Olahraga
Peselancar Usia 10 Tahun Asal Tirtoyudo, Jadi Anak Asuh ‘Londo’

KABARMALANG.COM – Gadis usia 10 tahun, Sofia Yunita, siswi SDN III Purwodadi, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang menjadi peselancar.
Siswi kelas IV Sekolah Dasar itu sudah jago menaklukkan ombak lautan dengan kelihaiannya berselancar.
“Kita semua turut bangga atas kiprah Sofia Yunita, Kebetulan juga murid saya kelas IV di SDN 03 Purwodadi. Kami bisa bilang ia adalah surfer girl cilik perempuan satu-satunya di Kabupaten Malang,” tutur Pengajar SDN III Purwodadi, Mukhlis, Sabtu (24/4).
Atas kepandaiannya bermain surfing itu, peselancar usia 10 tahun ini turut berkontribusi di acara Kartini Go Surf.
Sofia juga sudah tampil di event surfing di Bali awal tahun 2021 lalu. Ia kini tergabung di PSOI (Persatuan Selancar Ombak Indonesia) Kabupaten Malang.
Selain surfing, putri bungsu Gito itu juga kuat berlari. Pada kelas 2 SD ia pernah meraih juara ke-2 lari maraton 1000 kaki se-Kecamatan Tirtoyudo.
Menurut Mukhlis, Sofia mulai tertarik belajar surfing sejak tujuh tahun lalu. Sofia bersama keluarganya pindah dari Puger, Jember ke Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang tahun 2015 lalu.
“Waktu itu ia (Sofia) masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK),” ujarnya.
Kabar Lainnya : Guru Tirtoyudo Rela Privat Siswa Tanpa Smartphone.
Saat ini, selain sekolah daring akibat pandemi Covid-19, sehari-harinya ia surfing ketika ombak bagus di pantai Wedi Awu dan Lenggoksono.
Menariknya, kepandaian surfing Sofia kemudian memikat salah seorang wisata mancanegara asal Norwegia bernama Mr Geir Petersbog. Geir bahkan menjadikannya anak asuh.
“Mr Geir membiayai sekolah Sofia sekarang dan sampai kuliah nanti,” ujarnya.
Turis itu terpincut jadi orang tua asuh Sofia ketika ia berkunjung ke pantai Wedi Awu. Dia juga sempat makan sekaligus berbincang-bincang langsung dengan Sofia.
“Jadi awalnya, dulu ia itu tamu saya. Lalu dia saya ajak makan di rumah Sofia. Lalu cerita dan ngobrol ngalor-ngidul. Hingga akhirnya Mr Geir itu tadi tertarik menjadi ortu angkat serta memberi biaya sekolah Sofia,” ringkasnya.
Alhasil, terhitung sejak tahun 2015 Geir rutin kirim uang untuk Sofia untuk biaya sekolah dan membeli peralatan surfing untuk Sofia.
Terakhir, Mukhlis berharap pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap bakat Sofia di bidang olahraga lari maupun surfing.
“Untuk olahraga lari seandainya ada tindak lanjut sangat bagus baginya. Karena nafasnya bagus dan kuat karena olahraga renang serta surfing,” urainya.
“Harapannya ada pembinaan pemerintah, dari dinas pemuda dan olahraga supaya bakatnya di usia yang masih muda tidak terbuang sia-sia,” akhirnya.(im/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































