Connect with us

Pemerintahan

Catatan Karir Musisi Nusantara Pecinta Alam Terpanjang Di Balaikota

Diterbitkan

,

Catatan Karir Musisi Nusantara Pecinta Alam Terpanjang Di Balaikota
Koes Ploes, band Indonesia era 1970-an. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kolaborasi Pemkot Malang dan Museum Musik Indonesia bersama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang bergulir.

Kolaborasi ini mengusung tema hari Lingkungan Hidup. Sehingga, MMI menampilkan musisi musisi Indonesia yang getol menyuarakan pesan pesan alam dan lingkungan.

“Di antaranya Ully Sigar Rusadi, Gombloh, The Rollies, Iwan Fals, The Gembells, Rita Ruby Hartland, Koes Plus, Frankie and Jane, Deddy Stanzah dan Tina Silvana yang arek Malang,”kata Hengki Herwanto, Ketua MMI Kota Malang, Sabtu (12/6).

Berpusat di lobi Balaikota Malang, seperti putaran putaran sebelumnya, menampilkan catatan perjalanan musisi tanah air menyesuaikan tema.

Wali Kota Malang Sutiaji merespon positif dan mewadahi semangat ini. Dia sekaligus memberi penajaman bahwa lobi bak etalase gedung balaikota.

Banyak kunjungan di Balaikota Malang. Sehingga pameran ini bisa menjadi wahana dan duta infografis maupun informasi tentang ragam isu.

“Dan ini menurut saya bagus, mengawinkan antara literasi musisi nusantara dengan isu isu kekinian, “ujar Sutiaji.

 

Inilah Potret Musisi Dalam Kolaborasi Pemkot Malang dan MMI

 

ULLY SIGAR RUSADY

Rulany Indra Gartika Wirahaditenaya adalah nama asli dari musisi dan aktivis lingkungan hidup kelahiran Garut, 4 Januari 1952. Sebuah lagu ciptaannya berjudul Harmoni Kehidupan juga terpilih menjadi Duta Indonesia ke Festival Pop Singer di Jepang tahun 1978.

IWAN FALS

Virgiawan Listanto lahir di Jakarta 3 September 1961, terkenal dengan nama panggungnya Iwan Fals adalah seorang penyanyi, musisi, pencipta lagu, dan kritikus yang menjadi salah satu legenda di Indonesia.

TINA SILVANA

Tina Silvana adalah penyanyi asal kota Malang yang bersuara khas dan unik. Debutnya mencuat setelah melahirkan album pertamanya berjudul “Di Bukit Panderman” (sebuah bukit yang elok di kaki Gunung Kawi Kota Batu) oleh Duba Record. Namun sayang setelah album perdana tersebut kemudian menghilang dan dia sekarang berdomisili di Kota Rennes –Perancis.

THE ROLLIES

The Rollies adalah sebuah grup musik jazz rock, pop, soul funk asal Bandung yang terbentuk pada tahun 1967. Sebagai musisi, The Rollies juga berhasil menorehkan tinta emas saat lagu Kemarau menerima penghargaan Kalpataru di tahun 1979.

RITTA RUBBY HARTLAND

Ritta Rubby Hartland adalah seorang penyanyi country Indonesia yang terkenal di era 80-an. Lahir di Bandung, 13 April 1960. Sudah banyak albumnya, antara lain: Kepada Alam dan Penciptanya, Suara Kecil Dari Panti Asuhan, Nyanyian Sawah, dan masih banyak lagi yang semua lagu-lagu dan liriknya bertemakan tentang alam, sosial dan lingkungan hidup.

KOES PLUS

Band legendaries Koes Plus telah membuat sebuah danau bernama Kolam Susuk semakin terkenal melalui sebuah lagu. Kolam Susu, atau aslinya bernama Kolam Susuk benar-benar ada. Yakni di Belu, Nusa Tenggara Timur. Melihat keindahan yang alami dan keunikan kolam tersebut, salah satu personelnya Yon Koeswoyo terkesima. Semenjak itu, dia kemudian mengabadikan kolam tersebut dalam lagu berjudul “Kolam Susu”

GOMBLOH

Gombloh adalah pencipta lagu balada sejati. Berita Cuaca adalah album dari Gombloh bersama Lemon Tree’s Anno ’69. Album ini rilis dalam format kaset oleh Indra Record pada tahun 1982. Selain itu, lagu Lestari Alamku (Berita Cuaca) adalah sebuah maha karya dari almarhum Gombloh yang mengingatkan bahwa kita harus menjaga dan merawat kembali kelestarian alam di negeri tercinta kita ini.

THE GEMBELL’S

The Gembells merupakan grup musik asal Surabaya yang berdiri pada akhir 1960-an. Nama TheGembells merupakan akronim dari kata GemarBelajar. Mereka mulai merekam album pertama yang berjudul “Pahlawan yang Dilupakan” pada 1971.

Balada Kalimas sendiri direkam pada tahun 1972. Kalimas merupakan nama sungai yang melintas di tengah kota Surabaya. Sungai ini memiliki banyak fungsi bagi kehidupan masyarakat. Karya lagu-lagu The Gembells banyak yang bertema tentang kritik sosial, dan salah satu judul lagu Peristiwa Kaki Lima yang seraya terkena cekal pada saat itu.

FRANKY & JANE

Franky Hubert Sahilatua & Jean Mauren Sahilatua atau Franky & Jane, biarpun irama musik country sangat terasa dalam karya mereka, tetapi jiwa musik yang mereka bawakan mengandung atmosfer budaya indonesia.

Selanjutnya, kelebihan Franky & Jane terlihat pada penulisan lirik mereka yang naratif dengan tema pemujaan akan alam. Tema tentang alam ini bisa terdengar dari salah satu lagu mereka yang berjudul “Kepada Angin dan Burung Burung”.

DEDDY STANZAH

Melalui lagu “Sepercik Air”, Deddy Stanzah mengucapkan salam bagi dunia. Begitu penggalan lirik lagu karya Iman A Bharata dalam album “10 Pencipta Lagu Remaja” yang dirilis Prambors dan menjadi hit tahun 1979. Deddy lalu diundang ke Malang oleh mahasiswa Fak. Hukum UB untuk manggung di GOR Pulosari Malang. Tahun 1973 dia tampil di GOR Tenun bersama The Rollies seperti terlihat dalam foto.(fir/yds)
 

Pemerintahan

Bantuan Kemensos Untuk Difabel di Kota Malang Cair, Jumlahnya Rp 900 ribu

Diterbitkan

,

Agenda penyerahan bantuan penambahan nutrisi dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang bagi penyandang disabilitas di Kota Malang (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Bantuan penambahan nutrisi berupa uang tunai Rp 900 ribu dari Kemensos RI untuk penyandang disabilitas di Kota Malang sudah cair, Senin (26/7).

Pencairan bantuan itu terhelat di Eks Kantor Dinsos Kota Malang, pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Dinsos-P3AP2KB Kota Malang bekerja sama dengan Bank Jatim.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani membenarkan hal itu. Nominal bantuannya sebesar Rp 900 ribu bagi 110 difabel penerima manfaat di Kota Malang.

Bantuan tersebut pencairannya tergelar empat tahap dalam setahun, tiap triwulan sekali. Nominal per bulannya itu Rp 300 ribu, namun pengambilannya tiap triwulan, sekali tahapan langsung mendapat Rp 900 ribu.

“Iya 110 disabilitas  di Kota Malang dapat bantuan dari Kemensos sebesar Rp 300 ribu hitungan per bulannya,” ujar Penny, Senin (26/7).

Terpisah, Eka Pujianti, Pendamping Penyandang Disabilitas Dinsos Provinsi Jatim Wilayah Kecamatan Kedungkandang menambahkan.

Dia bersyukur agenda penyaluran bantuan tersebut berjalan lancar. Syarat pengambilan bantuan dengan membawa surat keterangan dari kelurahan.

“Kita serentak selesaikan hari ini. Alhamdulillah lancar penyalurannya, penerima manfaat sendiri yang mengambil,” terangnya.

Bagi anak disabilitas yang berusia di bawah 17 tahun, wajib ada perwakilan dari orang tua yang mengambil.

“Kelengkapannya dari surat kelurahan yang menerangkan kalau orang tua tersebut adalah orang tua dari penerima manfaat,” tambahnya.

Kemudian, bagi penerima manfaat yang sudah berusia 17 tahun ke atas, jika memang memungkinkan, maka bisa mengambilnya sendiri.

“Kalau berhalangan, bisa menggunakan perwakilan oleh orang tua dengan bukti kartu keluarga dan bukti surat kuasa, dan mengetahui pihak kelurahan,” jelasnya.

Dia menambahkan pihak Dinsos akan tetap melakukan pendampingan dan memonitoring perbelanjaan nutriai kepada para disabilitas penerima manfaat.

“Nanti akan kita SPJ-kan juga. Akan ada tahap ke tiga bulan depan (Agustus) minggu ke duanya. Bisa memenuhi kebutuhan nutrisi mereka apalagi di masa pandemi ini,” akhirnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Perpanjangan PPKM Kota Malang, Aturan Masih Sama, Ini Rinciannya

Diterbitkan

,

Perpanjangan PPKM Kota Malang, Aturan Masih Sama, Ini Rinciannya
Wali Kota Malang, Sutiaji (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kota Malang melaksanakan perpanjangan PPKM Level 4, sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Hal itu tertuang dalam Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021 atas instruksi Presiden Joko Widodo.

Wali Kota Malang, Sutiaji pun sepakat. Dia telah menelurkan Surat Edaran Nomor 43 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 di Kota Malang.

“Jadi saya ngikuti saja (Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021). Saya juga sudah membuat surat edaran PPKM Level dan aturan-aturannya,” ujar Sutiaji kepada media, di Balaikota Malang, Senin (26/7).

Berikut ini daftar aturan selama perpanjangan PPKM Level 4 di Kota Malang, 26 Juli hingga 2 Agustus 2021:

1. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan/Pelatihan secara daring/ online.

2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100% Work From Home (WFH).

3. Pelaksanaan kegiatan pada sektor:

3.1 Esensial yaitu :

a) Keuangan dan perbankan, hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan (customer);

b) Pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan (customer) dan berjalannya operasional pasar modal secara baik).

c) Teknologi informasi dan komunikasi, meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat.

d) Perhotelan non penanganan karantina; dan

e) Industri orientasi ekspor di mana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 (dua belas) bulan terakhir. Atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor
dan wajib memiliki lzin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (1OMKI); dapat beroperasi dengan ketentuan.

Kabar Lainnya : PPKM Perpanjangan Di Kota Malang, Ini Pernyataan Terbaru Sutiaji.

3.2 Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa tertunda pelaksanaannya berlaku 25 persen maksimal staf Work From Office (WFO). Dengan protokol kesehatan secara ketat.

4. Untuk supermarket, pasar rakyat, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari terbatas jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

5. Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24  jam.

6. Untuk Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari- hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal pengunjung 50 persen dan pembatasan jam operasional sampai pukul 15.00 WIB.

7. Sementara itu, untuk Pedagang Kaki Lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain lain yang sejenis. Boleh buka dengan protokol kesehatan ketat terbatas jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB.

8. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum:

Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya boleh dengan protokol kesehatan yang ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat sejumlah maksimal 3 (tiga) meja kursi.

b) Jumlah pengunjung maksimal 3 orang.

c) Waktu makan tiap-tiap pengunjung yaitu 20 menit.

d) Jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB;

e) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar; dan

f) Antrian pembayaran dengan menerapkan pembatasan jarak dan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 meter.

9. Restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup baik pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall. Hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in) dengan ketentuan sebagai berikut:

Kabar Lainnya : PPKM Di Malang Kota Sampai 2 Agustus, Tim Gabungan Giatkan Razia.

a) Tidak menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat.

b) Jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

c) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar; dan operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

9. Untuk Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi yakni dengan kapasitas maksimal pengunjung 50% dan pembatasan jam operasional sampai pukul 15.00 WIB.

10. Untuk Pedagang Kaki Lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain lain yang sejenis. Boleh dengan protokol kesehatan ketat terbatas jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB.

11. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum:

1) warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya. Boleh dengan protokol kesehatan yang ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat sejumlah maksimal 3 meja kursi.

Kabar Lainnya : Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 Di Malang Sampai 2 Agustus.

b) Jumlah pengunjung maksimal 3 (tiga) orang;

c) Waktu makan tiap-tiap pengunjung yakni 20 (dua puluh) menit.

d) Jam operasional terbatas yaitu mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB;

e) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar.

f) Antrean pembayaran dengan menerapkan pembatasan jarak dan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 meter.

12. Restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup baik pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall. Hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan ditempat (dine-in) dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Tidak menyediakan fasilitas meja kursi untuk makan dan minum di tempat.

b) Setelah itu, jam operasional terbatas mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

c) Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand senitezer di pintu/jalur masuk dan keluar.

d) Antrian pemesanan dengan delivery/take away menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 2 (dua) meter.

Kabar Lainnya : Penyekatan Hari Terakhir PPKM Level IV Berlangsung Di Gadang.

13. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan tutup sementara. Kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online. Maksimal 3 (tiga) orang setiap toko, restoran, supermarket dan pasar swalayan dapat boleh sampai dengan pukul 20.00 WIB.

14. Pelaksanaan kegiatan konstruksi untuk infrastruktur publik (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

15. Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang berfungsi sebagai tempat ibadah). Tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

16. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) tutup sementara.

17. Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) tutup sementara.

18. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental). Berlaku dengan pengaturan kapasitas maksimal 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kabar Lainnya : Bansos PPKM Level IV Kemensos Cair Di Purwantoro.

19. Pelaksanaan resepsi pernikahan tidak ada selama penerapan PPKM level 4.

20. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bus, kapal laut dan kereta api) harus:

1) Menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama).

2) Menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut.

3) Ketentuan sebagaimana pada angka 1 dan angka 2 hanya berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan ke Kota Malang. Serta tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi Malang Raya meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

4) Untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis Diresmikan Pemprov Jatim Di Malang

Diterbitkan

,

Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis Diresmikan Pemprov Jatim Di Malang
Simbolis penyerahan oksigen gratis untuk warga Malang di Bakorwil oleh Forpimda Malang Raya dan Gubernur Jatim. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Forpimda Kota Malang mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis Pemprov Jatim.

Stasiun isi ulang ini bertempat di halaman gedung Bakorwil III Malang, Jalan Simpang Ijen, Kota Malang.

Secara simbolis Wali Kota Malang Sutiaji menyerahkan tabung gas yang telah penuh kepada warga yang mengajukan pengisian.

Selain Wali Kota Malang, nampak hadir dalam peresmian tersebut, Bupati Malang, Sanusi, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Kemudian, Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Irwan Subekti, Dandim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona, Kapolresta Malang Kota, AKBP Bhudi Hermanto, dan jajaran Kepala OPD terkait.

Sutiaji mengapresiasi positif berdirinya Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis ini. Dia juga menyatakan kesiapan Pemkot Malang dalam mendukung program Pemprov Jatim tersebut.

“Apresiasi dan ribuan terima kasih kami sampaikan atas peresmian tempat isi ulang oksigen gratis ini. Kami terus mendukung upaya Pemprov. Ini sebagai upaya untuk membantu sesama di masa pandemi,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Malang ini berharap Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Seiring dengan itu, tentu Pemerintah Daerah akan terus berupaya dengan sekuat tenaga untuk meringankan beban warga,” ujarnya.

Kabar Lainnya : Tanam Bibit Pule, Kampanyekan Sumbang Oksigen.

Sejalan dengan program Pemprov Jatim tersebut, secara terpisah, Sutiaji menyatakan Pemkot Malang dalam waktu dekat akan memperbanyak pembelian tabung oksigen.

Dari situ, Pemkot Malang akan meminjamkannya kepada warga terkonfirmasi positif covid-19 yang membutuhkan.

Sementara itu, Khofifah menyatakan perlunya layanan isi ulang oksigen gratis di Jawa Timur. Menurutnya, layanan ini memang untuk pasien penderita covid-19 yang menjalani isolasi mandiri maupun isolasi terpusat.

“Layanan ini tetap akan bisa terakses, yang melakukan isolasi terpusat belum tentu mereka punya tabung oksigen. Jadi pengisian tabung oksigen ini tetap bisa memberikan layanan secara personal,” ungkapnya.

Layanan isi ulang oksigen gratis ini adalah untuk warga Malang Raya yang sedang membutuhkan oksigen karena terkonfirmasi positif covid-19.

Kemudian, tempat ini juga menerapkan antisipasi agar tidak menimbulkan kerumunan saat pengisian oksigen gratis. Sehingga, ada pendaftaran online melalui infocovid19.jatimprov.go.id.

Terakhir, usai peresmian Tempat Isi Ulang Oksigen Gratis, Sutiaji dan Forpimda bersama Khofifah melanjutkan kegiatan ke Kampung Topeng, Tlogowaru.

Dandim 0833 Kota Malang, Letkom Arm Ferdian Primadhona saat menyerahkan bansos di Kampung Topeng. (Foto : Istimewa)

Di sana, para pejabat memberikan sejumlah bantuan sosial kepada warga setempat.

“Ini saling berseiring dengan programnya Pak Wali Kota, program bansos dari pemerintah pusat, dan apa yang bisa kita maksimalkan, saling mensubtitusi,” ujar Khofifah.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Penerimaan mahasiswa baru STIE KERTANEGARA MALANG

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com