Pemerintahan
Luhut Ke Malang, Kedatangannya Ditolak Aktivis GERAM

KABARMALANG.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bakal ke Malang Raya pada Jumat (13/8) besok.
Kedatangan Menko Luhut ke Malang besok untuk mengintervensi dan meninjau penanganan covid-19 di Malang Raya.
Aliansi GERAM (Gerakan Aktivis Malang) membuat seruan penolakan kedatangan Luhut ke Malang Raya. GERAM juga akan menyambut Luhut dengan demonstrasi.
Kabar Lainnya : Aktivis Mahasiswa Malang Merefleksi Senjakala Demokrasi.
Demonstrasi tersebut rencananya akan tergelar di perempatan rajabali Jalan Basuki Rahmat Kota Malang, Jumat (13/8) pagi.
Ketua GERAM Malang Raya, I Putra Bangsa membenarkan. GERAM akan turun ke jalan dengan massa aksi sebanyak 150-200 orang.
“Massa itu terdiri dari berbagai kalangan mahasiswa maupun pelaku-pelaku usaha kecil yang terdampak (pandemi),” ujar Putra, Kamis (12/8).
Menurut Bagus, Luhut beberapa kali jadi sorotan selama masa pandemi covid-19. Sebab, pernyataan dan tindakan Luhut dalam beberapa waktu terakhir banyak menyita perhatian publik.
Kabar Lainnya : Luhut Ke Malang, Sutiaji : Kami Akan Ngomong Apa Adanya.
Bahkan, sebagian kalangan, kata Bagus, menilai Luhut lebih berfokus pada kepentingan investor ketimbang usaha penanganan wabah covid-19.
“Entah itu menjadi kecolongan atau menjadi kepentingan nomenklatur jabatan yang dia (Luhut) emban,” tuturnya.
Bagus menambahkan, Luhut juga menjabat Koordinator PPKM di wilayah Jawa-Bali pun masih belum mampu mengatasi dan mengendalikan lonjakan kasus covid-19.
“Sehingga menjadi indikator. Bahwa tidak ada keberhasilan apapun yang Luhut lakukan dalam memutus mata rantai covid-19 di berbagai daerah yang melaksanakan PPKM ini,” tutupnya.
Berikut ini empat tuntutan dari Aliansi GERAM:
1.Menuntut pemerintah pusat memberikan jaminan kesehatan bagi tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang layak bagi masyarakat yang isolasi mandiri.
2.Menuntut pemerintah untuk melaksanakan undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dalam menyelesaikan pandemi covid-19.
3.Menuntut Menko Marves Luhut untuk membuat kajian secara komprehensif dalam menetapkan durasi PPKM Jawa-Bali. Sehingga tidak membingungkan masyarakat yang terdampak dari PPKM yang ada.
4.Menuntut Menteri BUMN yang membawahi begitu banyak perusahaan plat merah untuk kongkrit membantu masyarakat yang terdampak PPKM dengan mengaktifkan program CSR dan lingkungan.(fat/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan4 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































