Serba Serbi
Kriya HoD Malang Rambah Dunia, Berdayakan Korban Trafficking

KABARMALANG.COM – Berbagai Industri Kecil dan Menengah (IKM) kriya dan fesyen di Kota Malang tumbuh subur. Bahkan beberapa di antaranya telah merambah pasar luar negeri.
Salah satunya House of Diamonds (HoD). Ini adalah sebuah usaha berbasis komunitas.
HoD melibatkan dan memberdayakan sejumlah perempuan sebagai seniman tekstil untuk memproduksi berbagai produk jahitan tangan.
Bisnis ini mengusung konsep sociopreneurship. Sementara, pencipta HoD adalah dua bersaudari Nur Cholidah (Ida) dan Noor Fadillah (Lila).
HoD berupaya membawa dampak sosial dan berkelanjutan atas permasalahan di lingkungan sekitarnya.
Salah satu Founders HoD, Ida menuturkan bahwa, salah satu tujuan dari HoD adalah memberi penghasilan bagi perempuan.
Terutama, ibu-ibu yang tidak mempunyai kesempatan untuk bekerja di pabrik besar. Atau perempuan yang terkendala dalam mendapatkan penghasilan.
“Awalnya mereka mulai dengan hanya dua orang. Kemudian setelah belajar dan melakukan riset pada 2015, mereka memulai HoD yang sempat vakum dua tahun.
“Kemudian kami berkembang hingga 16 orang perajin yang aktif bekerja dan mendapat pelatihan,” ujar Ida, Jumat (30/7).
Sedangkan, total perajin ada 30 orang, di mana sebagian bekerja sebagai freelance. Kebanyakan saat ini para perajin adalah ibu rumah tangga.
Tetapi, ada yang dulu bekerja sebagai pekerja migran. Bahkan korban human trafficking (perdagangan manusia).
Kabar Lainnya : Janda Baru Kabupaten Malang 5464 Jiwa.
Namun, dengan dorongan dari HoD, mereka yang dulunya korban, sekarang menjadi independen dan berdaya. Mereka juga bisa menghasilkan sesuatu dari kerja kreatif.

Mantan buruh migran dan mantan korban trafficking sukses berdaya di bidang kriya fesyen Malang. (Foto : Istimewa)
Untuk produk, lanjut Ida, adalah produk-produk tekstil, seperti selimut, bed cover, home ware.
Ada juga kimono, scraves, bandana, clutch dan masker. Semua produk ini proyek gampang yang bisa dikerjakan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam HoD.
“Semua produknya handmade dan slow fashion. Karena belum memakai teknologi tingkat tinggi. Kami masih mengerjakan secara manual,” imbuh Ida.
Awalnya dia tak menyangka bahwa akan ada orang yang membeli produk HoD. Namun kini produknya telah tersebar di dalam negeri.
Bahkan produk kriya ini telah mencapai luar negeri seperti Inggris, Amerika Serikat, Canada, Australia, Singapura, Taiwan, dan Finlandia.
Ida mengaku pembelinya lebih banyak dari luar Malang, seperti Jakarta.
“Pelanggan juga bisa pesan melalui online. Kami juga jadi produsen toko-toko retail yang mendukung bisnis kecil berbasis komunitas,” jelasnya.
“Itu banyak sekali di luar negeri. Sehingga kami reach out (menjangkau) ke toko-toko atau organisasi yang membawahi retailer yang mau memanfaatkan produk lokal Indonesia. Di Canada ada satu, Amerika ada tiga, Australia ada satu, Singapura ada tiga,” tambahnya.
Kabar Lainnya : Malang Menjadi Basic Pengembangan Ekonomi Kreatif.
Menurut Ida, sistem penjualan HoD bermacam-macam. Salah satunya dengan wholesale (grosir).
Pertama-tama, HoD akan menawarkan kepada wholesaler atau toko-toko yang melakukan pembelian produk dalam jumlah besar produk tradisional yang biasa HoD produksi.
Dari situ para wholesaler ada yang langsung beli produk. Tetapi ada juga toko yang inginnya custom. Misalnya mereka mau pola ini saja atau jahitannya seperti ini.
“Jadi masing-masing wholesaler mempunyai ciri khas sendiri. Tetapi produsennya HoD. Strategi bergabung dengan organisasi besar tujuannya supaya kami bisa dapat promosi, sehingga bisa mendapat wholesaler baru,” pungkas Ida.
Dia mengaku bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak kepada usaha HoD.
Di awal pandemi Februari, HoD memproduksi masker kain bahan batik dan non-batik. HoD mengirimnya ke beberapa toko wholesaler di luar Indonesia, Jakarta, dan Malang.

Rancang desain sebelum produksi kriya fesyen. (Foto : Istimewa)
Kemudian salah satu kendala akibat pandemi, terhentinya pemasok bahan baku.
“Saat kondisi mulai membaik, kami mulai jalan lagi pelan-pelan memproduksi produk. Namun tetap melihat kondisi pasar, jadi harus cermat bikin produk apa yang bisa kami jual,” sambungnya.
Dia berharap ke depan bisa lebih efisien lagi dalam memproduksi dan memilih produk jualannya. Tujuannya agar usaha HoD yang berbasis komunitas tetap bisa eksis.
Kabar Lainnya : Sutiaji : Malang Gudang Pemuda Kreatif.
Wali Kota Malang Sutiaji menyebut Bhumi Ngalam mempunyai potensi ekonomi kreatif (ekraf) luar biasa, termasuk dalam subsektor kriya dan fesyen.
Dia pun mengapresiasi hasil produksi para pelaku industri kriya dan fesyen lokal Ngalam seperti HoD. Karena, mampu bersaing dengan produk daerah lain.
Hasil karya industri fesyen dengan berbagai produk andalan memiliki kualitas dan bersaing hingga kancah internasional.
Kuncinya adalah digitalisasi industri Kota Malang. Peran milenial juga sangat berpengaruh untuk masa depan semua bisnis.
“Di era globalisasi dan digitalisasi semua industri di Kota Malang akan berbasis teknologi. Malang termasuk menjadi kota kreatif, nanti tentu akan ada sisi lain yang bisa mengantarkan, seperti e-comerce-nya,” terang Sutiaji, Jumat malam (30/7).
Sutiaji juga menegaskan, perkembangan ekonomi Kota Malang yang tumbuh secara anomali tidak lepas dari peran ekonomi kreatif.
Sehingga sektor ekonomi kreatif memang harus terus dikuatkan guna menyokokng ekonomi Indonesia.
“Ekonomi kreatif yang sekarang menjadi primadona pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tegasnya.(carep-04/yds)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Serba Serbi1 minggu agoRupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Intip Rincian Kurs BCA dan Mandiri































