Connect with us

Pemerintahan

Kodim 0833 Kota Malang Bedah Rumah Warga Di Kedungkandang

Diterbitkan

,

Kodim 0833 Kota Malang Bedah Rumah Warga Di Kedungkandang
Kodim 0833 Koramil Kedungkandang saat mempersiapkan bedah rumah. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Koramil Kedungkandang Kota Malang menggelar kegiatan bedah rumah (RTLH) semester I 2021, Senin (14/6).

Sasaran bedah rumah adalah milik Mulyadi, warga Jalan Kalisari RT 02 RW 02 Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang.

Kapten Cba M Solekhan memimpin 11 anggota Koramil Kedungkandang, untuk melaksanakan bedah rumah tersebut. Begitu juga, Babinsa Wonokoyo, Serma Usman Dan Serka Warno, turut datang.

Tetapi, hadir pula sejumlah unsur instansi lainnya. Yaitu Lurah Wonokoyo Suparman, Babinkamtibmas Wonokoyo Bripka Bonus Kuncoro, serta warga RT 02 RW 02 Wonokoyo.

“Sejak pukul 07.00 WIB, para pelaksana kegiatan bedah rumah sudah berada di lokasi,” ujar Solekhan.

Dengan kerja sama dan saling bahu membahu, proses bedah rumah di kediaman Mulyadi pun mulai berjalan.

Kodim 0833 Kota Malang memastikan bahwa penerima bedah rumah adalah mereka yang memang benar-benar membutuhkan.

Rumah Mulyadi sendiri terbuat dari bambu. Bagian lantainya juga masih tanah.

Sebelum ini, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona sudah memastikan target bedah rumah juga tepat sasaran.

“Kami pastikan, target bedah rumah adalah mereka yang benar-benar membutuhkan. Bahwa kediaman warga yang dapat bedah rumah memang tidak layak. Sehingga, bedah rumah dari kami bisa benar-benar membantu kehidupan warga tersebut,” tutur Ferdian.(carep-04/yds)

Pemerintahan

Bantuan Kemensos Untuk Difabel di Kota Malang Cair, Jumlahnya Rp 900 ribu

Diterbitkan

,

Agenda penyerahan bantuan penambahan nutrisi dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang bagi penyandang disabilitas di Kota Malang (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Bantuan penambahan nutrisi berupa uang tunai Rp 900 ribu dari Kemensos RI untuk penyandang disabilitas di Kota Malang sudah cair, Senin (26/7).

Pencairan bantuan itu terhelat di Eks Kantor Dinsos Kota Malang, pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Dinsos-P3AP2KB Kota Malang bekerja sama dengan Bank Jatim.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani membenarkan hal itu. Nominal bantuannya sebesar Rp 900 ribu bagi 110 difabel penerima manfaat di Kota Malang.

Bantuan tersebut pencairannya tergelar empat tahap dalam setahun, tiap triwulan sekali. Nominal per bulannya itu Rp 300 ribu, namun pengambilannya tiap triwulan, sekali tahapan langsung mendapat Rp 900 ribu.

“Iya 110 disabilitas  di Kota Malang dapat bantuan dari Kemensos sebesar Rp 300 ribu hitungan per bulannya,” ujar Penny, Senin (26/7).

Terpisah, Eka Pujianti, Pendamping Penyandang Disabilitas Dinsos Provinsi Jatim Wilayah Kecamatan Kedungkandang menambahkan.

Dia bersyukur agenda penyaluran bantuan tersebut berjalan lancar. Syarat pengambilan bantuan dengan membawa surat keterangan dari kelurahan.

“Kita serentak selesaikan hari ini. Alhamdulillah lancar penyalurannya, penerima manfaat sendiri yang mengambil,” terangnya.

Bagi anak disabilitas yang berusia di bawah 17 tahun, wajib ada perwakilan dari orang tua yang mengambil.

“Kelengkapannya dari surat kelurahan yang menerangkan kalau orang tua tersebut adalah orang tua dari penerima manfaat,” tambahnya.

Kemudian, bagi penerima manfaat yang sudah berusia 17 tahun ke atas, jika memang memungkinkan, maka bisa mengambilnya sendiri.

“Kalau berhalangan, bisa menggunakan perwakilan oleh orang tua dengan bukti kartu keluarga dan bukti surat kuasa, dan mengetahui pihak kelurahan,” jelasnya.

Dia menambahkan pihak Dinsos akan tetap melakukan pendampingan dan memonitoring perbelanjaan nutriai kepada para disabilitas penerima manfaat.

“Nanti akan kita SPJ-kan juga. Akan ada tahap ke tiga bulan depan (Agustus) minggu ke duanya. Bisa memenuhi kebutuhan nutrisi mereka apalagi di masa pandemi ini,” akhirnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Perpanjangan PPKM Kota Malang, Aturan Masih Sama, Ini Rinciannya

Diterbitkan

,

Perpanjangan PPKM Kota Malang, Aturan Masih Sama, Ini Rinciannya
Wali Kota Malang, Sutiaji (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kota Malang melaksanakan perpanjangan PPKM Level 4, sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Hal itu tertuang dalam Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021 atas instruksi Presiden Joko Widodo.

Wali Kota Malang, Sutiaji pun sepakat. Dia telah menelurkan Surat Edaran Nomor 43 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 di Kota Malang.

“Jadi saya ngikuti saja (Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021). Saya juga sudah membuat surat edaran PPKM Level dan aturan-aturannya,” ujar Sutiaji kepada media, di Balaikota Malang, Senin (26/7).

Berikut ini daftar aturan selama perpanjangan PPKM Level 4 di Kota Malang, 26 Juli hingga 2 Agustus 2021:

1. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan/Pelatihan secara daring/ online.

2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100% Work From Home (WFH).

3. Pelaksanaan kegiatan pada sektor:

3.1 Esensial yaitu :

a) Keuangan dan perbankan, hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan (customer);

b) Pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan (customer) dan berjalannya operasional pasar modal secara baik).

c) Teknologi informasi dan komunikasi, meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat.

d) Perhotelan non penanganan karantina; dan

e) Industri orientasi ekspor di mana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 (dua belas) bulan terakhir. Atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor
dan wajib memiliki lzin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (1OMKI); dapat beroperasi dengan ketentuan.

Kabar Lainnya : PPKM Perpanjangan Di Kota Malang, Ini Pernyataan Terbaru Sutiaji.

3.2 Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa tertunda pelaksanaannya berlaku 25 persen maksimal staf Work From Office (WFO). Dengan protokol kesehatan secara ketat.

4. Untuk supermarket, pasar rakyat, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari terbatas jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

5. Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24  jam.

6. Untuk Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari- hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal pengunjung 50 persen dan pembatasan jam operasional sampai pukul 15.00 WIB.

7. Sementara itu, untuk Pedagang Kaki Lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain lain yang sejenis. Boleh buka dengan protokol kesehatan ketat terbatas jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB.

8. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum:

Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya boleh dengan protokol kesehatan yang ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat sejumlah maksimal 3 (tiga) meja kursi.

b) Jumlah pengunjung maksimal 3 orang.

c) Waktu makan tiap-tiap pengunjung yaitu 20 menit.

d) Jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB;

e) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar; dan

f) Antrian pembayaran dengan menerapkan pembatasan jarak dan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 meter.

9. Restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup baik pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall. Hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in) dengan ketentuan sebagai berikut:

Kabar Lainnya : PPKM Di Malang Kota Sampai 2 Agustus, Tim Gabungan Giatkan Razia.

a) Tidak menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat.

b) Jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

c) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar; dan operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

9. Untuk Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi yakni dengan kapasitas maksimal pengunjung 50% dan pembatasan jam operasional sampai pukul 15.00 WIB.

10. Untuk Pedagang Kaki Lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain lain yang sejenis. Boleh dengan protokol kesehatan ketat terbatas jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB.

11. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum:

1) warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya. Boleh dengan protokol kesehatan yang ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat sejumlah maksimal 3 meja kursi.

Kabar Lainnya : Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 Di Malang Sampai 2 Agustus.

b) Jumlah pengunjung maksimal 3 (tiga) orang;

c) Waktu makan tiap-tiap pengunjung yakni 20 (dua puluh) menit.

d) Jam operasional terbatas yaitu mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB;

e) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar.

f) Antrean pembayaran dengan menerapkan pembatasan jarak dan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 meter.

12. Restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup baik pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall. Hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan ditempat (dine-in) dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Tidak menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat.

b) Setelah itu, jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

c) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar.

d) Antrian pemesanan dengan delivery/take away menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 (dua) meter.

Kabar Lainnya : Penyekatan Hari Terakhir PPKM Level IV Berlangsung Di Gadang.

13. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan tutup sementara. Kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online. Maksimal 3 (tiga) orang setiap toko, restoran, supermarket dan pasar swalayan dapat boleh sampai dengan pukul 20.00 WIB.

14. Pelaksanaan kegiatan konstruksi untuk infrastruktur publik (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

15. Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang berfungsi sebagai tempat ibadah). Tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

16. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) tutup sementara.

17. Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) tutup sementara.

18. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental). Berlaku dengan pengaturan kapasitas maksimal 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kabar Lainnya : Bansos PPKM Level IV Kemensos Cair Di Purwantoro.

19. Pelaksanaan resepsi pernikahan tidak ada selama penerapan PPKM level 4.

20. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bus, kapal laut dan kereta api) harus:

1) Menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama).

2) Menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut.

3) Ketentuan sebagaimana pada angka 1 dan angka 2 hanya berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan ke Kota Malang. Serta tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi Malang Raya meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

4) Untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis Diresmikan Pemprov Jatim Di Malang

Diterbitkan

,

Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis Diresmikan Pemprov Jatim Di Malang
Simbolis penyerahan oksigen gratis untuk warga Malang di Bakorwil oleh Forpimda Malang Raya dan Gubernur Jatim. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forpimda Kota Malang mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis Pemprov Jatim.

Stasiun isi ulang ini bertempat di halaman gedung Bakorwil III Malang, Jalan Simpang Ijen, Kota Malang.

Secara simbolis Wali Kota Malang Sutiaji menyerahkan tabung gas yang telah penuh kepada warga yang mengajukan pengisian.

Selain Wali Kota Malang, nampak hadir dalam peresmian tersebut, Bupati Malang, Sanusi, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Kemudian, Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Irwan Subekti, Dandim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona, Kapolresta Malang Kota, AKBP Bhudi Hermanto, dan jajaran Kepala OPD terkait.

Sutiaji mengapresiasi positif berdirinya Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis ini. Dia juga menyatakan kesiapan Pemkot Malang dalam mendukung program Pemprov Jatim tersebut.

“Apresiasi dan ribuan terima kasih kami sampaikan atas peresmian tempat isi ulang oksigen gratis ini. Kami terus mendukung upaya Pemprov. Ini sebagai upaya untuk membantu sesama di masa pandemi,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Malang ini berharap Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Seiring dengan itu, tentu Pemerintah Daerah akan terus berupaya dengan sekuat tenaga untuk meringankan beban warga,” ujarnya.

Kabar Lainnya : Tanam Bibit Pule, Kampanyekan Sumbang Oksigen.

Sejalan dengan program Pemprov Jatim tersebut, secara terpisah, Sutiaji menyatakan Pemkot Malang dalam waktu dekat akan memperbanyak pembelian tabung oksigen.

Dari situ, Pemkot Malang akan meminjamkannya kepada warga terkonfirmasi positif covid-19 yang membutuhkan.

Sementara itu, Khofifah menyatakan perlunya layanan isi ulang oksigen gratis di Jawa Timur. Menurutnya, layanan ini memang untuk pasien penderita covid-19 yang menjalani isolasi mandiri maupun isolasi terpusat.

“Layanan ini tetap akan bisa terakses, yang melakukan isolasi terpusat belum tentu mereka punya tabung oksigen. Jadi pengisian tabung oksigen ini tetap bisa memberikan layanan secara personal,” ungkapnya.

Layanan isi ulang oksigen gratis ini adalah untuk warga Malang Raya yang sedang membutuhkan oksigen karena terkonfirmasi positif covid-19.

Kemudian, tempat ini juga menerapkan antisipasi agar tidak menimbulkan kerumunan saat pengisian oksigen gratis. Sehingga, ada pendaftaran online melalui infocovid19.jatimprov.go.id.

Terakhir, usai peresmian Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis, Sutiaji dan Forpimda bersama Khofifah melanjutkan kegiatan ke Kampung Topeng, Tlogowaru.

Dandim 0833 Kota Malang, Letkom Arm Ferdian Primadhona saat menyerahkan bansos di Kampung Topeng. (Foto : Istimewa)

Di sana, para pejabat memberikan sejumlah bantuan sosial kepada warga setempat.

“Ini saling berseiring dengan programnya Pak Wali Kota, program bansos dari pemerintah pusat, dan apa yang bisa kita maksimalkan, saling mensubtitusi,” ujar Khofifah.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Penerimaan mahasiswa baru STIE KERTANEGARA MALANG

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com