Connect with us

COVID-19

Cegah ASN Mudik, Pemkab Wajibkan Instal Aplikasi Timestamp Camera

Diterbitkan

,

Cegah ASN Mudik, Pemkab Wajibkan Instal Aplikasi Timestamp Camera
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Nurman Ramdansyah. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemkab Malang mempunyai tugas cegah ASN mudik.

Kepala SKPD tidak hanya mengawasi seluruh pekerjaan karyawannya. Mereka juga punya kewajiban untuk memastikan seluruh bawahannya tidak mudik.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Nurman Ramdansyah membenarkan. Seluruh Kepala SKPD langsung akan mengawasi dan merekap data ASN di lingkungan Pemkab Malang, untuk cegah mudik.

“Larangan mudik ini menurut SK Kemenpan RB awalnya berlaku sejak 6 Mei hingga 17 Mei. Tapi kemudian revisi menjadi 22 April hingga 24 Mei nanti. Nah, saat ini kita sedang menunggu SK hasil revisi SK hasil revisi itu,” ungkap Nurman, Senin (3/5).

Kabar Lainnya : Wali Kota Malang Akan Beri Sanksi ASN Yang Mudik.

Kepala SKPD nantinya akan merekap data ASN agar tidak mudik, kemudian akan masuk ke Bupati Malang melalui BPKSDM.

Setiap ASN juga berkewajiban mempunyai aplikasi Timestamp Camera untuk mengupdate lokasi terbaru ASN.

“Jadi Timestamp Camera itu setiap ASN akan terlihat lokasi terbaru, berikut jam dan harinya untuk laporan kepada atasannya,” ujarnya.

Atas dasar itu, Nurman berharap setiap ASN tidak nekat mudik selama lebaran nanti. Sebab jika ketahuan tetap nekat mudik, mereka akan mendapatkan sanksi sesuai kriteria pelanggarannya, berat, sedang, dan ringan.

“Pasti akan ada sanksinya nanti,” katanya.

Sementara itu, terkait potensi kenekatan ASN untuk mudik, Pemkab berkaca dari tahun lalu. Nurman optimis seluruh ASN dk lingkungan Kabupaten Malang akan patuh untuk tidak mudik.

“Tahun lalu tidak ada yang nekat. Hanya ada satu izin karena salah satu saudaranya jatuh sakit. Itu masih bisa kita toleransi,” ringkasnya.

Terakhir, Nurman mengatakan bahwa ASN tidak mudik itu akan menjadi contoh dalam upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Maka, ASN tidak mudik itu pastinya akan menjadi contoh untuk masyarakat umum,” akhirnya.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro

Diterbitkan

,

Penyekatan Mudik Kota Malang, Petugas Ketatkan Tol Madyopuro
Petugas saat berjaga di penyekatan exit tol Madypuro. (Foto : Kodim 0833 Kota Malang)

 

KABARMALANG.COM – Penyekatan mudik di Kota Malang masih terus berjalan. Sabtu (8/5), petugas kembali mengetatkan penjagaan di exit tol Madyopuro.

Penyekatan mudik di Kota Malang ini menjadi misi utama selama libur lebaran. Sehingga, sejak awal persiapan penyekatan 6 Mei, petugas sudah membangun posko Ops Ketupat Semeru.

Pengamanan terpusat di pintu gerbang exit tol Madyopuro Kecamatan Kedunglandang Kota Malang.

Serka Setris, anggota Kodim 0833 Kota Malang, membenarkan. Dia bersama para pasukan pengamanan gabungan, sudah berjaga di lokasi penyekatan sejak pagi.

“Kami memantau dengan sif pagi sampai malam. Kemudian malam sampai pagi berganti sif lagi,” ujar Serka Setris, Sabtu pagi (8/5).

Penyekatan tersebut melibatkan sejumlah anggota TNI-Polri, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Yaitu, Serka Setris, Sertu Gatot Muriyanto dan Serda Irianto dari jajaran TNI. Kemudian, 5 orang polisi dengan perwira Ipda Cahyo Nugroho.

Selanjutnya, dua ASN Dinas Kesehatan Kota Malang dengan pimpinan tim Erni. Kemudian, dua anggota BPBD dengan ketua tim Arifin juga ikut dalam penyekatan.

Setelah itu, dua anggota Dinas Perhubungan, ketua tim Sutiono. Serta, 5 orang anggota Satpol PP, ketua tim Rupita.

Serka Setris berharap masyarakat mematuhi penyekatan larangan mudik. Karena, kasus covid-19 masih mengancam dunia, termasuk Indonesia dan Kota Malang.

Bahkan, varian covid-19 yang menghancurkan India sekarang mulai masuk di Indonesia. Sehingga, Serka Setris berharap segala protokol dapat memberi panduan masyarakat.

Supaya, masyarakat terhindar dari paparan covid-19 maupun variannya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Antisipasi Truk Isi Pemudik, Petugas Geledah Boks Angkutan Di Malang

Diterbitkan

,

Antisipasi Truk Isi Pemudik, Petugas Geledah Boks Angkutan Di Malang
Petugas gabungan saat memeriksa isi kendaraan yang melintas di pos penyekatan exit tol madyopuro (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Petugas gabungan siap antisipasi adanya kendaraan atau truk isi pemudik ilegal saat melintas di pos penyekatan exit tol Madyopuro Kota Malang.

Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Yoppy Anggi Krisna membenarkan. Dia akan antisipasi dan ekstra siaga memeriksa isi truk yang berisi pemudik.

“Kita (polisi) akan periksa KTP yang ada di dalam kendaraan tersebut, maupun mobil box yang sudah termodifikasi,” tegas Krisna, sapaan akrabnya, Jumat (7/5).

Krisna juga mengatakan akan melakukan penindakan jika ada temuan kendaraan yang sengaja termodifikasi untuk membawa pemudik ilegal.

“Penindakannya berupa kita arahkan kendaraan tersebut untuk putar balik, tidak boleh masuk ke arah Kota Malang,” bebernya.

Karena, pemerintah pusat telah melarang aktivitas mudik lebaran pada tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Bagi yang ingin melakukan perjalanan pada masa itu, harus memenuhi sejumlah syarat seperti surat kesehatan dan surat kerja.

Kabar Lainnya : Perhatikan, Ini 20 Titik Penyekatan Malang Raya Yang Berlaku Besok.

AKP Suwarno, Kanit Turjawali Polresta Malang sepakat. Dalam dua hari masa larangan mudik ini belum ada temuan kendaraan yang membawa pemudik ilegal.

“Sementara belum ada, mudah-mudahan tidak ada. Namun kami tetap waspada, baik kendaraan truk maupun  pribadi terus kami antisipasi adanya pemudik ilegal,” terangnya.

“Tahun lalu ada yang modus mudik pakai truk yang tertutup terpal, itu jadi antisipasi kami. Kita pelajari termasuk boks-boks kendaraan akan kita buka,” sambungnya.

Suwarno menambahkan sejak ada penyekatan di exit tol madyopuro. Volume jumlah kendaraan yang melintas di tol tersebut mengalami penurunan daripada saat sebelum larangan mudik.

Ia mengibaratkan situasi penyekatan kendaraan di Malang Raya seperti telur ceplok. Kabupaten Malang adalah putih telurnya, sedangkan Kota Malang adalah kuning telur, karena di tengah.

“Penyangganya adalah kabupaten, sementara kita ada di kota. Kita memantau, mungkin masih ada kendaraan yang lolos di Kabupaten, akan kita penyekatan dan pengimbangan di pos Madyopuro,” akhirnya.

Sejumlah petugas gabungan mengamankan pos penyekatan exit tol Madyopuro. Mulai dari Polisi Militer, Koramil, Polresta Malang Kota, Dishub, Dinkes dan BPBD. Pengamanan terbagi dalam tiga shift.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Operasi Yustisi Akhir Pekan Sasar Jalan Raya Bandulan Malang

Diterbitkan

,

Operasi Yustisi Akhir Pekan Sasar Jalan Raya Bandulan Malang
Petugas gabungan di Jalan Raya Bandulan saat memasangkan masker kepada pengendara. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Operasi yustisi jelang akhir pekan terakhir sebelum lebaran menyasar Jalan Raya Bandulan.

Tim gabungan dari Polsek dan Koramil Sukun bersama Kelurahan Bandulan, menyasar kawasan RT 02 RW 02 Bandulan.

Babinsa Bandulan Pelda Nur Achwan dan Sertu Ludi membenarkan. Operasi yustisi jelang akhir pekan ini semakin intensif menuju lebaran.

“Operasi ini dalam rangka penegakan PPKM mikro di Kota Malang. Ini sejalan juga dengan larangan mudik dan penegakan prokes,” ujar Nur Achwan, Jumat (7/5) pagi tadi.

Kabar Lainnya : Perhatikan, Ini 20 Titik Penyekatan Malang Raya Yang Berlaku Besok.

Tim gabungan menggelar operasi mulai pukul 09.00 WIB. Semua anggota operasi berjaga di depan kantor kelurahan Bandulan Jalan Raya Bandulan.

Ada 15 orang yang menjadi anggota operasi yustisi ini. Yakni, Lurah Bandulan Dian Sonyalia Catturina, Anggota Polsek Sukun, Bhabinkamtibmas Bripka Guruh.

Kemudian, Anggota Bakesbangpol, Jarnoko, dua staf kecamatan dan 4 staf kelurahan. Operasi yustisi berlangsung dengan menghentikan kendaraan.

Terutama, warga masyarakat yang tidak mengenakan masker. Di sana, anggota operasi menegur pengendara.

Setelah itu, kelurahan dan kecamatan membagikan masker gratis bagi masyarakat yang tidak memakai masker.

Harapannya, operasi ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Kemudian, operasi tersebut juga menjadi pendorong penurunan kasus covid-19 di Kota Malang.

Apa lagi,berbagai kasus baru varian covid mulai muncul di Indonesia. Dengan mengingatkan tentang pentingnya prokes, tim operasi berharap warga semakin waspada.

“Mari sama-sama berusaha menjaga diri dan keluarga, serta orang-orang yang kita cintai. Ini bukan tentang diri kita saja, tetapi juga keluarga, teman dan kolega di sekitar kita,” akhirnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com