Pemerintahan
Polemik NIK Presiden RI, Ahli Siber : Belum Tentu Pedulilindungi

KABARMALANG.COM – KPC PEN membahas polemik Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden RI Joko Widodo dalam diskusi Rabu, 8 September 2021, hari ini.
Direktur Operasi Keamanan Dan Pengendalian Informasi Badan Siber Dan Sandi Negara, Rinaldy mengabarkan bahwa kebocoran belum tentu dari aplikasi Pedulilindungi.
“Itu belum tentu dari pedulilindungi atau pun aplikasi lain. Bisa dapat data itu dengan berbagai macam, termasuk data tersebut (NIK Presiden), sumbernya banyak,” ujar Rinaldy via streaming YouTube.
Menurutnya, beberapa pihak dengan kepentingan tertentu, pandai dalam menyusun informasi satu dengan info yang lain.
Misalnya, oknum tertentu menggali NIK Presiden dari website umum seperti KPU. Kemudian, oknum tersebut memasang dan mengedit NIK Presiden ke sertifikat pedulilindungi.
Setelah itu, oknum yang menggabungkan dua informasi yang berbeda ini menyebarkannya ke media sosial.
Lalu, dengan narasi yang tendensius, informasi ini muncul di media sosial, seakan-akan NIK Presiden dari pedulilindungi, bocor.
Kabar Lainnya : Wali Kota Sutiaji Tinjau Pasar Induk Gadang.
Padahal, sebelum polemik ini, KPU memang menampilkan NIK dari Presiden RI yang saat itu kontestan Pemilu 2019. KPU juga menampilkan NIK atas seizin kontestan.
Hingga akhirnya, karena kontroversi ini, KPU take down NIK Jokowi maupun kontestan lainnya, Prabowo Subianto.
Tetapi, karena narasinya berbeda, publik menjadi heboh. Seakan-akan, narasi itu memang tersusun untuk membidik aplikasi pedulilindungi.
“Entah untuk apa, tetapi kan akhirnya respon masyarakat berbeda. Contohnya ya soal tadi, sertifikat vaksin Presiden,” tambahnya.
Karena itu, Renaldy mengharap masyarakat tidak terkecoh dengan narasi yang menyebut data NIK Presiden RI bocor.
Sebelum ini, data NIK itu terbuka untuk umum karena terpampang di website pemerintahan seperti KPU.
“Jadi, selaras dengan yang saya sampaikan, harus bijak bermedia sosial dan internet, data itu lho bisa didapat dari berbagai macam, termasuk data tersebut (presiden), banyak sumber bisa didapat,” tambahnya.
Meski demikian, dia mengakui bahwa ini adalah pekerjaan rumah bagi semua pihak. Yaitu, peningkatan literasi keamanan informasi.
“Perlu kita ketahui, beberapa platform, yang memakai metode marketing, menggiring masyarakat untuk rela menyerahkan data pribadi (NIK) yang dia miliki,” tambahnya.
Dalam diskusi bertema mengenal lebih dekat pedulilindungi, KPC PEN menghadirkan sejumlah narasumber lain.

Diskusi Rabu KPC PEN bersama narasumber dengan tema mengenal lebih dekat Pedulilindungi. (foto : tangkapan layar)
Yaitu, Muhamad Fajrin Rasyid Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Alphonzus Widjaja Ketua APPBI, serta Devie Rahmawati tenaga ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa.(carep-04/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































