Connect with us

Serba Serbi

Kursi Pimpinan Dewan Pembina Yayasan Panti Nirmala Memanas

Diterbitkan

,

Kuasa hukum dr Tirta, George dan Jubir dr Tirta, Hengky saat menggelar konferensi pers (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kursi pimpinan di dewan pembina Yayasan Rumah Sakit Panti Nirmala Kota Malang sedang memanas. Hal ini berawal pada tanggal 7 Juli 2021 lalu dilakukan rapat secara senyap.

Hal ini membuat anggota dewan pembina lain yang pada saat itu tidak menghadiri rapat, dr Tirtahamidjaja Rahardja tidak terima.

“Rapat ini tidak sesuai mufakat yang ada dalam AD. Karena klien kami ini tidak mengundang dan tidak juga mengundang IW. Ini kan aneh,” ucap kuasa hukum dr Tirta George Marthin.

Pria yang akrab disapa dr Tirta itu merasa, dirinya tidak diberi tahu akan ada rapat tersebut.

Disitulah diduga adanya upaya penggulingan salah satu anggota dewan pembina berinisial IW, oleh ketua dewan pembina berinisial J dan H.

Dari hasil rapat itu menyimpulkan bahwa IW mundur dari anggota dewan pembina.

Apalagi, undangan yang diberikan kepada IW menggunakan atas nama dr Tirta dan bukan dari ketua dewan pembina.

Hal ini cukup disayangkan oleh dr Tirta, karena rapat tersebut tidak berlangsung secara mufakat dan telah mencederai Anggaran Dasar (AD) yayasan rumah sakit panti nirmala.

George juga mengatakan, kejadian ini juga tidak sesuai dengan pasal yang ada di dalam AD yayasan rumah sakit panti nirmala. Hal ini di pun berdampak pada keberlangsungan rumah sakit ke depannya.

Undangan rapat yang telah dibuat semuanya tidak berdasar pada anggaran dasar. Apalagi, Ketua Dewan Pembina menginginkan adanya penambahan anggota dewan yang baru, tanpa pemberitahuan dari anggota dewan yang lain.

Kasus tersebut yang kini menjadi persoalan, bahwa nantinya akan ada penggulingan anggota dewan pembina, tanpa ada kesepakatan bersama antar dewan pembina.

Di yayasan panti nirmala ini total ada lima dewan pembina. Yang satu sudah meninggal dunia dan kini tinggal empat. Dan klien kami merasa ada yang tidak beres dengan persoalan ini, karena undangan rapat sudah mencederai AD yayasan,” ucapnya.

George mengatakan, bahwa kliennya sebenarnya tidak mempermasalahkan terkait dengan tambahan anggota pembina baru.

Akan tetapi hal itu harus berdasarkan AD milik yayasan rumah sakit panti nirmala.

“Klien kami ingin, penambahan ini harus sesuai kaidah yang ada tanpa mencederai AD. Ini yang cukup disayangkan,” ucapnya.

dr Tirta pun nantinya akan melakukan somasi apabila penambahan anggota dewan pembina ini jadi diterbitkan.

Karena dia menganggap, bahwa penambahan dewan pembina ini sudah cacat secara hukum.

“Somasi ini nantinya akan kami kirim langsung ke ketua umum, dewan pengawas dan dewan pembina. Apabila somasi ini tidak ada respon, kami akan melakukan gugatan dan penerbitan kami anggap cacat,” ucapnya.

Sementara itu, juru bicara dr Tirta, Bayu Hengky Firmansyah membenarkan, bahwa sebenarnya ada masalah yang ada di dalam intern Yayasan Rumah Sakit Panti Nirmala.

Akan tetapi, dia tidak menjelaskan dengan detail persoalan yang terjadi secara internal tersebut.

“Klien kami ini merasa ada yang menjadi masalah intern yayasan. Tapi tidak etis kami ucapkan di sini. Karena dr Tirta ingin permasalahan dilakukan baik-baik, demi rumah sakit panti nirmala. Karena panti nirmala ini dibangun untuk membantu masyarakat,” ucapnya. (*)

 

Serba Serbi

Menggantikan Karpet Masjid Al Barokah yang Sudah Usang, Sandiaga Uno diapresiasi Sebagai Pemimpin yang Solutif dan Gercep

Diterbitkan

,

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno saat sedang melakukan Kunjungan Kerja di Desa Ranupane, Lumajang, Jawa Timur (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Seorang pengurus masjid mencegat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno saat sedang melakukan Kunjungan Kerja di Desa Ranupane, Lumajang, Jawa Timur.

Seorang pengurus masjid Al Barokah bernama Yudi langsung meminta waktunya Mas Menteri begitu Sandi akrab disapa. Ketika itu, Yudi menceritakan kalau kerukunan beragama dan toleransi di desanya sangat tinggi.

Bahkan, masjid Al Barokah yang ada didesanya adalah sebagai pusat kegiatan didesanya mengingat Islam adalah Agama mayoritas disana.

“Karena ini menjadi masjid utama maka kegiatan masyarakat banyak dilaksanakan disini,” kata Yudi.

Bahkan, karena lokasinya didepan gerbang lokasi pendakian Gunung Semeru, masjid tersebut kerap dimanfaatkan oleh para pendaki. Namun, Yudi mengungkapkan ada kendala yang dihadapinya.

Masjid yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu tersebut memiliki karpet yang sudah usang. Karena belum ada dana untuk mengantikannya sehingga karpet yang sudah tipis tersebut masih dipakai hingga saat ini.

“Untuk itu pengurus meminta bantuan kepada mas Menteri untuk sarana prasarana khususnya karpet,” ungkapnya.

Yudi juga mengungkapkan kalau Sandi di apresiasi sebagai pemimpin yang solutif usai mendengar aspirasi masyarakat.

Sandi yang mendengar hal tersebut mengaku akan segera memproses permintaan dari pengurus masjid tersebut. Bahkan, dia meminta staf Kementerian segera membawa karpet untuk masjid tersebut.

“Kalau begitu akan langsung saya perintahkan diganti karpetnya dengan karpet baru,” tuturnya.

Tidak hanya itu, yang awalnya Sandi menjanjikan diganti dalam waktu dua minggu, namun hanya dalam waktu dua jam masjid tersebut sudah memiliki karpet baru. Diakhir kunjungan Sandi juga langsung membacakan doa tepat didepan masjid tersebut.

“Semoga dapat bermanfaat karpetnya, dan menjadi berkah bagi masyarakat serta para pendaki yang sholat dimasjid ini,” tukasnya.(*)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Kapolres Malang Apresiasi Karateka Cilik Berprestasi Asal Kepanjen

Diterbitkan

,

Kapolres Malang Apresiasi Karateka Cilik Berprestasi Asal Kepanjen
Penyerahan bansos untuk karateka cilik asal Kepanjen yang viral, Aditya Saiful Anam. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Kapolsek Kepanjen AKP Sri Widyaningsih berikan bantuan sosial dari Kapolres Malang, AKBP Bagoes Wibosono kepada Aditya Saiful Anam, Rabu (15/9).

Aditya Saiful Anam, 12, merupakan karateka cilik asal Desa Jenggolo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang, yang berhasil meraih medali pada salah satu kejuaraan karate di Kota Malang.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Aditya Saiful Anam sempat viral. Dia bersama ibunya mengayuh sepeda angin dari Kepanjen menuju Kota Malang untuk bertanding dalam kejuaraan karate tingkat Malang Raya.

Perjuangannya itu kemudian membuahkan hasil. Aditya berhasil menyabet juara harapan 1 dalam kejuaraan tersebut.

Video perjuangan seorang ibu dan karateka cilik saat mengayuh sepeda dengan membawa piala paska meraih kemenangan itu kemudian menyentuh netizen media sosial.

Dalam kesempatan pemberian bantuan kepada Aditya itu, beberapa Pejabat Utama (PJU) Polres Malang mewakili Kapolres mendatangi kediamannya.

Mereka memberikan sembako dan uang pembinaan kepada Aditya.

Kapolsek Kepanjen AKP Sri Widyawati mewakili Kapolres Malang mengatakan bantuan tersebut menjadi langkah kepedulian terhadap generasi muda berprestasi yang memiliki potensi.

“Bantuan ini adalah amanah dari Bapak Kapolres untuk membantu keluarga Adek Aditya yang ibunya sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Semoga bantuan ini bisa membantu meringankan beban keluarga Aditya,” ungkap AKP Sri Widya usai memberikan bantuan.

Melihat kondisi kediaman Aditya, Sri mengaku bakal mendorong untuk melakukan bedah rumah, bekerjasama dengan Baznas Kabupaten Malang.

Pasalnya, selain kediamannya yang sudah tidak layak huni, Ayah bocah kelas 6 Sekolah Dasar itu juga sudah meninggal dunia.

“Sudah saya komunikasikan dengan Baznas Kabupaten Malang untuk segera merealisasikan bedah rumah Aditya,” pungkasnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Jalankan Perintah Panglima, Kodim 0833 Konsisten Layani Isoter

Diterbitkan

,

Kodim 0833 Kota Malang konsisten menjalankan pelayanan pemindahan pasien dari isolasi mandiri ke isolasi terpusat (isoter). (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kodim 0833 Kota Malang masih konsisten menjalankan pelayanan pemindahan pasien dari isolasi mandiri ke isolasi terpusat (isoter).

Pasalnya, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto sudah memberi instruksi langsung saat berkunjung ke Malang kemarin Sabtu (11/9).

Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona mengatakan bahwa Kodim 0833 Kota Malang, bersama jajaran Babinsa di lapangan, siap menjalankan instruksi tersebut.

“Hari ini, Minggu 12 September 2021, masih ada pasien yang pindah dari isoman ke isoter,” ujar Ferdian, Minggu (12/9).

Rinciannya, ada 3 penghuni baru di dua fasilitas isoter Kota Malang.

Dua pasien positif dengan gejala ringan atau OTG, menjadi penghuni baru RS Lapangan Jalan Simpang Idjen Kota Malang.

Kemudian, dua pasien ini berasal dari Kecamatan Kedungkandang.

Sedangkan, 1 pasien lain juga berasal dari Kedungkandang. Tetapi, satu pasien ini masuk ke fasilitas isoter BPSDM Jalan Kawi Kota Malang.

Zona dan positivity rate di Kota Malang yang semakin menunjukkan tren baik, membuat Dandim mengapresiasi kinerja Babinsa maupun masyarakat.

Tetapi, Dandim memastikan, Babinsa sama sekali tidak boleh berhenti dan lengah.

“Jangan lengah. Tetap jalankan prokes. Tetap cepat tanggap. Jalankan 3T dengan konsisten. Semoga kita bisa secepatnya masuk ke zona kuning atau level II,” tutupnya.

Saat ini, Kota Malang masuk zona oranye sehingga pelaksanaan PPKM adalah level III.
Per hari ini, Minggu 12 September 2021, jumlah pasien positif Kota Malang berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim yaitu 15198 orang.

Sementara, pasien yang sembuh 13935 orang dan 1105 orang meninggal. (carep-04/fir)

Lanjutkan Membaca
Ucapan Hari Pelanggan Nasional Dari PDAM Tugu Tirta
Iklan Cukai Pemkot Malang

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com