Connect with us

Serba Serbi

Ular Piton Masuk Kos Putri, Ini Fakta-Fakta Binatang Melata Tersebut

Diterbitkan

,

Ular Piton Masuk Kos Putri, Ini Fakta-Fakta Binatang Melata Tersebut
Ular piton hasil tangkapan Damkar Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Baru-baru ini, seekor ular piton masuk kos putri di kawasan Samaan, Klojen Kota Malang.

Damkar Kota Malang, sudah mengamankan ular tersebut di markas pemadam. Untungnya, tidak ada korban yang kena gigit.

Tetapi, Damkar Kota Malang memastikan bahwa ular piton yang masuk kos putri tersebut tidak beracun. Karena, predator ini memangsa korbannya dengan cara melilit dan menggigit.

Berikut Adalah Sejumlah Fakta Soal Piton

Lansiran livescience.com, Piton adalah ular tidak berbisa yang biasa ada di Asia, Afrika, dan Australia. Karena mereka bukan asli Amerika Utara atau Selatan, mereka termasuk ular Dunia Lama.

Kata piton dapat merujuk pada keluarga Pythonidae atau genus Python , yang ada di dalam Pythonidae.

Ada 41 spesies piton dalam keluarga Pythonidae, menurut database reptil. Meskipun piton dan boa sama-sama berbadan besar, mereka adalah keluarga yang terpisah.

Karakter fisik

Keluarga Pythonidae berisi beberapa ular terbesar di dunia, menurut Sara Viernum, pendiri The Wandering Herpetologist yang berbasis di Wisconsin.

“Kebanyakan ular piton adalah ular besar. Seperti ular sanca batik ( Python reticulatus ), yang bisa tumbuh lebih dari 9 meter panjangnya,” katanya.

Piton Burma (Photo : RHONA WISE / AFP via Getty Images)

“Ada juga spesies ular piton kecil seperti ular piton sarang semut ( Antaresia perthensis ), yang hanya tumbuh hingga 24 inci (61 sentimeter) panjangnya dan masuk sebagai spesies ular piton terkecil di dunia,” sambungnya.

Warna dan ukuran berbagai spesies ular piton juga sangat bervariasi. Ini tergantung pada habitat lokal mereka dan kebutuhan untuk kamuflase.

Pewarnaan dapat berkisar dari sisik berpola rumit (seperti pada piton Burma, piton bola dan banyak spesies lainnya).

Kabar Lainnya : Ular Masuk Motor Jadi ‘Tren’, Pengendara Wanita Di Malang Alami Ini.

Hingga coklat pekat (leiopython) serta hijau terang (piton pohon hijau). Tetapi para ilmuwan mencatat beberapa kesamaan fisik yang lebih halus.

“Sebagian besar spesies ular piton memiliki lubang labial penginderaan panas untuk membantu mereka menemukan mangsa berdarah panas,” kata Viernum.

Piton yang memakan mangsa berdarah dingin tidak memiliki lubang labial. Terlepas dari berapa pun panjangnya, ular piton dewasa selalu berukuran besar.

Mereka memiliki kepala berbentuk segitiga dan tajam, gigi melengkung ke belakang yang mereka gunakan untuk menangkap mangsa.

Gigi ular piton arboreal lebih panjang dari sepupu terestrial mereka. Ular piton arboreal juga memiliki ekor yang sangat kuat.

“Pythonidae adalah keluarga ular primitive, terutama karena ular piton memiliki sisa-sisa panggul dan kaki belakang vestigial kecil, yang disebut taji. Terletak di kedua sisi kloaka mereka,” lanjut Viernum.

“Taji jantan lebih besar daripada taji betina,” ringkasnya.

Ular piton juga memiliki dua paru-paru sebagai karakteristik primitif. Karena kebanyakan ular telah berevolusi hanya memiliki satu paru-paru.

Habitat

Di Asia, Afrika, Oseania, dan Australia, ular piton tinggal di iklim yang relatif hangat dan basah. Banyak spesies tumbuh subur di hutan hujan.

Meskipun ular piton juga hidup di padang rumput, hutan, rawa, singkapan berbatu, bukit pasir, dan semak belukar.

Piton berlindung di lubang, di bawah batu, di liang mamalia dan cabang pohon, tergantung pada spesiesnya.

Karena manusia telah mengembangkan habitat ular piton, binatang ini menjadi terbiasa berlindung di puing-puing perkotaan dan pertanian.

Sehingga, tidak jarang ada contoh kasus ular piton yang masuk ke kos putri di Kota Malang.

Meskipun berasal dari Dunia Lama, satu spesies ular piton telah membuat rumahnya di Belahan Bumi Barat.

“Piton Burma adalah spesies invasif yang telah hidup dan berhasil berkembang biak di Florida Everglades,” kata Viernum.

Iklim Everglades memungkinkannya untuk hidup seperti di rawa-rawa Asia Tenggara.

Tingkah laku

Karena tubuhnya yang besar, ular piton bergerak dengan berlari ke depan dalam garis lurus.

Ular piton menguatkan tulang rusuk mereka untuk menopang tanah, lalu mengangkat perut mereka dan mendorong diri mereka ke depan.

Ini adalah bentuk gerakan yang lambat dan ular sanca tidak bisa melaju lebih dari 1 mph (1,6 kph).

Banyak spesies piton adalah perenang yang sangat baik. Sementara yang lain adalah arboreal, menurut Viernum.

“Mereka menggantung di dahan dengan ekor yang dapat memegang erat cabang pohon,” terangnya.

Kebiasaan berburu dan makan

Ular memiliki pola makan yang berbeda, tergantung pada ukurannya. Ular piton kecil, seperti sanca sarang semut, kebanyakan memakan hewan pengerat, kadal, dan burung kecil.

Sedangkan, ular piton yang lebih besar memakan mamalia sebesar monyet, walabi, kijang, dan babi.

Bahkan seekor ular piton batu pernah kedapatan memakan macan tutul kecil. Menurut sebuah artikel di Proceedings of the National Academy of Sciences Amerika Serikat, ada laporan tentang ular piton batik besar menyerang manusia.

“Piton adalah predator penyergap yang tidak berbisa,” kata Viernum.

“Beberapa spesies mampu berenang dan mungkin sebagian terendam di air dangkal menunggu mangsa masuk ke air,” sambungnya.

Kabar Lainnya : Ular Kopi Selinap Masuk Ke Rumah Warga Di Arjosari Malang.

Adalah mitos bahwa ular piton arboreal, seperti ular sanca pohon hijau, meluncurkan diri dari cabang ke mangsa di bawah.

Ini dapat menyebabkan cedera serius pada ular. Sebaliknya, mereka berbaring diam di dahan dan menggoyangkan ekornya untuk memancing mangsanya.

Mereka menyerang saat masih di pohon, menurut Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium Dunia .

Setelah mencengkeram dengan gigi panjangnya, ular piton membunuh dengan cara melilit dan membuat mangsanya kehabisan napas.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, piton tidak selalu menghancurkan tubuh mangsanya saat melilit calon makanannya.

Royal piton. (Foto : getty images)

Piton dan ular konstriksi lainnya tidak menggunakan kekuatannya untuk mematahkan tulang mangsanya.

Banyak ilmuwan berpikir bahwa ular piton mencekik mangsanya, meremas tulang rusuk mangsanya sehingga tidak bisa bernapas.

Namun, pada tahun 2015, sebuah makalah mengungkapkan  teori mati lemas karena lilitan piton ternyata tidak benar.

Makalah itu mengungkapkan bahwa dengan melilit, ular piton membanjiri sistem peredaran darah mangsanya, memotong darah dari otak dan menyebabkan kematian.

Para ilmuwan sedang mencari tahu apakah konstriktor lain, termasuk ular piton, juga menggunakan metode ini.

Saat mangsanya mati, ular piton perlahan membuka rahangnya dan menelan mangsanya secara utuh, kepalanya terlebih dahulu.

Setelah memakan mangsa, ular piton beristirahat di tempat yang hangat sambil mencerna.

Reproduksi dan umur

Waktu musim kawin ular sanca tergantung pada spesiesnya. Saat jelang pembuahan, pejantan menggunakan taji besar (kaki sisa) untuk membelai betina, menurut Viernum.

“Semua ular piton bertelur (ovipar),” kata Viernum. Ini membedakan mereka dari ular boa, keluarga ular besar lainnya di dunia, yang melahirkan anak-anak.

“Sebagian besar spesies ular piton memberikan pengasuhan pada telurnya,” lanjut Viernum.

“Betina akan membuat sarang dari tumbuh-tumbuhan dan tanah atau menggunakan liang tua. Setelah meletakkan telur, betina akan melingkari mereka untuk melindungi telur dan membuatnya tetap hangat,” ujarnya.

“Jika suhu di dalam sarang mulai menurun, ular piton betina akan mengkontraksikan otot-ototnya untuk menghangatkan telur. Ini terkenal sebagai thermogenesis menggigil,” jelasnya.

“Betina biasanya tidak memberi makan selama waktu ini dan mungkin hanya meninggalkan sarang untuk berjemur. Setelah telur menetas, betina tidak peduli dengan ular piton yang menetas.”

Viernum mengatakan bahwa beberapa spesies ular sanca hidup 25 tahun atau lebih. Kebun Binatang San Diego mencantumkan 35 tahun sebagai umur maksimum mereka.

Sejumlah spesies piton di seluruh dunia.
Piton Burma ( Python molurus bivittatus atau Python bivittatus )

Integrated Taxonomic Information System (IT IS) mengklasifikasikan ular piton Burma ini sebagai subspecies. Sumber lain, seperti Database Reptil, menyebutnya sebagai spesies terpisah.

Piton Burma adalah ular besar asli Asia Tenggara yang baru-baru ini menjadi berita utama dengan muncul di Florida, Amerika Serikat.

Mereka memiliki tubuh cokelat pucat, kuning-cokelat, atau abu-abu dengan bercak kemerahan besar dengan garis dalam warna putih atau kuning, menurut Taman Zoologi Nasional Smithsonian.

Pemburu secara teratur menangkap dan membunuh ular piton Burma untuk kulitnya. Atau menjadi hewan peliharaan.

Menurut National Park Service , dulunya pemilik hewan peliharaan ini secara tidak sengaja atau sengaja melepaskan piton Burma mereka ke hutan belantara Florida.

Sekarang, mereka hidup dan berkembang biak dengan sukses di Florida Everglades, kata Viernum, yang menggambarkan mereka sebagai spesies invasif.

Ular piton Burma menyebabkan masalah di Florida.

“Spesies ini sangat besar, hingga 20 kaki panjangnya, predator puncak yang mampu memakan sebagian besar satwa liar asli Everglades, termasuk aligator Amerika berukuran sedang,” jelas Viernum.

“Ular piton Burma memiliki sangat sedikit pemangsa di Everglades dan bahkan tukiknya terlalu besar untuk menjadi makanan pemangsa lainnya,” katanya.

“Betina menghasilkan rata-rata 40 telur setiap dua tahun dan tukik memiliki panjang 18-36 inci. Spesies ini biasanya mulai berkembang biak pada usia 3-4 tahun,” rincinya.

“Karena ukurannya yang besar dan tingkat reproduksinya yang relatif tinggi, ular piton Burma ini menjadi ancaman utama bagi satwa liar asli Everglades,” tandasnya.

Piton Bola dan Piton Bola Albino ( Python regius )

Piton bola juga terkenal sebagai ular piton kerajaan. Mereka berasal dari Afrika Barat dan Tengah. Tetapi, telah menjadi hewan peliharaan populer di negara-negara Barat.

Mereka adalah ular besar tetapi tidak raksasa, mencapai panjang antara 3 dan 6 kaki (0,9 hingga 1,8 meter), menurut Web Keanekaragaman Hewan Universitas Michigan .

Piton bola memiliki garis-garis hitam atau coklat tua di wajah mereka yang sebagian melintasi mata mereka.

Tubuh mereka memiliki bercak coklat tua besar dengan garis dalam warna krem dan hitam.

Menurut Kebun Binatang Woodland Park Seattle, ada beberapa metamorfosis warna langka dari ular piton bola. Yaitu ular dengan bercak putih, hitam atau merah.

Piton Albino (Foto : Istimewa)

Ular piton albino memiliki mutasi genetik amelanistisme. Mutasi ini membatasi pigmen gelap dan meninggalkan ular putih dengan bercak kuning dan mata merah muda atau merah.

Piton bola albino populer di kalangan pemilik hewan peliharaan dan mutasinya telah menjadi budidaya para peternak, menurut situs hewan peliharaan World of Ball Pythons.

Kabar Lainnya : Ular Piton Masuk Kos Kosan Putri Di Kota Malang, Penghuninya Histeris.

Status Cagar

Tiga belas spesies ular piton termasuk dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah dari Persatuan Internasional Konservasi Alam. Piton Ramsay ( Aspidites ramsayi ) terdaftar sebagai terancam punah; ption Burma ( Python bivittatus ) dan piton ekor pendek Myanmar ( Python kyaiktiyo ) terdaftar sebagai rentan.

Spesies lain terdaftar sebagai “tidak butuh perhatian”. Manusia adalah ancaman utama bagi ular piton, yang secara teratur dibunuh untuk diambil kulitnya.(carep-04/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih