Connect with us

Olahraga

Jadwal Liga 1 Indonesia 2021 Ditunda Lagi, Ini Tanggapan Arema FC

Diterbitkan

,

Jadwal Liga 1 Indonesia 2021 Ditunda Lagi, Ini Tanggapan Arema FC
Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida. (Foto : @aremafcofficial)

 

KABARMALANG.COM – Seperti yang sudah-sudah, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan menunda lagi jadwal Liga 1 Indonesia 2021.

Tetapi, manajemen Arema FC berupaya menanggapi bijak penundaan jadwal Liga 1 Indonesia 2021 ini.

Manajemen tim Singo Edan ini lebih memilih untuk membantu upaya pemerintah dalam menjalankan program vaksinasi.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji membenarkan. Dia menganggap opsi penundaan hingga akhir Juli 2021 adalah upaya bersama.

Yaitu sebagai bentuk upaya komunal klub dan elemen masyarakat untuk menekan laju peningkatan angka positif covid-19 di Indonesia.

Kabar Lainnya : Penundaan Ujian UT, Ini Kata Warek 3.

“Oleh karena itu sebagai bentuk upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan mendukung penuh pemerintah yang akan mengadakan program vaksin massal,” ungkap Sudarmaji, Rabu (30/6).

Usaha Arema FC sejalan dengan pernyataan PT LIB yang memiliki skema kompetisi akan tergelar pada 23 atau 30 Juli 2021.

Dengan syarat bahwa angka Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan.

“Berikutnya kami mendorong kepada PSSI dan PT LIB agar membuka akses vaksin terhadap pelaku sepak bola baik itu pemain, official maupun pihak-pihak yang terlibat di kompetisi,” jelas Media Officer Arema FC.

Kabar Lainnya : Pastikan Bebas Corona, Tim Arema FC Jalani Swab.

Akses vaksin ini seperti halnya ketika momentum Piala Menpora 2021. Panitia mewajibkan seluruh pihak yang terlibat untuk mengikuti program vaksinasi.

“Momentum Liga 1 2021 juga harus mendapat dengan kampanye vaksinasi. Hal ini sekaligus untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin adalah aman dan berfungsi untuk menekan penyebaran covid-19,” paparnya.

Sebelum ini, terdapat indikasi adanya pemain yang terpapar Covid-19 setelah menjalani vaksinasi.

Media Officer Arema FC mengungkapkan bahwa hal penting lainnya adalah menerapkan pola hidup baru yang lebih sehat dan sesuai protokol kesehatan.

“Bagaimanapun kita harus menerapkan pola hidup baru yang mengedepankan protokol kesehatan,” jelas Sudarmaji.

Arema FC sendiri selama ini memang terlibat aktif dalam gerakan massal Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC).

MBLC gencar melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan dan upaya pencegahan mewabahnya covid-19 secara masif.(carep-04/yds)

Olahraga

IODI Kota Malang Asuh Atlet Dansa Prestasi Internasional

Diterbitkan

,

IODI Kota Malang Asuh Atlet Dansa Prestasi Internasional
Kiri ke kanan : Patricia Trisno, Ariella Estee dan Evelyn Alexia atlet berprestasi IODI Kota Malang. (foto : kolase)

 

KABARMALANG.COM – Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kota Malang mengasuh sejumlah atlet dansa berprestasi nasional dan internasional.

Ketua Umum IODI Kota Malang, Inchie Indrawati mengabarkan, tahun 2021 ini, atlet dansa Bhumi Ngalam sudah melanglangbuana di kompetisi internasional.

“Yang paling terlihat yaitu Patricia Trisno, Beatrix Larasati, Evelyn Alexia dan Ariella Este,” ujar Inchie kepada Kabarmalang.com.

Patricia Trisno misalnya, meraup 5 medali emas dan 1 perak di sejumlah kompetisi.

Atlet putri 19 tahun yang juga warga Blimbing Kota Malang itu tampil di 20th Seoul Cup Korea Open Online Dancesport Championship 27 Juni 2021 (perak).

Kabar Lainnya : Siswa MAN 2 Malang Raih Perak Lomba Astronomi Internasional.

Juga, tampil di 7th Gensan Summer Youth Fest 1st Online Dancesport Competition 23 Mei 2021 (dua emas).

Kemudian, 109th Academic Year Sport Dance Championship of The University of The Republic of China, 9 Mei 2021 (emas).

Selain Patricia, ada pula Evelyn Alexia, atlet 11 tahun yang meraih 9 gold, 7 silver dan 4 bronze dari sejumlah kompetisi.

Evelyn yang warga Purwantoro, tampil di Metro Classic Online Dancesport Championship 21-22 Agustus 2021 (juara).

Dia juga berpresitasi di The Jamili’s Scholarship Cup 1 St online Dancesport Competition 12-13 Juni 2021 (perak).

Juga, 7th GenSan Summer Youth Fest 1 St online Dancesport Competition 22-23 Mei 2021 (perunggu) serta sejumlah kompetisi internasional lainnya.

Ada pula Ariella Estee, atlet asal Arjosari Kota Malang yang mengoleksi 2 emas, 4 perak dan 10 perunggu di usianya yang masih belia.

Ariella yang kelahiran 2012 ini sudah tampil di sejumlah kompetisi internasional. Misalnya, Manila Open Online Dancesport Competition, 8 Mei 2021 (perunggu).

Kemudian, Central Ball Open Dancesport Competition, 24 Januari 2021 (juara 1) dan sederet kompetisi lainnya.

Kemudian, ada pula sosok Beatrix Larasati yang mengoleksi 16 medali emas, 14 medali perak dan 3 medali perunggu dari puluhan kompetisi.

Beatrix Larasati, atlet dansa IODI Kota Malang. (foto : ist)

Atlet kelahiran 2010 asal Sukun Kota Malang ini sudah tampil di sejumlah kompetisi seperti Korea Open Online Dancesport Championship 26 Juni 2021 (juara 1) dan puluhan kompetisi lainnya.

“Intinya mereka banyak tampil di kompetisi internasional, Korea, Taiwan, Filipina dan lain sebagainya. Ada juga yang kompetisi sifatnya nasional,” tambah Inchie.

Capaian prestasi dari para atlet ini tak lepas dari upaya IODI Kota Malang mengasuh serta menjadi wadah pengembangan bakat.

Kabar Lainnya : Lina Ruzhan: Kompetisi di Usia Dini Penting untuk Bentuk Karakter Manusia Unggul.

Tetapi, IODI harus mengatur sistem latihan untuk tetap menghindari penyebaran covid-19.

“Untuk masa pandemi ini kita lebih banyak berlatih via online. Mengingat pelatih-pelatih kita semua dari Surabaya.
Kita berlatih seminggu 2 kali, online,” terangnya.

Kemudian, satu bulan sekali, para atlet ini berkunjung ke Surabaya dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

“Sebulan satu kali, kita latihan offline ke Surabaya dengan metode prokes. Offline kita berlatih pun tetap memakai masker,” tambahnya.

Latihan offline para atlet IODI Kota Malang dengan protokol kesehatan. (foto : ist)

Meski demikian, IODI Kota Malang tidak ingin para atlet berprestasi ini berhenti dan puas sampai di sini.

Mereka masih muda dan memiliki banyak kesempatan untuk meraih prestasi. Menurut Inchie, IODI Kota Malang sekarang semakin mendekati Porprov 2022.

“Untuk kompetisi-kompetisi ke depan, kita sekarang fokus ke Porprov V11/2022,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

H A Maschut, Wali Kota Kediri 1999-2009 Tutup Usia

Diterbitkan

,

H A Maschut, Wali Kota Kediri 1999-2009 Tutup Usia
Cover buku karangan Wali Kota Kediri 1999-2009, almarhum H A Maschut. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – H A Maschut, Wali Kota Kediri 1999-2009 tutup usia, Rabu (25/8) sore tadi.

Mertua dari Wakil Ketua PSSI Iwan Budianto itu kabarnya meninggal karena sakit.

Almarhum Maschut sendiri adalah mantan Sekretaris Daerah Kota Malang.

Itu sebelum menjadi Wali Kota Kediri selama dua periode 1999-2009.

Wali Kota Kediri saat ini, Abdullah Abu Bakar membenarkan tentang kabar meninggalnya tokoh pendiri Persik Kediri itu.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Atas nama pribadi, keluarga, jajaran pemerintah kota dan seluruh masyarakat Kota Kediri, saya menyampaikan ungkapan duka yang mendalam atas meninggalnya H A Maschut mantan Wali Kota Kediri,” ujar Abdullah Abu Bakar, lansiran Beritajatim.com, Rabu sore.

Dari keterangan himpunan, saat ini jenazah mantan Direksi PDAM Kota Malang tersebut berada di rumah duka Ijen Nirwana Kota Malang.

Ucapan belasungkawa dari Tugu Tirta Kota Malang. (foto : ist)

Kemudian, kabar terakhir, pemakaman untuk almarhum bakal tergelar di TPU Kutobedah Malang.

Semasa menjalani karir politiknya, Maschut terkenal sebagai sosok yang egaliter dan supel.

Kemudian, bagi para pelaku sepakbola Persik Kediri era dua kali juara liga, Maschut adalah sosok yang juga tak tergantikan.

Pada eranya, lahir pemain sepakbola berkelas nasional dari Persik Kediri.

Seperti Cristian ‘El Loco’ Gonzales, Danilo Fernando, Ronald Fagundes, Budi Sudarsono, Hamka Hamzah, Pato Morales, Yongki Ariwibowo sampai Saktiawan Sinaga.

IB, sapaan akrab Iwan Budianto, pun mewarisi sikap egaliter dan supel ini dari Maschut tersebut dalam mengarungi dunia sepakbola.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Jersey Arema FC Bertema Kerajaan Kanjuruhan

Diterbitkan

,

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana saat launching jersey. (foto : istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Jersey Arema FC bertema Kerajaan Kanjuruhan. Kostum tersebut berwarna biru dongker untuk mengarungi musim kompetisi Liga 1 tahun ini.

Sedangkan untuk jersey away berwarna putih.

“Semoga tim termotivasi, bahwa Malang banyak melahirkan kstaria dan bekerja keras berjuang untuk kejayaan dan prestasi,” ujar Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, Rabu (18/8).

Jersey bertema Kerajaan Kanjuruhan tersebut untuk memotivasi para pemain Singo Edan agar terus semangat berjuang layaknya ksatria.

Gilang berharap Aremania dan pecinta bola Indonesia bisa menyambut baik jersey baru tim berlogo singa ini.

Sementara Dwi Cahyono, Arkeolog Universitas Negeri Malang (UM) turut menyumbang ide dalam jersey tersebut.

Salah satu relief dalam corak jersey adalah Kinara Kinari yang berada di Candi Badut, Kota Malang.

Relief ini kata Dwi mengisahkan sepasang wujud yang menjaga mata air. Mata air bagi Arema FC adalah bentuk semangat yang harus terjaga.

“Jadi jersey ini adalah momen Arema kultural. Paling tidak dengan jersey ini Arema harus menjadi penjaga gawang untuk budaya Malang Raya,” terang Dwi.

Kabar Lainnya : Jersey Langka Michael Jordan Pameran di Malang Plaza.

“Prasasti tertua di Jatim ada di Malang. Kerajaan tertua di Jatim ada di Malang yakni kerajaan tertua dan Candi Badut,” katanya.

Dwi mengatakan, bahwa sejak abad ke 8 pusat peradaban di Jatim ada di Malang.

Kerajaan Kanjuruhan, Malang berdiri independen di tengah masa keemasan Kerajaan Mataram Kuno.

Lalu pada abad ke 10 Raja Mataram Kuno, Empu Sendok memindahkan kerajananya dari Jawa Tengah ke Kota Malang.

“Kerajaan Kanjuruhan adalah kerajaan independen dari Mataram kuno. Ini menjadi petunjuk kita bahwa kerajaan kanjuruhan ini cukup tua Malang jadi pusat kerajaan,” tambah Dwi.

“Sejak abad ke 10, Malang menjadi pusat kerajaan Mataram dengan rajanya Empu Sendok yang memindahkan ibukotanya dari Jawa Tengah ke Tamulang merujuk pada Prasasti Turiyan di Turen, Kabupaten Malang,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Bisnis Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan bahwa bahan dari jersey tersebut menggunakan dry fit kultus yang mampu menyerap keringat.

Kemudian sablon menggunakan bahan plastisol high density sehingga membuat timbul desain.

“Harganya Rp500 ribu sesuai dengan kualitas kita. Karena ini berbeda dengan jersey tim Liga 1 lainnya. Setelah launching target terdekat 2 ribu jersey. Tetapi targetnya 5 sampai 10 ribu saya kira itu realistis,” katanya.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca
Ucapan Hari Pelanggan Nasional Dari PDAM Tugu Tirta
Iklan Cukai Pemkot Malang

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com