom, Poncokusumo, Kabupaten Malang, hilang terseret banjir bandang, Jumat sore (15/10).

Satari hilang ketika sedang mandi di sungai Amprong yang melintasi Dusun Besuki. Kapolsek Poncokusumo, AKP Sumarsono mengabarkan, korban hilang sekitar pukul 16.00 WIB.

“Korban mulanya sedang mandi di sungai setelah selesai bekerja di kebun,” ujar Sumarsono, Sabtu (16/10).

Tiba-tiba, saat sedang mandi, banjir bandang datang dan menyeret korban masuk arus dalam.

Alhasil, tubuh petani itu pun tenggelam di sungai Amprong Poncokusumo Kabupaten Malang.

Warga setempat, yang mengetahui kejadian tersebut, langsung melapor ke Polsek Poncokusumo.

Tim SAR gabungan juga merapat ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Kabar Lainnya : Ini Kronologi Korban Terseret Longsor Perum Sulfat Versi Keluarga Roland.

Jumat malam, tim pencarian hanya bisa mendapatkan tas korban yang mengambang di kawasan Ledok Amprong.

Sabtu pagi ini, Sumarsono menyebut korban ketemu. Sayangnya, korban sudah dalam kondisi meninggal.

“Berkat sinergi SAR gabungan dan petugas polisi, kami berhasil menemukan korban di bawah jembatan Besuki. Tetapi, korban sudah meninggal,” ujar Sumarsono.

Jasad korban ketemu dan tersangkut batu di bawah jembatan Besuki tidak jauh dari lokasi kejadian. Setelah evakuasi, petugas membawa jasad korban ke rumah duka.

“Langsung evakuasi menuju rumah korban. Keluarga juga langsung melakukan pemakaman,” akhirnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler