Connect with us

Peristiwa

Saat Waktu Sahur, Komplotan Maling Curi Motor di Lowokwaru Malang

Diterbitkan

,

Saat Waktu Sahur, Komplotan Maling Curi Motor di Lowokwaru Malang
Lokasi hilangnya Sepeda Motor Matic di teras rumah milik Zuhdy Ahmadi di Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Komplotan pelaku curanmor beraksi saat waktu sahur di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Mereka menggondol satu sepeda motor matic, Rabu (14/4) dini hari.

Maling motor itu menyasar sepeda motor matic Honda Scoopy berwarna cokelat hitam abu-abu dengan nomor polisi N-5896-ABS. Tepatnya di Jalan Mawar Gang 2, Kelurahan Lowokwaru.

Sepeda motor yang raib itu milik Ratu Falasifah, 20. Sebelum hilang, sepeda motornya sedang terparkir di teras rumah miliknya.

M Zuhdy Achmadi, 56,  ayah korban menceritakan kronologi kejadian pencurian sepeda motor  tersebut.

“Jadi saya terakhir menggunakan motor Scoopy itu sekitar pukul 19.30 WIB dan dalam keadaan terkunci stang. Lalu anak saya datang sekitar pukul 20.30 WIB kondisi pagar belum tergembok,” ujar Zuhdy, Rabu (14/4).

“Terus saya sekitar jam 22.30 WIB tertidur. Kemudian jam 03.15 saya sempat terbangun tapi akhirnya tertidur lagi dan bangun jam 03.50 WIB untuk persiapan sahur,” tambahnya.

Zuhdy mengatakan saat waktu sahur jelang imsak sekira pukul 04.10 WIB, ia hendak menaruh sampah di luar rumah.

“Saat akan membuka pintu rumah, ternyata gagang pintu rumah dalam keadaan terikat oleh tali sepatu warna hitam corak kuning,” terangnya.

Ia langsung mencopot tali yang mengikat gagang pintu rumah. Ia sontak kaget melihat sepeda motor Scoopy sudah hilang, padahal sebelumnya terparkir bersama Honda PCX di teras rumah.

Ia pun segera menginformasikan pencurian motor tersebut ke grup WhatsApp warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Usai menginformasikan ke grup WhatsApp warga, ada warga yang menanggapi laporan ini. Warga itu bernama Akbar Sutawijaya, 28, yang tinggal tidak jauh dari rumah korban merespons informasi itu.

Kabar Lainnya : Maling Kotak Amal Beraksi di Tulungrejo, Nopol Motor Terbongkar.

Akbar mengaku sempat melihat dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor matic warna hitam.

“Saya tadi lihat sekitar jam 03.18 WIB ada dua orang boncengan menggunakan sepeda motor matic kayaknya vario dari arah barat menuju timur,” jelasnya, Rabu (14/4).

“Yang nyetir agak besar tinggi pakai jaket hitam dan helm putih. Terus yang bersamanya itu pakai jaket hitam badannya agak kecil pakai helm hitam,” lanjutnya.

Saat terduga pelaku melintas di depan rumah Akbar, salah satu dari mereka sempat menengok ke arah rumah Akbar. Kebetulan di teras rumah Akbar banyak terparkir sepeda motor.

“Terus sekitar pukul 03.28 WIB saya melihat ada dua sepeda motor melintas dari arah timur ke barat. Satu, ada Honda Vario yang nyetir orangnya agak tinggi besar pakai helm putih melaju kencang,” ujarnya.

“Terus ada Honda Scoopy oleh orang agak kecil yang mengendarainya,” bebernya.

Saat itu pula, Akbar langsung keluar rumah untuk melihat dua sepeda motor tersebut. Akbar merasa kaget pada waktu sahur ada yang berkendara di kampung dengan kecepatan tinggi.

“Lah saya curiga waktu datang kok pakai sepeda motor satu, terus baliknya kok pakai sepeda motor dua, terus kencang juga lewat depan rumah,” terangnya.

Ia pun menambahkan dalam tayangan CCTV di rumahnya terekam dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario yang melintas di depan rumahnya sekira pukul 03.18 WIB.

“Di tayangan CCTV itu juga kelihatan terduga pelaku curanmor itu tampak lewat terus melaju kencang sekitar pukul 03.28 WIB,” katanya.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo membenarkan. Pihaknya telah mendapatkan laporan dari korban, dan langsung olah TKP.

“Anggota tadi sudah saya arahkan untuk cek ke TKP. Proses penyelidikan kita lakukan dan tayangan CCTV kita gunakan untuk membantu proses penyelidikan,” akhirnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Curi Mobil Kakak Kandung, Pria Di Malang Ini Sakit Hati Tidak Diutangi

Diterbitkan

,

Curi Mobil Kakak Kandung, Pria Di Malang Ini Sakit Hati Tidak Diutangi
Wakasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Hendro Triwahyono saat merilis kasus pencurian mobil (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM –  Seorang pria bernama Amir, 51, asal Denpasar nekat curi mobil milik kakak kandung sendiri di Kota Malang. Lantaran, dia sakit hati tak mendapat bantuan utang dari kakaknya.

Amir juga menggondol uang tunai Rp 2 juta dan lima buah handphone. Dia mengambil itu di rumah milik kakaknya berinisial IRS. Yakni di Jalan IR. H Juanda Kelurahan Jodipan Kota Malang.

Kabar Lainnya : Sakit Hati, Pelaku Habisi Nyawa Temannya Pakai Palu.

Wakasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Hendro Triwahyono menceritakan kronologi kasus pencurian tersebut.

“Awalnya pada hari Sabtu (24/4) pelaku menginap di rumah kakak kandungnya tersebut. Beberapa hari kemudian pelaku meminta bantuan kepada kakak kandungnya tersebut,” ujar Hendro di Mapolresta Malang Kota, Selasa (11/5).

Kabar Lainnya : Bejat…jat, Bapak Tega Cabuli Anak Kandungnya.

“Pelaku meminta pinjaman uang kepada korban sejumlah Rp 1 juta untuk keluarganya yang berada di Bali,” sambungnya.

Akan tetapi kakak kandungnya mengatakan tidak mempunyai uang sejumlah tersebut. Sehingga membuat pelaku marah dan dendam.

“Kemudian aksi terjadi pada hari Minggu (9/5) sekitar pukul 05.00 WIB. Ketika semua orang di dalam kakaknya sedang tertidur, pelaku lalu mengambil beberapa barang berharga milik korban,” tambahnya.

Yakni berupa 5 handphone , uang tunai sejumlah Rp 2 Juta. Dia juga curi mobil sang kakak kandung, dan membawa kabur 1 unit Toyota Avanza.

Barang bukti mobil curian. (Foto : Fathi)

Kemudian pada malam harinya, korban melapor kepada Resmob Polresta Malang Kota sekitar pukul 20.00 WIB. Karena telah terjadi kasus pencurian dalam keluarga.

“Selanjutnya polisi langsung melakukan penyelidikan dan mendapat informasi bahwa pelaku berada di Penginapan Arjuno Kota Batu,” ucapnya.

Kabar Lainnya : Bejat ! Dua Bapak Setubuhi Anak Kandung.

Sehingga pada hari Senin (10/5) sekitar pukul 08.00 WIB polisi langsung melakukan penangkapan. Lalu anggota Resmob membawa pelaku ke Polresta Malang Kota untuk proses lebih lanjut.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku melanggar Pasal 362 Sub 367 KUHP tentang pencurian biasa sub pencurian dalam keluarga.

Kabar Lainnya : Laporan Perkosaan Palsu Mahasiswi Brawijaya Karena Sakit Hati.

Pelaku terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Bocah SD Di Tlogomas Tenggelam Saat Main Air Sungai Brantas

Diterbitkan

,

Bocah SD Di Tlogomas Tenggelam Saat Main Air Sungai Brantas
Warga sekitar saat mengevakuasi bocah SD korban tenggelam (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Seorang bocah SD berinisial RSP, 12, di Tlogomas tewas tenggelam saat bermain air bersama tiga temannya di  Sungai Brantas, Selasa (11/5) pagi.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rokhma membenarkan. Lokasinya di kawasan Sumber Kaharuman, Jalan Tlogomas Gang 8, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Fatkhur menceritakan kronologi kejadian tersebut. Awalnya ada empat pelajar SD sedang berenang di sungai brantas sekiar pukul 09.26 WIB.

“Saat berenang itu, salah satu anak tenggelam masuk yakni korban RSP. Karena di sekitar situ ada seperti kedung (bagian dalam sungai) agak dalam. Setelah itu ia kena arus air dan terseret,” ujar Fatkhur kepada wartawan, Selasa (11/5).

Mengetahui RSP tenggelam, kedua teman korban kemudian berusaha mengejar korban untuk menyelematkan. Satu teman korban lainnya lari ke pemukiman warga untuk meminta tolong.

“Korban terseret aliran sungai sekitar 100 meter dari titik awal berenang,” terangnya

“Akhirnya setelah 15 menitan, warga sekitar berhasil mendapatkan korban saat tersangkut. Tetapi korban sudah meninggal,” sambungnya.

Petugas BPBD Kota Malang saat menunjuk TKP ditemukannya seorang bocah SD yang meninggal tenggelam (Foto: Fathi).

Fatkhur mengatakan sebenarnya korban bisa berenang. Hanya saja karena terperosok ke dalam kedung akhirnya tenggelam dan terseret.

Pihak Polsek Lowokwaru bersama RJT dan PMI langsung mengevakuasi korban. Petugas membawa bocah SD dengan ambulance ke rumah duka di Jalan Tlogomas, Gang 9, Kecamatan Lowokwaru.

“Tadi mau kami bawa ke RS, tapi keluarganya gak mau. Pihak keluarga bikin pernyataan, karena sudah jelas memang tenggelam,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Video Tiktok Hujan Uang Di Malang Viral, Ini Kata Kepolisian

Diterbitkan

,

Video Tiktok Hujan Uang Di Malang Viral, Ini Kata Kepolisian
Video hujan uang yang viral di Pakis Kabupaten Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Video Tiktok hujan uang viral dan menghebohkan jagat maya. Belakangan, teridentifikasi bahwa peristiwa hujan uang ini benar-benar ada.

Peristiwanya terjadi di Kabupaten Malang. Tepatnya, di kawasan Krajan Barat, Kecamatan Pakis.

Kapolsek Pakis, AKP Moh Lutfi membenarkan adanya video Tiktok hujan uang tersebut.

Polisi juga mengaku sudah mengkalirifikasi terhadap pembuat video itu. Menurutnya video itu adalah untuk tujuan keseruan saja.

“Orang-orang yang dapat uang dalam video itu adalah karyawannya sendiri. Karena tidak bisa mengajak rekreasi akibat pandemi covid-19, akhirnya bagi-bagi uang,” tutur Lutfi kepada wartawan, Senin sore (10/5).

Mantan Kapolsek Poncokusumo itu juga memastikan tidak ada unsur pidana. Dia pun menegaskan tak ada pelanggaran protokol kesehatan covid-19 dalam dalam video tersebut.

“Insyaallah tidak ada pelanggaran protokol kesehatan. Kita bisa lihat orang-orang yang ada dalam video itu tidak sampai berjibun,” ujarnya.

Atas video itu, Lutfi mengaku sudah mengunjungi pemilik akun tersebut. Sekaligus, dia telah memberi saran agar melakukan cara-cara yang humanis.

“Kita sudah memberikan saran agar pengusaha yang ada dalam video itu melakukan cara-cara yang humanis dalam melakukan berbagai hal. Tetapi karena memang di sosial media, wajar jika viral,” akhirnya.

Sementara itu, Muthoharoh, pemilik usaha Freshy meminta maaf kepada masyarakat. Karena, video tersebut telah membuat kehebohan.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat karena telah membuat kehebohan,” terangnya dalam video klarifikasi.

Dia menegaskan telah menghapus video tersebut dari Tiktok sejak 9 Mei 2021. Supaya, video itu tidak menimbulkan kehebohan yang lebih besar lagi.

Tetapi, dia membenarkan bahwa ini memang bagian dari upayanya untuk menyenangkan karyawannya.

Karena, biasanya dia bisa mengajak para karyawannya liburan. Hanya saja, pandemi membuat liburan rutin tidak bisa tergelar.

Sehingga, usulan karyawan untuk seru-seruan bikin video Tiktok hujan uang pun tercetus dan terlaksana.

Kabar Lainnya : Bikin Hujan Uang, Warga Pakis Bak Sultan, Viral Di Tiktok.

Seperti berita sebelum ini, video hujan uang viral di jagat maya. Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita menyebarkan uang tumpukan dari atas balkon kepada orang-orang di bawah.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com