Connect with us

Kuliner

Manisnya Apel Taji, Beda Dengan Apel Batu

Diterbitkan

||

Manisnya Apel Taji, Beda Dengan Apel Batu

Kabarmalang.com – Desa Taji, yang berada di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, juga punya produk apel. Untuk rasanya sangat berbeda dengan apel produksi Kota Batu. Warga berharap apel, bisa menjadi komoditas andalan serta destinasi wisata.

Mayoritas warga Taji, memiliki mata pencaharian sebagai petani. Apel adalah salah satu tanaman yang dikelola oleh warga. Satu potensi yang menonjol itu, mempunyai rasa dan kualitas yang tidak kalah dengan apel dari Kota Batu.

Untuk diketahui, saat ini dominasi Kota Batu dan Kecamatan Poncokusumo sebagai penghasil apel tergoyahkan oleh Desa Taji, Kecamatan Jabung.

Hal ini tidak lain karena Desa Taji Kecamatan Jabung menjadi penghasil komoditi apel jenis abang dan manalagi. Tidak hanya itu, Desa Taji juga menjadi penghasil kopi jenis Arabica.

Adanya dua potensi itu bisa menjadi alasan kuat untuk desa Taji akan dijadikan desa wisata.

Majid, tokoh Pemuda Desa Taji mengatakan, karena banyaknya hasil pertanian apel, sampai harus dijual hingga ke Kota Batu, dan luar Malang Raya.

“Apel dijual sampai ke Kota Batu dan Surabaya. Di sini kualitas lebih bagus, karena didukung ketinggian geografis. Hasilnya rasanya lebih renyah dan manis,” kata Majid, Senin (2/9).

Komoditas apel Desa Taji (istimewa)

Komoditas apel Desa Taji (istimewa)

Sementara,  Haji Sakim, petani apel jenis abang menuturkan, sekarang ini banyak wisatawan berkunjung ke Desa Taji karena ingin melakukan petik apel.

“Saya senang kalau Desa Taji dijadikan desa wisata. Selain bisa meningkatkan pendapatan ,juga bisa mengurangi pengangguran,” ujarnya terpisah.

Ia menambahkan, pariwisata menjadi penyumbang devisa besar di Indonesia yang wajib dikembangkan dan dimajukan.

“Sudah saatnya kita memajukan wisata dengan upaya memaksimalkan local wisdom dan memberdayakan masyarakat desa,” pungkas Haji Sakim. (*)

 

 

 

Reporter – Rajendra Sulaiman

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kuliner

Konsumsi Safron, Gaya Hidup Zaman Now

Diterbitkan

||

Konsumsi Safron, Gaya Hidup Zaman Now

Kabarmalang – Banyak kalangan kini mengonsumsi safron, minuman kesehatan yang kekinian.Isi kandungan dalam safron, ternyata bermanfaat untuk membuat tubuh akan selalu sehat dan bugar ketika dikonsumsi setiap hari secara rutin.

Tren minum safron banyak ditemui di media sosial, dengan berbagai hashtag yang diunggah oleh para pengguna Instagram. Mulai dari hashtag #minumsaffron hingga #saffronindonesia. Mereka yang meminum saffron mengunggah cangkir berisi air berwarna kuning yang merupakan rendaman saffron.

Selebgram Citra Ayu Mustika yang kerap membahas permasalahan seputar ASI, termasuk yang sudah rutin mengonsumsi minuman safron ini. Citra mengaku sudah tiga bulan mencoba minum safron.

Wanita dengan followers lebih dari 119 ribu di Instagram itu mengaku tertarik mencoba minum safron setelah melihat unggahan dokter sekaligus ustad Zaidul Akbar. Dia jadi tahu kalau safron ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

“Setelah saya cari tahu, safron itu ada tiga jenis dan berasal dari Iran, kashmir India dan Spanyol. Kalau safron Spanyol, jujur saya kurang tahu karena jarang yang dijual di Indonesia. Umumnya yang dijual di pasaran itu safron kashmir yang dari India dan safron Iran,” ucap Citra seperti dikutip dari wolipop, Senin (2/9/2019).

Selebgram berusia 29 tahun ini tertarik mengonsumsi safron karena banyak kandungan yang baik untuk tubuh. Yaitu mengandung anti oksidan, dan bisa membantu meredakan stres bagi ibu-ibu.

“Apa lagi buat ibu-ibu menyusui yang rentan stress itu, kan sangat membantu, dan antitussive alami cocok untuk meredakan batuk. Pokoknya salah satu superfood,” tuturnya.

Minum safron demi kesehatan juga dilakukan Rara. Dia mulai mengenal manfaat safron sejak awal Februari 2019 saat dirinya dan keluarganya tinggal di Turki. Disana, kata Rara, safron sudah terkenal manfaatnya untuk kesehatan. “Jadi saya dan keluarga mengonsumsi safron secara rutin,” ungkap Rara terpisah.

Putri Arishandy, seorang jurus masak di restoran fine dining di Jakarta, juga termasuk orang yang mengikuti gaya hidup sehat dengan minum safron.

Sebagai chef, Putri sering menggunakan safron sebagai bumbu masakan dan platting atau hiasan pada makanan yang akan disajikan. Dia baru mengetahui safron memiliki manfaat kesehatan dari rekan sesaman juru masak.

Penasaran, Putri pun mencoba konsumsi safron secara rutin. Setelah enam bulan minum safron, dia merasakan pola tidurnya menjadi lebih teratur.

“Setelah setiap hari minum safron berasa banget menjadi cepat mengantuk. Pada dasarnya saya itu susah untuk tidur, lalu setelah seminggu saya minum sebelum tidur menjadi cepat mengantuk,” aku Putri.

Tren mengonsumsi safron mulai hits di Indonesia ini pun dirasakan oleh para penjual safron. Pembelian safron semakin meningkat dari minggu ke minggu.

 

 

Sumber berita : Wolipop

 

Lanjutkan Membaca

Kuliner

Jadi Target Teror, Pengamanan Pos Karanglo Diperketat

Diterbitkan

||

Polantas mengenakan rompi anti peluru waspada ancaman teror

 Kabarmalang.com  – Pengamanan di Pos Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang, diperketat. Langkah ini menyusul adanya rencana aksi teror. Polantas yang berdinas dilengkapi dengan rompi anti peluru.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menuturkan, peningkatan kewaspadaan dilakukan, untuk menangkal ancaman teror di wilayah hukum Polres Malang.

Apalagi, belakangan terungkap bahwa pos polisi Karanglo menjadi sasaran target aksi teror. Hal itu berdasarkan keterangan para terduga teroris asal Jawa Timur, yang diamankan Densus 88 beberapa waktu lalu.

“Sesuai protap, tetap meningkatkan kewaspadaan. Personel yang berdinas, dilengkapi dengan rompi anti peluru, dan giat melakukan patroli,” ungkap Yade, Rabu (28/8).

Penebalan kekuatan personel pengamanan turut dilakukan, mereka juga dilengkapi senjata laras panjang selama menjalankan tugas.

Terpisah, Kasatlantas Polres Malang AKP William Thamrin Simatupang telah memerintahkan anggota Polantas meningkatkan kewaspadaan selama menjalankan tugas.

William juga meminta anggotanya mengenakan rompi anti peluru dan serta melengkapi diri dengan senjata laras.

“Sudah kami perintahkan, pada anggota Lantas untuk menggunakan rompi lalu lintas anti peluru,” tegasnya terpisah.

Lokasi Pos Polisi Karanglo memang cukup strategis, berada di pertemuan jalur dari Batu-Malang, dan menuju Surabaya. Dan lokasinya juga berada di akses menuju gerbang tol Singosari.

Mabes Polri sebelumnya merilis telah mengamankan tiga teroris asal Blitar. Mereka disinyalir merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Dari keterangan para terduga teroris itu, terungkap bahwa mereka berencana melancarkan aksi teror dengan sasaran pos polisi Karanglo.

 

 

 

Reporter – Rajendra Sulaiman

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com